
Raja melepas perekat amplop tersebut. Lalu mengeluarkan secarik kertas yang terlipat di dalamnya.
Dia membaca surat tersebut dalam hati, ekspresinya tak bisa ditebak. Alisnya bertaut dengan dahi yang berkerut-kerut.
Brak
Secarik kertas itu tertimbun oleh tangan Raja Gerald yang menggebrak meja. Sontak hal itu membuat terkejut tiga orang lain yang ada di sana.
"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Antony.
"Perdana menteri Arshville ingin mengadakan konferensi untuk pejabat tinggi kerajaan, dan seluruh anggota parlemen." Raja Gerald berbicara sambil meremas kertas surat tersebut.
"Jangan-jangan ...," tukas sang menteri sumber daya dengan wajah terkejut sekaligus penasaran.
"Jangan-jangan kenapa, Pak menteri?" tanya Dave yang tak mengerti.
"Beberapa hari yang lalu, saat para menteri mengadakan rapat tertutup. Kami menyepakati adanya persidangan untuk terdakwa yang mencuri kalung raja. Sepertinya, untuk itu perdana menteri Arshville mengumpulkan kita semua."
Perdana menteri Arshville, memang selalu dituakan lebih dari perdana menteri dari wilayah lainnya. Sehingga perdana menteri Arshville selalu memimpin komando pada jalannya sebuah pertemuan.
__ADS_1
Sejak zaman Raja Raisilian V, yakni Raja Gabriel, beliau selalu mendahulukan pendapat dari perdana menteri Arshville, meski keputusan akhir tetap berada di tangan Raja Raisilian. Namun, pemimpin wilayah otonomi Arshville tersebut selalu mendapat keistimewaan dibanding anggota parlemen lainnya.
"Apa Yang Mulia akan memenuhi undangan tersebut?" tanya menteri sumber daya pada Sang Raja.
"Bagaimana menurutmu, Antony?" Sang Raja menimpalinya dengan pertanyaan untuk penasehatnya.
"Lebih baik kita susun rencana sebelum menghadiri pertemuan itu, Yang Mulia," saran Antony.
"Rencana? Kau punya rencana?" ujar Raja Gerald.
"Yang terlintas dalan pikiran hamba, jika mereka berusaha mengungkap keberadaan nona Eliana dan bayi Kevin, maka sebelum itu semua terjadi, lebih kita harus ungkap sendiri terlebih dahulu keberadaan mereka," jawab Antony.
"Itulah, Yang Mulia. Hamba dengar, Yang Mulia berencana mempersunting Nona Eliana, dengan kabar pernikahan Yang Mulia dengan Nona Eliana, rakyat akan lebih mudah menerimanya."
"Lalu bagaimana dengan Kevin?"
"Raja bisa mengatakan itu adalah anak angkat Yang Mulia."
Sang Raja terlihat masih merenungkan perkataan Antony. Berbagai penyangkalan timbul dalam pemikirannya. Ia merasa ragu dengan rencana penasihatnya itu.
__ADS_1
"Antony? Mereka akan membahas orang yang mencuri kalungku, tentunya mereka akan menyudutkan Eliana akibat perkara itu. Apa dengan mengumumkan bahwa aku akan menikahi Eliana, bisa menutup berita itu?" Sang Raja mengungkapkan lagi penyangkalannya.
"Saya menyangsikan jika Nona Eliana adalah pencurinya. Anak Louis tidak akan pernah mencuri kalung buatan ayahnya sendiri!" Antony menegaskan.
"Kau percaya jika kalung ini buatan Louis?" tanya Raja Gerald.
"Ya, Yang Mulia Raja Gerry berkata jika kalung yang dipakai adalah hadiah dari Louis yang dibuat oleh tangannya sendiri," jelas Antony.
Menteri Sumber Daya dan Dave hanya terdiam mendengar perbincangan itu.
Setelah mendengar penjelasan Antony, Raja Gerald termenung sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja.
Eliana juga berkata jika kalung ini pemberian ayahnya, bahkan Eliana berkata jika dia tahu bahwa ayahnya yang membuatnya sendiri.
Apa mungkin Louis membuat dua buah kalung yang sama? Lalu memberikannya pada Kakak dan juga pada Eliana?
Raja berkutat pada pemikirannya. Lalu ia sambar kertas kumal pemberian Dave. Dia amati sekali lagi kertas itu, tak lama kemudian, matanya pun berbinar.
"Kalian pulanglah! Aku terpikir sesuatu tentang simbol ini. Tuan Dave, aku akan berusaha untuk mendapatkan hasil penelitianmu di laboratorium tersembunyi milik paman Louis. Dan kau Antony, ikut aku ke brankas penyimpanan sekarang!"
__ADS_1