Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Ibu Suri Paula Kritis


__ADS_3

Ada hal genting yang terjadi pada kondisi ibu suri Paula. Raja Gerald terburu-buru mendatangi kamar ibundanya tersebut setelah mendengar kabar dari Antony.


Ratu Eliana yang masih menenangkan bayi Kevin pun terpaksa harus memberikan kembali bayi Kevin pada dayang karena dirinya harus ikut melihat kondisi mertuanya.


"Ananda Gerald!" Ratu Allura langsung memeluk pada sang raja.


"Ada apa, Yang Mulia Ratu?"


"Ibumu kritis, napas dan detak jantungnya melemah," jawab sang ratu seraya menyucurkan air matanya.


Raja Gerald tak mampu berkata-kata lagi, dia melihat ke sekeliling kamar ibundanya. Para tenaga medis sedang sibuk melakukan sesuatu untuk membuat napas dan denyut jantung ibu suri kembali normal.


Para dayang berdiri dan memasang badan untuk segera siap bila saat itu mereka diperlukan begitu pula para pengawal.

__ADS_1


Sang raja terdiam, tenggorokannya tercekat. Dia melihat sebuah foto keluarga yang tergantung di dindingnya. Ada dirinya dan kakaknya, sedang dipeluk oleh ibu dan ayahnya, Ratu Paula dan Raja Gabriel.


Saat itu ia sama sekali tak peduli dengan bagaimana keadaan kerajaan. Ia bahkan sama sekali enggan untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan, karena ia berpikir jika kakaknya adalah putra mahkota yang akan menduduki tahta.


Tak pernah sedikit pun terbayangkan, jika satu per satu senyum pada potret tersebut menjadi tinggal kenangan.


Di saat ayahnya meninggal dunia pada usia yang terbilang muda. Kakaknya histeris karena pada saat itu pendidikannya untuk menjadi seorang raja belum sempurna. Raja Gerry berdiri menjadi seorang raja tanpa pembekalan yang matang, belum lagi kakaknya yang mendapat tekanan dan perlawanan dari pihak lawan yang ingin menggulingkannya.


Mungkin saja saat itu, kakaknya butuh bantuan dan dukungannya. Namun yang ia lakukan hanya menjalani hidup sesuai yang sukai, tanpa tahu bagaimana susahnya kakaknya menjalani peran sebagai seorang raja.


Kini sesal hanya tinggal sesal. Raja Gerald terasa seperti diremas-remas dadanya memikirkan keluarganya yang telah menghilang satu per satu sebelum dirinya sempat mengucapkan dan menunjukkan rasa sayangnya pada mereka.


"Ibu ...," gumamnya seraya menunduk dalam pelukan ratu Allura dan meneteskan air mata.

__ADS_1


"Ibumu akan baik-baik saja, kita terus panjatkan do'a pada Sang Pencipta." Ratu Allura mengusap punggung raja Gerald dalam pelukannya.


Ratu Eliana melihat pemandangan itu dari belakang. Ia tahu persis apa yang dirasakan suaminya. Ia benar-benar mengalami bagaimana rasanya kehilangan seluruh keluarga dan menjadi benar-benar sendiri.


Jika ibu suri Paula tiada, maka telah tiadalah seluruh keluarga raja Gerald, selain dirinya sebagai istri dan juga bayi Kevin.


Ratu Allura membawa Raja Gerald untuk duduk di dekat ibunya. "Katakan sesuatu padanya, meski matanya terpejam, hatinya pasti masih hidup untuk mendengar suaramu, Ananda," saran dari ratu Noirland tersebut.


Raja Gerald tak mampu berkata-kata untuk mengatakan apapun pada ibunya. Air matanya benar-benar membanjiri wajahnya.


Ratu Eliana mampu melihat luka sekaligus penyesalan dalam diri suaminya itu. Dari belakang, dia mendekat ke arah sang raja dan mencoba menguatkan laki-laki itu.


"Sayang, kamu tidak sendiri."

__ADS_1


__ADS_2