Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Interogasi oleh Sang Raja 2


__ADS_3

"Jadi kau bilang jika Eliana yang memerintahmu?" Sebuah suara tiba-tiba menyergap semua yang ada di sana. Mendadak diam begitu orang nomor satu di Raisilian itu datang.


"Yang Mulia, anda sudah datang?" Kepala keamanan terkejut karena tidak ada aba-aba dari bawahannya jika Raja mereka telah tiba.


"Ceritakan padaku sekali lagi!" titah Yang Mulia Raja pada dayang Emma.


"Ya, nyonya Eliana menyuruhku untuk masuk ke kamar Yang Mulia Raja dan mencuri. Aku hanya dijebak, baginda Raja ...." Tangis dayang Emma mendadak pecah pada Raja Gerald, dayang itu mendadak bersimpuh di kaki sang Raja.


Baginda Raja? Setauku, orang Raisilian sangat jarang menggunakan istilah Baginda untuk memanggil Yang Mulia. Lagipula, cara bicara dayang ini terlalu lancang, dia sama sekali tak menggunakan kata hamba untuk bicara dengan Yang Mulia. Kepala keamanan membatinkan praduganya terhadap sang dayang.


"Jauhkan dirimu dari kakiku!" Sang Raja menggeser sedikit kakinya, sementara itu para pengawal langsung menarik mundur dayang Emma agar tidak memegangi celana miliksang Raja.


"Baginda Raja, percayalah padaku! Nyonya Eliana yang memintanya!" ujar dayang Emma lagi.


Sang Raja merenung sekejap.


Lagi-lagi dia menyebut nyonya pada nona Eli! Kupikir tadi aku hanya salah dengar, ternyata memang iya, dayang ini salah memberi sebutan pada nona Eli! Sebenarnya, lulusan akademi apa dayang ini? Mencurigakan.

__ADS_1


Sang kepala divisi keamanan lagi-lagi mendapati kejanggalan pada diri dayang Emma. "Saya permisi dulu!" pamitnya di tengah interogasi.


Kepala keamanan itu pun keluar ruangan dan menghampiri bawahannya.


"Inspektur! Kemarilah, ada yang ingin kubicarakan!" serunya pada seorang inspektur yang ada di ruangannya.


"Iya, Pak Kepala, ada apa?" Inspektur itu langsung berdiri menghampiri atasannya.


"Aku minta kau selidiki latar belakang dayang ini diam-diam! Kalau perlu, kau cari juga ke tempat-tempat dia sebelum bekerja di istana. Seperti tempat tinggal, sekolah, kursus, dan semuanya."


"Memang, apa yang mencurigakan dari dayang itu menurut anda, Pak Kepala?"


"Baik, Pak Kepala, segera dilaksanakan!"


*


Dayang Emma aliaa putri Emilda di ruang interogasi mulai merasa tersudut, karena pertanyaan sang Raja sejak tadi berputar-putar di sana. Ia berpikir ternyata sangat susah untuk membohongi Raja muda di hadapannya.

__ADS_1


Seumur hidupnya, dia adalah salah satu pembohong bahkan penjilat yang sangat ulung. Bahkan seringkali ia memutarbalikkan fakta mengenai putri Estelle di hadapan ayahnya, dan Raja Noirland itu pun selalu percaya pada putri Emilda.


"Bagaimana Eliana memerintahmu!Tolong sebutkan kalimat itu sama persis seperti kalimat Eliana saat memerintahmu!" Raja Gerald rasanya ingin mendapat bukti yang sangat valid, ia masih tidak menyangka jika kalung miliknya berada di tangan Eliana. Dan gadis itu sampai bersusah payah memerintah dayang untuk mencuri?


Iih! Raja si*lan! Aku benci padanya! Tidak bisakah dia langsung percaya saja! Dayang Emma mengumpat-umpat dalam hatinya.


"Ya ... ya se-seperti i-itu! Ma-mana mungkin aku i-ingat," jawab dayang Emma yang mulai keluar gugupnya.


"Jebloskan dia ke penjara bawah tanah!" titah sang Raja.


Sial, aku harus menggunakan cara lain kalau begini.


Dayang Emma terlihat santai meski mendengar sang Raja hendak menjebloskannya ke penjara, hal itu menarik perhatian sang kepala keamanan sekali lagi.


Dia terlalu santai untuk ukuran seorang dayang yang hendak dimasukkan ke penjara.


*

__ADS_1


Sang Raja duduk di singgasananya. Dia mengamati kalung platina di tangannya. "Kalau begitu, dari mana Eliana mendapatkan kalung ini?" gumamnya.


__ADS_2