Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Diserang Pembegal


__ADS_3

"Jangan ganggu tuan putri! Hadapi kami!" Para pengawal yang berada di mobil lainnya keluar dan berusaha menangani pembegal yang menghadang mereka.


"Pasukan, ayo sebagian dari kita hadapi mereka! Sebagian lagi, culik tuan putri dan bawa ke istana kita untuk persembahan pada raja!" teriak pemimpin dari mereka menyeru.


Mereka bukan pembegal biasa. Pakaian mereka rapi dan hampir sama seperti pakaian para pengawal. Hanya saja mereka menggunakan armband berwarna hijau tua yang melingkar di setiap lengan mereka.


Pimpinan mereka bertubuh tinggi tegap, wajahnya bersih dengan potongan rambut cepak.


"Melihat dari penampilannya, mereka pasti pasukan dari kerajaan lain yang sepertinya memiliki perselisihan dengan kerajaan kita dulu." Sang pengawal yang masih berada dalam mobil untuk melindungi sang putri.


"Apa lagi yang telah ayah lakukan, hingga orang-orang lain menargetkan kita lagi seperti ini," gerutu tuan putri Estelle.


Ini adalah kedua kalinya ia mendapat serangan langsung, setelah sebelumnya ada yang ingin menculik dirinya. Kali ini seluruh rombongan mobil yang mengiringinya dicegat tanpa tau sebabnya.


"Keterlaluan!" geram sang pengawal.


Byur byur byur.


Terlihat salah seorang dari mereka menyiramkan bensin ke arah mobil yang dinaiki oleh putri Estelle.


"Tuan putri, keluar!" seru sang pangeran seraya membuka kunci pintu mobil.


Sang dayang langsung berlari ke pintu belakang begitu ia keluar dari mobil dan membantu tuan putri Estelle untuk keluar dari mobilnya.


"Ayo, Tuan putri!" ajak sang dayang buru-buru.

__ADS_1


"Tapi, ginsengnya?" Putri Estelle merasa ia perlu menyelamatkan ginseng hutannya.


"Tidak apa-apa! Kalau kita di dalam terus, mereka berencana untuk meledakkan mobil kita," ujar sang dayang memperingati.


"Kalian ke marilah bawa tuan putri! Kita harus melindungi tuan putri!" Sang pengawal meminta para dayang membawa tuan putri agar berada di belakangnya.


Mereka membentuk lingkaran dan melindungi putri Estelle. Sang putri terlihat cukup panik melihat beberapa pengawalnya terluka karena serangan dari para pembegal tersebut.


Seorang pengawal melayangkan tendangannya pada pada pembegal. Dengan mudah pembegal itu berkelit dari serangan yang ia terima.


Jumlah pembegal itu cukup banyak, sehingga satu orang pengawal menangani tiga sampai empat orang pembegal.


Masing-masing dari mereka pun merasa cukup kerepotan.


Tuuut


Salah seorang dayang mencoba menghubungi istana kerajaan.


"Halo ...? Kepala dayang, kami sedang diserang. Tolong kami!" ujar salah satu dayang yang menelepon.


Grep.


Tuuut


Tuuut

__ADS_1


Telepon itu direbut oleh pembegal dan langsung diputus sambungannya.


"Tidak ada yang boleh menghubungi siapapun atau kalian akan kubunuh!" ancam sang pembegal.


Blug


Salah seorang pengawal berhasil menendang punggung pembegal yang sedang mengancam. "Aku lawanmu!"


"Bedeb*h! Hyaaaat!"


Mereka pun kembali bertarung dan bertukar jurus untuk saling melawan dan menjatuhkan.


Para dayang gemetar ketakutan, terutama dayang yang telah menelepon ke istana tadi. Ia benar-benar merasa gugup karena berpikir telah berada di ujung hidup dan mati.


"Dayang! Lindungi tuan putri!" seru salah seorang pengawal yang sedang diserang oleh lima pembegal sekaligus.


Salah seorang pembegal telah ada yang menuju pada para dayang dan tuan putri Estelle.


Dayang-dayang itu semakin gemetaran memgelilingi sang putri. Jangankan melindungi orang lain, bahkan untuk melindungi diri mereka sendiri pun rasanya mereka tidak mampu.


"Jangan takut! Aku belajar sedikit bela diri! Biar aku yang menghadapi mereka!"


"Tidak! Tuan putri!"


*

__ADS_1


__ADS_2