Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Tim Peneliti Rahasia


__ADS_3

"Apa yang ingin anda tanyakan, Yang Mulia Raja?" Joseph menghadap pada Raja Gerald.


"Jadi begini, tuan Joseph. Apakah keponakan anda yang bernama Elsa itu memang benar menggunakan nama Elsa?" tanya sang Raja.


Tuan Joseph terdiam, ia tampak sangat bingung untuk menjawab pertanyaan sang raja.


"Paman, ayo jawab! Apa paman tahu sesuatu?" desak Eliana pada Joseph.


"Baiklah," ujar paman Joseph sembari mendesahkan napasnya. "Manda adalah tim peneliti rahasia yang dibentuk diam-diam pada masa pemerintahan Raja Gabriel. Semua peneliti menggunakan nama samaran. Orang yang mengetahui identitas pribadi peneliti tersebut hanyalah aku selaku kepala laboratorium, Louis selaku pembimbing, dan Raja Gabriel sendiri. Para anggota peneliti rahasia itu tidak saling mengetahui satu sama lain nama-nama asli dari anggotanya. Hingga Yang Mulia Raja meninggal, kami memutuskan untuk tidak memberitahu pada Yang Mulia Raja Gerry karena beliau tidak ada dalam rencana," jelas paman Joseph panjang lebar.


Eliana dan Raja Gerald mengangguk-angguk.


"Maka dari itu, para tim peneliti dilarang menemui keluarga demi terjaganya identitas. Untuk sekarang, tim itu sudah dibubarkan tak lama setelah kematian Manda," lanjut paman Joseph.


"Itu sebabnya aku bisa mengenal Manda sebagai Elsa, karena identitas asli dari Manda juga disembunyikan dariku pada saat itu?" tanya sang raja.


Paman Joseph menjawabnya dengan anggukkan.

__ADS_1


"Lalu, kenapa tiba-tiba dia menikah dengan kakak dan ingin membunuh kakak?" tanya Raja Gerald lagi yang masih merasa belum terjawab motif dari Elsa membunuh kakaknya.


"Kalau itu ... hamba juga kurang tau, Yang Mulia Raja," jawab Joseph.


"Tapi apa kau menyimpan data dari keluarga Elsa?" ujar Ratu Eliana. "Jika ada tolong dibawa ke mari, paman. Bahkan jika ada fotonya," pinta ratu Raisilian itu.


"Saya akan ambil sekarang," ujar paman Joseph.


"Nanti saja dulu, silakan paman minum teh dan beristirahat," cegah Ratu Eliana.


Sembari menunggu paman Joseph, Ratu Eliana menuangkan kembali teh untuk sang raja yang hampir habis dalam cangkirnya.


"Yang Mulia," panggil Ratu Eliana.


"Ada apa, ratuku?" jawab sang raja.


Ratu Eliana tersipu mendengar jawaban dari Yang Mulia Raja. Dirinya sama sekali belum terbiasa dengan panggilan itu dari sang raja.

__ADS_1


"Kenapa diam saja?" Raja Gerald merasa heran pada Ratu Eliana yang memanggil namun dia malah diam saja.


"Anu ... itu, apa kau akan membenciku saat tahu tantang fakta dari Elsa?" tanya Ratu Eliana tiba-tiba.


"Mengapa harus membencimu? Apa ada hubungannya denganmu, Ratu?" Sang Raja memicingkan matanya.


"Bukan begitu ... emm ... tapi, aku takut kau kecewa kalau ternyata pembunuh kakak ipar adalah saudaraku," jawab Ratu Eliana yang merasa ragu.


"Aku percaya padamu, sayang. Manda adalah Manda. Dirimu adalah dirimu. Kalian berdua tidak bekerja sama, kalian berdua tidak berkaitan," jawab Raja Gerald sembari mendekat ke arah ratunya. Dia membelai mimpi sang ratu dengan punggung tangannya.


"Bagaimanapun juga, Manda adalah wanita yang dicintai kakakku dan ibu dari bayi Kevin. Aku sangat yakin dia mencintai kakakku, terlepas apapun motif yang mendasarinya untuk membunuh suaminya sendiri," ungkap Raja Gerald yang Ratu Eliana yakin perkataannya tadi sangat menyayat hatinya sendiri.


Sang ratu memeluk Yang Mulia Raja. "Sayang, kamu orang yang kuat!"


*


Jangan lupa baca cerita baru yang berjudul "Cinta Pria Miskin" ya, teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2