
"Sayang ...," panggil Raja Arshlan mendayu-dayu.
"Emmmh." Sang ratu menggeliat karena merasa geli oleh ciuman-ciuman yang ia dapatkan di lehernya. "Ini masih malam, kenapa kau membangunkanku ...?"
"Apa kita ... masih tidak bisa?" Raja Arshlan tampak memelas di belakang istrinya.
"Tidak," jawab sang ratu sambil tetap membelakanginya.
"Sayang ... ini sudah satu bulan pernikahan kita, dan kita masih ... kita .... Aaaash!" Sang raja mengacak rambutnya frustasi.
Ratu pun membuka matanya, ia bangun dan duduk menatap suaminya yang sedang terlihat kesal.
"Raja Arshlan suamiku ... bukankah kamu sendiri yang berkata, jika bersamaku kau cukup berpegangan tangan?" Sang ratu mengedipkan sebelah matanya dan terlihat sangat menggoda.
"Ratu Estelle istriku satu-satunya yang sangat kusayangi. Kalau begitu ... kau jangan menggodaku. Apa maksud dari baju ini?" Raja menunjuk pada tali yang tersangkut di atas pundak istrinya.
Ratu menatap suaminya dengan sensual, ia tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya. Ia sungguh senang melihat suaminya tersiksa seperti ini dan memohon-mohon padanya, namun dirinya selalu jual mahal hingga sampai saat ini, bahkan mereka masih belum melakukan hubungan suami istri.
"Sayang, apa kau sama sekali tidak menginginkannya?" tanya raja sambil menahan rasa panas yang membakar tubuhnya.
Bayangkan, seorang pria normal harus seruangan dengan gadis cantik yang merupakan pasangan resminya dan setiap malam berdandan seksi untuk menggoda sang raja. Namun gadis itu sama sekali tak ingin disentuh hanya karena satu perkataan s*alan yang tak sengaja dikatakan oleh sang raja. "Asal bersamamu, cukup dengan berpegangan tangan pun aku mau."
Maka dari itu, sang ratu sengaja bermain-main pada suaminya.
"Aku tidak ingin," ujar ratu Estelle sembari memelintir ujung rambutnya dengan manja.
Ia pun kembali berbaring membelakangi sang raja. Memamerkan bentuk badannya yang seksi bak gitar spanyol dan ia pun sengaja menyingkap gaun tidurnya, hingga terbukalah paha mulus sang ratu yang membuat raja tak bisa tidur setiap malam karena sangat gemas ingin menggigitnya.
Ratu Estelle cekikikan membayangkan wajah frustasi suaminya. Namun tiba-tiba ....
"Aaaahk ...." Sang ratu menjerit merasakan sesuatu menyentuh area sensitifnya.
"Apa yang kamu lakukan ...?" Ratu menggeram menahan rasa geli akibat permainan nakal raja Yorksland itu.
__ADS_1
"Ini sudah waktunya, sayang. Aku tidak bisa menunggu lagi."
"Apa maksudmu?"
"Apa kamu benar-benar tidak menginginkannya?" Raja menarik bahu sang ratu agar menghadap ke arahnya. "Lihat aku!"
Ratu pun terpaksa berbalik dan mendapati raja Arshlan bertelanjang dada hanya dengan menggunakan celana da*am saja.
"Aku juga bisa menggodamu, sayang!" ucap sang pangeran dengan nada yang seksi.
Sang ratu meneguk ludahnya, ia berusaha berpaling namun sang raja memaksanya melihat ke arahnya.
"Kau bisa melihat semuanya, sayang. Begitu pun aku selama ini."
Raja Arshlan membelai pipi sang ratu dan menekan dada istrinya itu dengan dada bidangnya.
"Jika kamu tidak tahan, kamu bisa katakan padaku. Aku tidak akan jual mahal untuk mengabulkannya, sayang." Sang raja semakin menggoda dengan membelai area sensitif ratu dari luar.
"Di-diam dan menyingkir dariku. Aah ...." Meski sang ratu masih sinis namun dia akhirnya mengeluarkan desahannya akibat godaan dari jemari sang raja.
"Apa benar?" Raja sengaja membelai dengan lembut dada sang ratu dan juga area bawahnya.
"Apa masih belum? Apa ini kurang?"
"Aaaahk. Lakukan sesukamu! Lakukan sesukamu!" Ratu membentak sang raja namun pada akhirnya ia pasrah pada permainan suaminya.
Malam itu, merupakan malam ke-sekian raja dan ratu Arshlan hidup bersama setelah pernikahan mereka. Namun malam itu merupakan malam pertama yang sangat berkesan bagi keduanya.
"Haah ... haah ... haah ...."
Keduanya ambruk saat berakhirnya penyatuan mereka dan telah mencapai puncak.
Raja dan ratu saling memeluk tubuh satu sama lain yang sama-sama basah berpeluh.
__ADS_1
"Aku yakin besok kau tak bisa berdiri," kekeh sang raja menggoda istrinya.
"Terserah." Ratu Estelle terkulai lemas tak berdaya. Ia menahan sakit dan juga perih di area kew*nitaannya.
"Aku mencintaimu," ucap sang raja seraya memeluk istrinya.
"Oh, ya?"
"Hmmm, sangat mencintaimu." Raja memeluk erat istrinya dengan erat. "Kau tau? Aku bersyukur kerajaanku mendapat kudeta dari paman-pamanku. Dan aku juga senang ketika kau dibawa oleh saudara tirimu melompat dari atas helikopter saat itu."
Ratu Estelle sontak mendongak. "Kau senang aku hampir mati saat itu?"
"Tapi karena itu kita bertemu, sayang."
"Aku justru menyesal bertemu denganmu."
"Aku tau hatimu tak demikian."
"Terserah."
"Aku semakin mencintaimu."
"..."
"Ayo kita lakukan lagi."
"Dasar mes*um!"
"Aku memang mes*um."
"Lepaskan."
"Aku mencintaimu."
__ADS_1
*
TAMAT