Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kesedihan Sang Putri


__ADS_3

"Apa? Jadi Allura memiliki energi negatif dalam tubuhnya diakibatkan kiriman dari orang lain. Dan itu sudah terjadi sejak putri Estelle masih kecil?" Ibu suri Theresa menggeleng-gelengkan kepala karena saking tidak percaya.


"Itu betul, Yang Mulia. Selama ini tim dokter dan laboratorium sudah berusaha yang terbaik untuk kesembuhan Yang Mulia ratu. Namun hasilnya nihil." Dokter senior nampak putus asa.


Mereka berdua sama-sama terdiam. Ibu suri hanya bisa mengangguk pasrah pada setiap ucapan sang dokter senior. Ia hanya bisa berdo'a untuk kesembuhan dari menantunya itu.


Sementara itu sang dokter merenung, seakan teringat pada sesuatu.


"Pada waktu itu ... hanya ada satu harapan," singgung sang dokter senior pada sesuatu yang terlintas dalam benaknya.


Ibu suri segera menoleh mendengar pernyatana dari dokter. "Apa itu?"


Sang dokter menghela napas terlebih dahulu sebelum ia menjawab. "Pangeran Arshlan," jawabnya singkat seraya menatap pada ibu suri.


"Oh, jangan-jangan ... terapi itu ...?" timpal sang ibu suri.


"Saya kira Yang Mulia ibu suri sudah paham. Beberapa waktu yang lalu, ratu Allura menerima terapi dari pangeran Arshlan. Namun ...."


"Efek samping dari terapi itu sangat merugikan bagi sang pangeran? Bukan begitu?" tanya ibu suri untuk memastikan.

__ADS_1


Dokter senior itu pun mengangguk, lantas ia berkata, "Benar sekali, Yang Mulia."


"Itu ... jadinya Allura menolak untuk terapi lagi karena takut membahayakan pangeran. Apa begitu?"


"Benar sekali, Yang Mulia," ulang sang dokter sekali lagi.


"Sudah kuduga. Dia pasti seperti itu." Ibu suri tersenyum nanar. Ia pun berbalik dan menjauh dari posisi sang dokter, kemudian ia kembali duduk di kursi miliknya.


"Namun sebenarnya, itu bukan efek samping yang terlalu fatal bagi pangeran Arshlan. Pangeran hanya butuh istirahat selama sebulan penuh, untuk memulihkan tenaga dalamnya. Bahkan jika dibantu dengan rumput mandelish dan ginseng hutan, maka pemulihan itu akan bertambah cepat bahkan bisa hingga beberapa hari." Sang dokter memaparkan fakta lain mengenai terapi dari pangeran Arshlan.


"Oh, jadi begitu ...." Ibu suri mengangguk-angguk. "Tapi aku sudah mengenal Allura, aku tahu bagaimana ia akan memilih jika kondisinya demikian."


"Benar."


Kemudian mereka pun terdiam kembali.


"Apalagi sekarang, kabarnya pangeran Arshlan sedang mengobati ibu suri Paula di Raisilian." Sang dokter menambahkan.


"Aku paham, Allura pasti akan semakin menolak. Ia akan berpikir jika sahabatnya itu lebih memerlukan terapi dari pangeran Arshlan."

__ADS_1


"Benar, Yang Mulia."


Ibu suri memejamkan matanya. Ia sudah sangat mengerti bagaimana perangai ratu Allura yang sering mengalah untuk orang lain meski dirinya juga membutuhkan hal yang sama.


"Siapa orang yang tega menanamkan energi jahat itu untuk ratu Allura. Dia adalah orang yang sangat baik, bahkan menginjak semut pun ia tak tega," ujar sang dokter.


"Justru karena dia orang yang terlalu baik, akan banyak orang yang menyukainya, semakin dia disukai oleh banyak orang, semakin banyak pula orang yang membencinya," timpal sang ibu suri.


"Harapan hidup Yang Mulia Ratu Allura sangat kecil."


"Dan .... Jangan sampai putri Estelle tahu! Begitu permintaan Yang Mulia Ratu."


*


Sementara itu, seorang gadis mengurungkan langkahnya saat ia ingin masuk ke ruangan ibu suri Theresa.


Air matanya berhasil meluruh mendengar pembicaraan dari dalam ruangan itu. Para dayang iba melihat tuan putrinya bersedih hati.


Apa yang bisa aku lakukan untuk ibu?

__ADS_1


__ADS_2