Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Hukuman untuk Bibi Odeth


__ADS_3

Dini hari, rombongan Sang Raja telah sampai kembali ke istana kerajaan Raisilian. Istana tersebut terlihat semakin megah dan mewah dengan memijarnya lampu-lampu yang menerangi sekitarnya.


Sang Raja masuk dan duduk di singgasananya. Para pengawal yang mengiringinya berdiri berjajar-jajar di bawah singgasana milik Yang Milik.


Dan tak lupa, di sebelah kanan singgasana Sang Raja selalu ada Yang Mulia Ibu Suri yang siap mendengarkan laporan para pengawalnya.


Tak kenal oleh waktu, meski dini hari, namun karena ini adalah masalah penting yang berkaitan dengan keamanan anggota kerajaan, maka agenda musyawarah dan pemberian laporan ini harus dilakukan dengan segera begitu Yang Mulia datang.


"Hamba memberi hormat, Yang Mulia. Sebagai perwakilan dari para penjaga kamar utama nol tiga, siap memberi laporan, Yang Mulia." Sambil bersimpuh dan bertumpu pada satu lutut, pengawal tersebut maju ke depan Sang Raja.


"Hormatmu kuterima! Katakan, bagaimana laporanmu!" titah Yang Mulia Raja Gerald.


Pengawal tersebut mengangguk sejenak, kemudian ia berkata sembari menundukkan kepala. "Para penyusup berhasil kami ringkus, Yang Mulia. Mereka baru saja sadar dari pingsan dan rekan kami sedang berusaha menginterogasinya," lapor sang pengawal.


Raja Gerald mendengarkan sambil sesekali mengangguk-angguk. "Ada berapa penyusupnya?"


"Dua orang yang Mulia."

__ADS_1


"Dua orang ya? Baiklah, apa kalian sudah menemukan siapa orang yang memerintah pada mereka?" tanya Sang Raja.


"Kami sedang berusaha menginterogasi," jawab pengawal.


"Sudah tau apa yang mereka cari?"


"Masih belum, Yang Mulia."


"Baiklah, terus interogasi mereka berdua," perintah Sang Raja.


"Siap laksanan, Yang Mulia. Hamba mohon pamit," ucap sang pengawal yang langsung mengundurkan diri dengan berjalan mundur tanpa membelakangi Rajanya.


Dari pinggir, bibi Odeth gemetaran. Pasalnya, sebelum dipanggil untuk melapor kepada Raja Gerald, Antony telah memberitahu padanya, jika Yang Mulia Raja marah dan tak suka karena saat penyergapan penyusup kemarin harus melibatkan Eliana.


Lalu orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas kejadian itu adalah sang dayang, bibi Odeth. Karena tak becus mencegah Eliana melakukan hal yang berbahaya.


"Hamba datang memberi hormat, Yang Mulia," ucap bibi Odeth penuh hormat.

__ADS_1


"Hormat kuterima!" ucap Sang Raja dengan arogan. "Dayang!" seru sang Raja. "Jelaskan mengapa kau tempatkan Eli pada kondisi berbahaya seperti kemarin?"


Keringat dingin merembes dari dahi milik sang dayang Odeth. Ia bingung harus menjawab apa pada Sang Raja. Karena yang sesungguhnya, bila memukul pencuri dengan benda tumpul adalah ide dari Eliana.


Bagaimana ini? Kalau aku mengakui yang sesungguhnya, sama saja aku tetap dihukum. Ah, aku pilih berkata jujur atau jangan, ya? Bibi Odeth bergumam dalam hati.


"Kau tidak mau menjawab?" hardik Raja Gerald.


"Bu-bukan be-begitu, a-anu!" Bibi Odeth semakin kebingungan.


"Laporkan pada bendahara kerajaan, jika dayang ini akan bekerja tanpa upah selama lima tahun ke depan. Dan pindahkan posisinya!" titah Raja Gerald yang bersifat mutlak.


"Yang Mulia ...," desis bibi Odeth sambil menengadah pada Raja Gerald.


*


Di kamarnya, Eliana yang telah berhasil menidurkan kembali bayi Kevin setelah terbangun sejenak, menjadi gelisah karena mendengar bibi Odeth akan terkena marah dari Sang Raja.

__ADS_1


Gadis itu mondar-mandir sambil terus berpikir. "Kira-kira, seperti apa hukuman yang diberikan dari Yang Mulia Raja pada bibi, ya?" gumamnya.


"Awas saja jika dia menyusahkan bibi Odeth! Tak akan pernah kuizinkan dia menyentuhku lagi!"


__ADS_2