Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Ibu Suri Paula yang Membaik


__ADS_3

“Aku harap kakak berbahagia di alamnya, kita akan mendidik Kevin agar menjadi raja yang sangat cakap seperti mendiang ayahnya.” Raja Gerald menatap pada Kevin yang sedang bercanda dengan adiknya. Meski masih berusia dua tahun, pangeran Kevin sudah menunjukkan sifatnya yang mengayomi pada adiknya, Putri Michelle.


“Yang Mulia Gerry pasti merasakannya. Dia akan bangga dan berterima kasih padamu karena telah merawat dan membesarkan anaknya,” sahut sang ratu menatap suaminya.


Raja Gerald tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Bukan, dia tidak harus berterima kasih padaku.” Sang raja menerawang jauh menatap ke sembarang arah untuk mengingat masa lalunya. “Justru ini wujud terima kasihku pada kaka yang selalu melindungi dan mau berkorban untukku.”


Sang raja mengingat bagaimana dulu dia sering melakukan kesalahan karena keegoisan dan kebodohannya di masa muda. Dia selalu mencoba menyembunyikan kekacauan yang telah dibuatnya, lalu ketika kekacauan itu diketahui oleh ayah atau ibunya, dirinya selalu bersembunyi di balik punggung kakaknya. Dan Pangeran Gerry saat itu selalu bersedia menerima hukuman atas kesalahan adiknya.


Bahkan penyesalan raja Gerald pun sama sekali belum terobati. Rasa itu masih terus menghantui, terutama ketika dirinya melihat Kevin. Saat Raja Gerry dinobatkan menjadi raja, dia pasti melalui masa-masa sulitnya, hingga anaknya harus terlahir setelah beberapa bulan ayahnya meninggal dunia.


“Mengapa aku sama sekali tak bisa memahami kesulitan saudaraku?” gumam sang raja menyalahkan dirinya sendiri.


Ratu Eliana mendekati pada raja Gerald, dia bersandar dan mengusap dada suaminya itu. “Semua manusia pernah melakukan kesalahan, tapi … menurutku, mendian Yang Mulia Raja Gerry pasti tidak menganggap jika semua yang telah kau lakukan padanya adalah sebuah kesalahan. Dia pasti merasa bahagia karena telah bisa membantu adiknya,” hibur sang ratu.

__ADS_1


“Kau selalu berkata positif terhadap segala sesuatu.” Raja Gerald tersenyum pada istrinya. “Aku beruntung memilikimu,” ujarnya lagi.


Sang ratu tersenyum mendongak menatap sang suami. “Aku lebih beruntung menjadi milikmu,” jawab ratu Eliana.


“Apa kita akan berdebat lagi karena masalah ini?” gurau sang raja mengingatkan kembali pada pembicaraan mereka saat malam itu.


Ratu Eliana tersipu dan bangkit dari posisi bersandarnya.


“Mari kita tengok ibu suri,”ajak sang ratu.


Perkembangan sang ratu kini menjadi lebih baik, para warga istana dibuat heboh dengan berita ketika jemari sang ibu suri mulai bergerak sedikit. Setelah menjalani terapi pengobatan tenaga dalam bersama pangeran Arshlan beberapa waktu yang lalu.


“Yang Mulia raja dan Yang Mulia ratu, salam hormat hamba untuk Yang Mulia,” sapa dari para ahli pengobatan dari Apharmacosia yang mendapat kepercayaan untuk menjaga dan memantau kesehatan ibu suri Paula.

__ADS_1


“Bagaimana kondisi ibunda? Apa sekarang lebih baik?” tanya sang raja sungguh antusias. Harapannya untuk bisa melihat ibu suri Paula sehat kembali sungguh tinggi.


Baik sang raja maupun sang ratu dan seluruh warga Raisilian, saling memanjatkan do’a untuk ibu suri.


“Yang Mulia ibu suri kini menjadi semakin lebih baik, Yang Mulia,” jawab ahli pengobatan dari Apharmacosia yang tertua.  Dia adalah pemimpin dari tim pemantau kesehatan ibu suri.


“Apa pangeran Arshlan ke mari?” Sang raja melihat kondisi ibunya yang kini rona wajahnya sudah terlihat tidak terlalu pucat seperti beberapa bulan yang lalu.


“Belum, Pangeran Arshlan sudah tidak ke mari selama sebulan terakhir. Selain kondisi Yang Mulia ibu suri Paula yang membaik, pangeran Arshlan juga sedang membantu kesembuhan calon ibu mertuanya yang memburuk.”


“Calon ibu mertua pangeran Arshlan, maksudnya, ibu suri Allura?”


 

__ADS_1


 


__ADS_2