Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Asisten Baru untuk Ratu


__ADS_3

Pluk pluk ….


Ratu Eliana meraba kasur di bagian sebelahnya. Kosong. Sang ratu pun bangun dan membuka matanya. “Suamiku, kamu di mana?” panggilnya sambil mengangkat guling bekas tidur sang raja.


Tanpa membetulkan uraian rambut yang berantakan, dan juga baju tidur yang kusut, Ratu Eliana pun menuju ke depan kamarnya, mecari sang dayang.


“Ke mana perginya Yang Mulia?” tanya ratu Eliana.


Sang dayang saling menatap satu sama lain. “Yang Mulia Raja sudah berangkat untuk peresmian hutan konservasi bersama tuan Antony, Yang Mulia Ratu.” Sang dayang menjawab seraya membungkuk di hadapan ratu Eliana.


Ratu Eliana mendecak dan tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.


“Apa ada yang perlu kami bantu, Yang Mulia Ratu?” tawar sang dayang.


Ratu Eliana melirik pada sang dayang. Tidak ada yang ingin dia lakukan, tapi mana mungkin dia berdiam diri begini saja.


“Setidaknya, Yang Mulia Ratu perlu mandi dan membersihkan diri,” saran dari sang dayang. “Lagipula, nona Sevda akan segera datang. Ada baiknya, Yang Mulia Ratu sudah bersiap,” lanjut sang dayang lagi.

__ADS_1


“Nona Sevda?” tanya ratu Eliana.


“Iya, Yang Mulia. Nona Sevda, asisten yang akan menemani jadwal anda. Baik jadwal bekerja maupun jadwal belajar anda,” jawab sang dayang.


“Baiklah.” Ratu Eliana bangkit dan bersiap untuk mandi.


“Biar kami bantu siapkan perlengkapan mandi Yang Mulia Ratu.” Dayang yang lain ikut membantu persiapan sang ratu.


Cukup memakan waktu. Begitulah persiapan yang dilakukan oleh ratu Eliana sepanjang hari. Meski dirinya yang dulu tak terbiasa hidup serba diurusi begini, namun sekarang ratu Eliana mulai terbiasa.


Sambil dayang menata rambutnya, Ratu Eliana membuka laporan saham yang dua hari lalu raja Gerald perintahkan untuk mempelajari. Dari mana asal indeks harga saham gabungan kerajaan, dan bagaimana pola fluktuasinya, Ratu Eliana perlu memahami semua itu.


Terkadang ia ingin menyerah, karena otaknya tak secerdas Yang Mulia Raja Gerald. Namun sang raja terus menyemangatinya hingga ia mau untuk terus belajar.


“Yang Mulia, Nona Sevda sudah menunggu di ruang kerja anda,” ujar sang pengawal memberi informasi pada ratunya.


“Sebentar lagi, aku selesai,” jawab sang ratu.

__ADS_1


Pengawal pun kembali keluar dan sang dayang dengan segera menyelesaikan pekerjaannya.


*


“Selamat pagi, Yang Mulia Ratu,” sapa seorang wanita cantik yang sedari tadi duduk di ruang kerja ratu Eliana. “Hormat hamba untuk Yang Mulia Ratu.”


“Hormat diterima, selamat pagi juga. Silakan duduk kembali!” Sang Ratu mempersilakan wanita itu duduk.


“Terima kasih, perkenalkan, hamba adala Sevda, orang yang akan membantu Yang Mulia dalam kegiatan sehari-hari,” ujar wanita bernama asisten Sevda ini.


“Baik, terima kasih asisten Sevda. Emm, sejujurnya aku belum terbiasa memiliki asisten, bagaimana kalau kau ceritakan padaku saja apa yang harus kulakukan hari ini?” tanya Ratu Eliana.


“Iya, Yang Mulia. Memang seperti itu pekerjaan saya. Saya hampir seperti Antony untuk Yang Mulia Raja,” jawab Sevda.


Ratu Eliana pun mengangguk-angguk.


“Jadi saya bacakan saja hal yang harus Yang Mulia lakukan hari ini.”

__ADS_1


__ADS_2