
"Setelah itu dia meminum racun yang sama dengan racun yang pernah ia berikan untuk Yang Mulia."
Nyonya Jannet dan tuan Luffy sungguh begitu shock mendengar kabar kematian putri sulungnya.
Apalagi nyonya Jannet selaku ibunya, tiba-tiba saja tubuhnya melemas dan merosot kembali ke lantai.
"Ibu ...." Ashley langsung ikut duduk di bawah memeluk ibunya. Dia sudah paham mengenai pembicaraan orang dewasa. Remah-remah kue di tangannya seketika terlepas, berganti dengan pelukan untuk sang ibu yang begitu erat.
Romeo dan tuan Luffy melihat tangis pilu mereka berdua. Tuan Luffy mendekat seraya mengusap anaknya, kemudian memeluk mereka berdua.
"Kami turut berduka cita atas rasa kehilangan kalian," ujar sang raja. Begitu pun ratu Eliana yang juga memasang wajah sedihnya.
Ratu Eliana semasa kecil memang tak terlalu dekat dengan Manda. Selain karena Manda beberapa tahun lebih tua darinya, Manda juga tergolong anak yang cerdas dan sering menghabiskan waktunya di perpustakaan dan laboratorium. Berbeda dengan Yang Mulia Ratu, dia lebih suka menari, menyanyi, berkebun, memasak dan menjahit.
__ADS_1
Namun meski tak terlalu dekat, mereka tetap saling mengenali satu sama lain. Sayangnya, Yang Mulia Ratu belum sempat bertemu lagi dengan sepupunya itu semenjak keluarganya pindah dari pusat kota Raisilian, menuju ke rumahnya yang berada di pinggiran kota bersama keluarga tirinya.
"Bisakah kalian menunjukkan pada kami di mana abu putri kami dibuang?" pinta tuan Luffy.
"Dayang dan pengawal akan mengantar kalian ke sana," jawab sang raja.
"Terima kasih, Yang Mulia. Terima kasih!" ucap nyonya Jannet seraya berlutut.
*
Sementara keluarga tuan Luffy sedang mengunjungi hulu sungai El-Fithr tempat abu dari Manda dibuang.
"Kita harus memberi tahu mereka, bagaimanapun juga, Kevin adalah cucu dari paman Luffy dan bibi Jannet. Kita tidak boleh menyembunyikannya. Menurutku begitu, suamiku." Jawaban ratu Eliana cukup bijak.
__ADS_1
"Baiklah, kau benar." Sang raja menatap dari jendela pada bayi Kevin yang sedang dibawa bermain di taman bersama para dayang dan pengawalnya.
"Hanya saja, mungkin beberapa hari setelah ini. Jangan sekarang," saran dari ratu Eliana lagi.
"Memangnya kenapa? Bukannya justru bagus karena sekarang pasti paman dan bibimu itu sedang bersedih, dengan diberi tahu mengenai bayi Kevin yang merupakan cucunya mungkin mereka akan merasa bahagia lagi," sanggah sang raja.
ratu Eliana mengangguk-angguk. "Kalau menurut Yang Mulia lebih baik seperti itu, saya menurut saja."
Ratu Eliana lalu melihat pada beberapa berkas milik sang raja. Pikirannya lalu teralihkan pada hasil rapat tertutup para anggota parlemen dan petinggi kerajaan.
"Yang Mulia suamiku, hamba lupa bertanya, siapa saja yang terpilih menjadi kandidat perdana menteri Arshville?" tanya ratu Eliana yang tiba-tiba mengalihkan pembahasan mereka.
"Para anggota parlemen tidak dapat mengajukan calon, karena Perdana menteri yang sebelumnya adalah pencalonan dari anggota parlemen. Jika perdana menteri terpilih gagal dalam melaksanakan tugasnya, maka pihak yang mengusung tidak bisa lagi mengajukan calonnya, begitu hukum di Raisilian berjalan. Sehingga pemilihan diserahkan pada pihak petinggi kerajaan." Sang raja menjelaskan pada istrinya yang tak mengikuti rapat tertutup tersebut.
__ADS_1
Ratu Eliana manggut-manggut. "Kalau begitu, siapa yang diusung oleh para petinggi kerajaan untuk menjadi perdana menteri Arshville?"