Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Jus Jeruk Kalamansia


__ADS_3

"Sayang ...! Minumlah! Ini sangat segar! Ayo!" Ratu Eliana berteriak mencari-cari Yang Mulia Raja untuk menawarkan jus jeruk Kalamansi yang dibuatkan oleh dayang.


Pagi hari kemarin, orang suruhan tuan Edmund dan tuan Edmund sendiri datang mengantarkan sepuluh kotak jeruk kalamansi yang matang dari pohonnya.


Sang ratu yang langsung antusias meminta dayang untuk membuat jus jeruk untuknya.


Hanya saja, ini bagai petir menggelegar bagi sang raja. Ketika istrinya itu meminta dirinya ikut meminum jus jeruk yang rasanya sangat masam.


Kemarin sang raja sudah sangat terpaksa menghabiskan satu gelas besar jus kalamansi (Sebenarnya, dia memerintah Antony untuk menghabiskan setengah bagian miliknya).


Lalu tadi malam, sang ratu mengucapkan terima kasih pada sang raja yang sudah mengikuti keinginannya. Sang ratu mengatakan jika esok hari dia ingin mengulang lagi mengajak raja Gerald untuk minum jus kalamansi.


Maka dari itu, beginilah drama pagi hari yang terjadi di istana.


"Antony, aku saja yang memeriksa langsung ke Danishian. Kau tinggal di istana!" Sang raja menjegal Antony agar tidak naik ke mobilnya.


"Tidak bisa begitu, Yang Mulia. Tugas ini sudah saya tangani sejak seminggu yang lalu!" Antony mengeyel.


"Aku rajanya! Cepat turun, Antony!" Sang raja berebut untuk masuk mobil dengan penasihatnya itu.

__ADS_1


Sementara itu, dari altar istana terdengar suara beberapa orang yang sedang berlarian.


"Sayaaaaang ...! Ini jus jeruknya ...." Itu adalah teriakan kasih sayang dari ratu Eliana.


Sang raja dan Antony langsung berpandangan sejenak.


"Tidak bisa, aku yang harus ke Danishian!" Raja Gerald mendahului Antony untuk masuk ke dalam mobil.


"Yang Mulia!" teriak Antony sambil menahan agar pintu depan mobil tidak tertutup.


"Di sini, Yang Mulia. Yang Mulia Raja sedang di sini!"


Namun sang pengawal kebingungan, karena ada Antony yang berdiri mencegah pintu mobil agar tidak tertutup.


"Antony, mundur!" Sang raja berebut pegangan pintu dengan penasihatnya itu.


"Sayaaang ...?" Pada akhirnya ratu Eliana pun menemukan keberadaan suaminya itu.


Raja Gerald melotot ke arah Antony, dan Antony pun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, Yang Mulia, jangan pergi!"

__ADS_1


"Sayang ...!" Ratu Eliana menghampiri mobil yang akan dipakai oleh sang raja. "Aku sedang kesusahan berjalan, tapi kau malah tidak mendengar panggilanku ini," keluh ratu Eliana.


"Anu ... eumm ... aku tidak mendengarnya. Dari sini, tidak terdengar suaramu, sayang," ucap raja Gerald berbohong.


"Ya, kan, Antony?" Raja Gerald meminta persetujuan dari penasihatnya.


Namun sayang Antony terdiam tidak menjawab sang raja, dia berpura-pura mengabaikan ucapan raja Gerald.


"Antony ...! Psst! Psst!" Sang Raja menginjak sebelah kaki Antony melalui bagian bawah pintu mobil.


"Aaaw ...," ringis Antony kesakitan. "Iya ... iya, betul, Yang Mulia Ratu." Antony pun terpaksa menjawabnya.


Ratu Eliana memandangi keduanya dengan tatapan aneh tanpa rasa curiga sedikit pun.


"Ini jus mu, sayangku!" tatapan ratu Eliana sangat menggemaskan. Berbeda dengan ekspresi sang raja yang seperti orang kurang buang air dalam seminggu.


"Ayo, Yang Mulia, diminum." Antony ikut mengompori agar Yang Mulia Raja semakin terdesak dan meminum jus jeruk kalamansia yang sangat-sangat masam itu.


Raja Gerald memandangi Antony dengan tatapan begitu kesal. Namun Antony malah terlihat begitu puas.

__ADS_1


Sang ratu pun menyodorkan gelas jus jeruk itu pada Yang Mulia Raja. "Ini, sayang."


__ADS_2