
"Eliana, aku berharap kau benar-benar cucuku ...," ujar ibu suri dengan lirih yang tetap terdengar oleh Eliana maupun Raja Gerald.
Sang Raja sangat iba, karena ia ingat akan ibunya ketika ditinggal pergi oleh ayah dan kakaknya dengan jarak waktu yang tak lama. Ibu suri Paula saat itu menjadi sangat berharap agar Pangeran Gerald mau kembali ke istana dan meneruskan tahta.
Melihat ibunya yang hampir putus asa, membuat Pangeran Gerald yang masih ingin berpetualang tak tega dan memilih kembali ke istana.
Bagaimanapun juga, Pangeran Gerald ini memiliki sifat yang cukup lembut, terbukti dengan kasih sayangnya pada bayi Kevin.
Tidak akan pernah ada, seorang Raja yang akan rela merawat seorang bayi, yang bahkan bukan darah dagingnya sendiri. Membuatkan susu, memandikan, mengganti popok, membuang kotorannya. Keberadaan bayi Kevin sebelum datangnya Eliana menjadi bukti bila sang Raja sangat memiliki sifat penyayang.
Hal itu membuat Raja Gerald mudah merasa tak tega pada orang lain, apalagi ibunya.
Sekarang melihat ibu suri dari kerajaan lain kesepian seperti ini, juga menggugah rasa kemanusiaannya. Apalagi saat melihat wanita tua ini sangat berharap jika Eliana benar-benar darah daging dari putrinya yang telah hilang.
Para petugas laboratorium langsung datang ke kamar ibu suri untuk mengambil sampel dari Eliana dan ibu suri. Petugas laboratorium di Noirland sebagian merupakan orang dari Raisilian, atau warga Noirland yang pernah belajar di Raisilian.
__ADS_1
"Ibu suri, maafkan kita harus pamit karena ada beberapa masalah yang harus kita selesaikan di Raisilian," pamit sang Raja setelah Eliana selesai diambil beberapa sampel untuk tes DNA dengan neneknya.
"Sayang sekali, apa Eliana tidak bisa tinggal saja di sini menemaniku, paling tidak sampai hasil tes nya keluar." Ibu suri memohon, dia terlihat sangat kesepian.
"Maafkan kami, Yang Mulia. Tapi, Eliana harus banyak belajar karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ratu. Ibu suri pasti paham sendiri, bagaimana sulitnya menjadi seorang ratu dari sebuah kerajaan. Maka dari itu, saya harus banyak memberi pengalaman untuk calon ratu saya." Raja Gerald memberi pengertian pada ibu suri dengan panjang lebar.
Ibu suri mengangguk, ia memeluk Eliana sekali lagi. "Meskipun hasil DNA menyatakan kau bukan cucuku, aku tetap menganggapmu sebagai cucuku juga. Tetaplah berkunjung ke mari, dan berteman baiklah dengan Estelle," pesan sang ibu suri seraya tak melepaskan pelukannya pada Eliana.
"Akan aku ingat, Yang Mulia," jawab Eliana.
"Baiklah. Akan aku ingat, nenek!" Eliana meralat perkataan sebelumnya.
"Ayo!" Raja Gerald pun pergi dari Noirland.
Abu Raja Jeremi sedang didinginkan agar nanti bisa disimpan untuk dihanyutkan sebagian di sungai Al-fithr dan sebagian lagi disimpan di tempat ibadah istana.
__ADS_1
Raja Gerald, Eliana, Antony dan para pengawal Raisilian yang mengiringi sudah naik kembali ke pesawat, mereka akan kembali ke Raisilian untuk langsung ke Arshville.
"Kau mau duduk di mana?" tanya Yang Mulia Raja pada Eliana.
Eliana sedang berjalan menuju ke tempat duduknya yang tadi.
"Aku? Di sana?" ujar Eliana sambil menunjuk salah satu kursi paling depan.
"Duduk di sini!" titah sang Raja.
"Eh?"
"Tak perlu banyak tanya, kemari!" Sang Raja menyeret Eliana hingga gadis itu sedikit terpelanting saat duduk di kursi samping Raja Gerald.
"Tapi ... aku mau duduk di dekat jendela," elak Eliana.
__ADS_1
"Mau bertukar dengan tempat dudukku? Atau ... duduk saja di pangkuanku?"