
"Kamu siapa?" tanya sang pangeran
wanita itu mendongak, melihat pada sang pangeran dengan wajahnya yang terlihat tak berdosa tersebut. Sejenak bertatapan, keduanya pun saling membelalakkan mata.
"Pangeran Arshlan?" jerit wanita itu.
"Putri Estelle?" balas sang pangeran.
Keduanya memanggil nama satu sama lain bersamaan karena ternyata mereka berdua sudah saling kenal sejak lama.
"Sedang apa putri Noirland yang cengeng dan manja ini di sini?" tanya sang pangeran dengan seenaknya.
Putri Estelle sama sekali tak terima, dia pun membela dirinya. "Aku tidak cengeng dan manja!" protes Putri Estelle dengan posisi baju masih digantung oleh jemari pangeran Arshlan.
"Aku tidak peduli! Yang penting di mataku kau itu memang cengeng dan manja!" tukas sang pangeran tampan.
Niatnya tadi, dia ingin meminta bantuan pada wanita yang menggembesi mobilnya. Kalau begini jadinya, pangeran Arshlan yang berinisiatif untuk menjahili putri Estelle. "Eh, sebentar! Kau harus ganti rugi mobilku yang kau rusak!"
"Aku ... aku akan ganti, tapi nanti! Ok! Eh, eh! Tapi ... aku tidak merusaknya, aku hanya ... sedikit menggembesi ban mobilmu," tawar Putri Estelle sambil mengakui kesalahannya.
"Tidak bisa! Meski hanya ban mobil yang kau gembesi, kau harus perbaiki sekarang! Aku akan pergi ke Raisilian sekarang juga!" Padahal dalam hati dia tertawa, dan sambil ingin terus menjahili putri Estelle.
Srek srek srek
__ADS_1
Suara gesekan dedaunan kering dalam hutan menghentikan perdebatan mereka.
Sret
Pangeran Arshlan menarik putri Estelle dalam dekapannya, lalu mereka bersembunyi di balik pohon.
"Sssst! Diamlah ...," bisik Pangeran Arshlan dengan posisi tangan membekap mulutna putri Estell.
Putri Estelle membelalak, apa yang sedang pangeran Arshlan lakukan?
"Tidak ada! Cari Putri Emilda sampai ketemu!" ujar orang-orang berseragam itu.
Mereka tidak mencariku? Emilda?
Apakah ini ada hubungannya dengan putri Estelle?
Kupikir mereka adalah orang-orang kiriman paman untuk memburuku.
"I-itu ... pasti anggota keamanan Raisilian. Kita bisa minta pertolongan pada mereka," ucap putri Estelle gugup dan sang pangeran langsung melepaskan jemari yang menggantung gantung dari gaun Raisilian.
Gadis kerajaan itu sangat gugup ketika tiba-tiba pangeran Arshlan menarik dan memeluknya untuk bersembunyi tadi.
"Kau mengenal mereka?" tanya sang pangeran.
__ADS_1
"Eemh!" Putri Estelle mengangguk. "Mereka mengincar kakakku!"
"Kakakmu? Kalau begitu ... mengapa-"
"Ssst! Tidak ada waktu untuk menjelaskan!"
Sang Putri pun langsung pergi dan berlari mengejar para anggota keamanan itu.
"Hei, kalian!" teriak putri Estelle memanggil.
"Yang Mulia Putri Estelle!" seru sang prajurit begitu salah satu dari mereka menoleh.
"Anda baik-baik saja, Tuan Putri?" tanya prajurit yang lainnya.
"Ya! Aku baik-baik saja. Tapi kakakku, melarikan diri," jawab Sang Putri.
"Hai," sapa pangeran Arshlan pada para prajurit keamanan itu. Ia muncul mengikuti putri Estelle.
"Yang Mulia Pangeran Arshlan, ada keperluan apa yang membawa pangeran ke mari?" tanya sang prajurit keheranan.
"Aku ada sesuatu yang harus kubicarakan dengan Yang Mulia Raja Gerald. Bisakah kalian membantuku? Seseorang yang kehilangan otaknya telah menggembesi dua ban mobilku yang di bagian belakang," jelas Pangeran Arshlan yang membuat Putri Estelle mendelik.
"Sebuah kehormatan bagi kami bisa menolong Tuan Putri dan Pangeran," timpal sang prajurit.
__ADS_1
Pada akhirnya, Putri Estelle dan Pangeran Arshlan mendapat pertolongan dari prajurit Raisilian yang tidak sengaja bertemu dengan mereka.