Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Memijat Lagi


__ADS_3

Setelah pemandangan di atas gunung, tiba-tiba dalam video itu hitam dan gelap selama beberapa detik.


Raja Gerald melihat garis waktu pada video tersebut. Masih ada beberapa detik sebelum video berakhir, namun video masih memutarkan warna hitam dan kegelapan.


Hingga akhirnya ada cahaya redup yang semakin lama semakin terang dan memunculkan seseorang dengan hoodie.


Wajahnya pun semakin jelas, nampak orang tersebut sedang menata kameranya sendiri terlebih dahulu. "Semuanya, jika kalian melihat video ini. Itu artinya aku sudah tiada. Aku akan mengirimkan video ini kepada Raja Raisilian. Jika Yang Mulia Raja Gabriel bisa menemukan tempat ini, pesanku ... hati-hati dan perhatikan keselamatan kerja para penambang, jangan sampai demi harta kerajaan, kita menewaskan banyak nyawa tak berdosa. Suatu saat tempat ini akan ditemukan oleh kerajaan lain, aku harap Yang Mulia Raja menemukan tempat ini terlebih dahulu."


Tiit


Video itu pun berakhir.


"Bukankah itu ... itu ... Louis?" Raja Gerald bertanya-tanya.


"Sepertinya itu benar, Yang Mulia, hamba tidak mengerti," jawab Antony jujur.


"Kira-kira siapa pengirimnya?" tanya Raja Gerald lagi.

__ADS_1


"Jika perkiraan hamba tidak salah, maka video ini dikirim ketika ia meninggal dunia. Namun ... karena dia tujukan video ini untuk Raja Gabriel, sepertinya itu disebabkan pembuatan video ini pada masa pemerintahan mendiang Yang Mulia Raja Gabriel," jelas Antony.


"Kau benar, aku sependapat untuk itu!" Raja Gerald menganggukkan kepalanya.


"Tapi, jika Louis menyiapkan ini sejak lama, itu artinya ... pembunuh itu sudah mengincar Louis sejak sebelum baginda dibunuh? Bukan begitu Yang Mulia?"


"Benar juga! Tapi justru ayahanda yang mereka bunuh dahulu dibanding Louis!"


"Ini benar-benar teka-teki yang rumit Yang Mulia!"


"Apa mungkin ibu suri tau sesuatu jika kita tunjukkan ini pada beliau?"


Gerald menatap Antony dengan sorot tajamnya. "Kau benar!" serunya sambil menunjuk pada Antony. "Mungkin ibunda akan mengetahui sesuatu."


Raja Gerald pun beranjak dari tempatnya dan berjalan hingga ke arah pintu. Namun sebelum ia benar-benar keluar, Raja Gerald berbalik lagi. "Tapi ... sepertinya ibunda akan bersama Putri Estelle sekarang. Sepertinya ini bukan waktu yang tepat." Gerald menggelengkan kepalanya.


"Jadi ...? Apa yang baginda akan lakukan sekarang?" tanya Antony.

__ADS_1


Gerald terdiam sejenak sebelum sampai ke ambang pintu, lalu ia berjalan dan pintu itu dibuka oleh pengawalnya. "Sepertinya lebih baik aku ke tempat Eli sekarang! Sudah waktunya bagiku untuk memijatnya," jawabnya sambil tersenyum-senyum penuh arti.


"Yang Mulia ...." Antony menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa dia jatuh cinta pada Eli?" Antony bertanya pada dirinya sendiri. "Haaaish!" Pria tua itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


*


"Silakan masuk, Yang Mulia," sambut para pengawal begitu Raja sampai di depan pintu kamarnya.


Eliana yang baru saja menidurkan bayi Kevin pun terkejut.


Bibi Odeth langsung sontak berdiri dan membungkukkan tubuhnya di hadapan sang Raja.


"Dayang! Keluarlah! Tinggalkan kami berdua!" titah Raja Gerald.


Dayang itu langsung keluar. Sementara itu, Eliana kembali berdebar karena melihat kedatangan Raja.


"Aku akan memijatmu lagi, sekarang!" ucap Raja Gerald dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2