Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Teh untuk Yang Mulia


__ADS_3

"Yang Mulia tahu, apa yang mereka cari?" tanya Eliana pada Raja Gerald.


Raja Gerald mengangguk. "Sesuatu yang sangat berharga," jawabnya.


Eliana terdiam tak menjawab lagi. Ia melihat wajah Sang Raja tampak muram, Eliana terlihat seperti ingin menghiburnya.


"Yang Mulia, anda mau ini?" Eliana menyodorkan sebutir ke dekat Sang Raja.


Raja Gerald hanya diam saja.


Eliana cemberut, karena Sang Raja tak menggubrisnya. Akhirnya gadis itu berinisiatif untuk membuatkan sesuatu bagi Sang Raja.


Ia pun berdiri, dan menuju ke bar stool untuk membuat minuman. Kamar Eliana hampir mirip dengan kamar Yang Mulia, namun kamar ini lebih kecil dan tidak ada ruang kerjanya. Untuk fasilitas lainnya, kamar ini memilikinya hampir sama.


Eliana pun menyeduh teh chamomile untuk Sang Raja. Bunga chamomile kering dengan wangi yang khas segera menyergap indra penciuman Gadis itu.


Ia menunggu hingga cairan itu menjadi agak kemerahan. Pembuatan teh chamomile untuk Yang Mulia Raja ini tidak perlu menambahkan gula. Sang Raja termasuk orang yang selalu memakan makanan sehat, jadi ia pasti ingin menikmati sehatnya kandungan flavonoid dalam secangkir teh chamomile tanpa adanya efek samping dari sukrosa.


Hidup lebih lama dengan Sang Raja, membuat Eliana sedikit banyak paham dengan kebiasaan Rajanya itu.


Cangkir itu pun ia pindahkan ke atas nampan. Dengan hati-hati, Eliana mengangkat nampan dan menyuguhkan ke hadapan Sang Raja.

__ADS_1


"Yang Mulia," sapa Eliana dengan suara yang dibuat seimut mungkin.


Namun sayangnya Raja Gerald masih saja acuh dengan wajah serius yang menandakan ia sedang banyak pikiran.


Trek


Suara cangkir dan meja kaca yang beradu ketika mereka bertemu. Eliana menyimpan secangkir teh dari bunga chamomile itu di atas meja kaca.


"Ini teh dari bunga chamomile," ucap Eliana sambil duduk di lantai di samping meja. Wajahnya mendongak menghadap pada Yang Mulia Raja. "Katanya ... bunga chamomile dapat mengurangi stres," imbuhnya. "Minumlah, Yang Mulia," pinta Eliana masih dengan suara yang dibuat sangat imut.


Sambil tetap duduk di atas sofa, Raja Gerald melirik ke arah Eliana yang duduk bersimpuh di samping meja sambil menghadap ke arahnya. Gadis polos yang tidak tau bahaya. Memasang wajah imut seperti itu di depan pria asing, apa dia memang sengaja ingin kuterkam?


Eliana memasang puppy eyes sambil melihat ke arah Sang Raja. Berharap Sang Raja mau meminum teh bunga chamomile buatannya


"Yang Mulia, minumlah ...! Nanti teh ini menjadi dingin," ujar Eliana yang terlihat seperti rayuan maut bagi Yang Mulia Raja.


Tanpa melihat pada Eliana, Sang Raja langsung mengambil cangkir itu dan meminum isinya hingga tandas.


Setelah menghabiskannya, Raja Gerald langsung menyimpan kembali gelas itu ke atas meja. Matanya melirik lagi ke arah Eliana yang terlihat sekali bila gadis itu tersenyum bahagia, kala teh buatannya diminum habis oleh Sang Raja.


"Hei!" Sang Raja berdiri sambil memanggil Eliana.

__ADS_1


"Iya, Yang Mulia," jawab gadis itu. Eliana melihat Yang Mulia Raja mengulurkan tangan di hadapannya.


"Bangunlah!" titah Sang Raja.


Eliana menyambut uluran tangan itu, dan ia pun bangun sesuai perintah Raja Gerald.


Apa dia selalu sepolos ini di hadapan siapapun? Batin Raja Gerald bertanya-tanya.


"Hei, gadis bo doh!" panggil Sang Raja pada Eliana.


Gadis itu pun mendongak menghadap ke arah Yang Mulia Raja.


"Apa kau selalu memasang wajah seperti ini di depan setiap laki-laki?" tanya Sang Raja.


Eliana mengerjap-ngerjapkan matanya, ia merasa tak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Raja. "Me-memangnya, wajah saya kenapa Yang Mulia?"


Mendengar pertanyaan Eliana, Sang Raja semakin gemas dibuatnya.


Ketika tatapan mereka bersirobok, lagi-lagi Yang Mulia Raja melihat ke arah bibir ranum Eliana. Namun ia tak boleh tergoda, sehingga Sang Raja pun mengalihkan perhatiannya.


"Wajahmu itu terlihat mengesalkan!" ungkap Sang Raja dengan nada menghardik pada Eli. Lalu, tanpa ingin tergoda oleh Eliana lebih lama, Sang Raja pun pergi meninggalkan gadis itu.

__ADS_1


Sementara itu Eliana menghentak-hentakkan kakinya. Menyesal aku telah berbuat baik padanya, orang menyebalkan akan selalu seperti itu. Kenapa harus dia yang menjadi Raja di Raisilian, sih?


__ADS_2