
"Yang Mulia Raja, Ibu Suri," sapa seorang gadis cantik berbalut gaun mewah khas bangsawan.
"Kau sudah lama menunggu, sayang?" Sang ibu suri segera menghampiri gadis itu.
"Ah, tidak. Aku juga baru saja tiba," jawabnya.
"Syukurlah."
Tak jauh dari posisi ibu suri, Raja Gerald datang, duduk di sebuah kursi yang telah ditarik oleh salah satu pengawalnya.
Makanan khas kerajaan Raisilian tersedia. Bangsawan dari kerajaan ini sudah terbiasa memakan makanan mewah, sehat, nan alami.
Namun khusus untuk makan malam kali ini, mereka menyediakan teripang dan lobster kelas atas yang memiliki kualitas nomor satu di kerajaan Raisilian. Karena kedua makanan itu adalah makanan kesukaan Tuan Putri Estelle.
"Wah, terima kasih," ucap Putri Estelle berbahagia ketika pelayan menyodorkan teripang dan lobster ke hadapannya.
"Silakan dinikmati Tuan Putri, koki kami memasak khusus untuk anda." Ibu suri tersenyum bahagia melihat Putri Estelle yang bergembira.
"Kerajaan Raisilian memang selalu memperlakukan tamunya dengan baik. Rajanya juga sangat ramah, bukan begitu, Yang Mulia Raja Gerald?" Putri Estelle menatap ke arah Raja Gerald yang dari tadi hanya diam saja tanpa banyak bicara.
__ADS_1
"Aaa ... iya ...," jawab sang Raja sekenanya.
Ibu suri melihat kecanggungan itu, ia pun bertanya kembali pada putri Estelle. "Tuan Putri, berapa lama rencananya Tuan Putri di kerajaan Raisilian? Saya berharap, Tuan Putri bisa lebih lama di sini untuk mengunjungi banyak titik wisata yang indah, ya ... untuk sekedar berjalan-jalan, menghirup udara segar, atau hanya sekedar swafoto," ujar Paula sang ibu suri dengan ramah.
"Hmmm ... inginnya sih, begitu. Tapi ... semuanya ter ... gan ... tung ...," jawab Putri Estelle sambil melirik ke arah Raja Gerald.
Sementara sang Raja yang sedang ditatap, berpura-pura tak tahu sambil melahap irisan timun yang ia tusuk dengan sebuah garpu.
"Eehm ... eehm ...." Paula berdehem seakan mengingatkan Raja Gerald agar menjawab perkataan putri Estelle.
"Aaa ... iya, maaf," ucap Raja Gerald tiba-tiba. "Kalau Tuan Putri ingin berkeliling Raisilian, aku akan sewa kendaraan dan supir khusus untukmu. Jangan khawatir akan kupastikan dirimu selalu mendapat pengawalan yang baik," jawab Raja Gerald sambil berpura-pura tak paham dengan pernyataan Putri Estelle sebelumnya.
"Ayo dimakan Tuan Putri, semua ditangkap hanya untuk anda!" Ibu suri menengahi.
Kemudian sang ibu suri menngeleng pelan. "Saya memiliki alergi makanan laut, dan itu menurun pada Gerald. Sehingga di rumah hampir tidak pernah ada makanan laut," jelasnya.
"Dan sekarang, koki kami memasak ini semua, khusus untuk siapa lagi jika bukan untuk Tuan Putri Estelle yang cantik," lanjut Sang Ibu Suri.
"Wah ... terima kasih, aku merasa diistimewakan." Putri Estelle tersenyum dan melanjutkan kunyahannya.
__ADS_1
Selama beberapa menit, mereka menikmati makanan yang disuguhkan. Tidak ada suara lagi selain dentingan alat-alat makan.
Dan setelah beberapa menit dilalui, Raja Gerald yang paling dahulu usai, kemudian disusul ibu suri dan yang terakhir Putri Estelle, menyisakan cangkang luar lobster di atas piringnya.
"Yang Mulia Raja, Ibu Suri, apa kalian ada waktu barang sebentar saja sekarang?" tanya Putri Estelle tiba-tiba.
"Ada apa memangnya?" tanya Gerald dengan agak ketus.
"Emmh ... tunggu sebentar aku harus mencuci tanganku dulu." Sang Putri langsung berlari sesaat dan kembali lagi ke kursinya dalam waktu kurang dari satu menit, dengan keadaan kedua tangan yang sudah wangi.
Raja Gerald membuang mukanya.
"Ada apa, Sayang?" tanya ibu suri dengan nada yang lembut.
Tuan putri pun langsung memanggil dayang-dayangnya dengan sedikit tepukan tangan.
Kemudian dua orang dayang menghampirinya dengan membawa beberapa bingkisan.
"Saya mohon maaf, baru bisa memberikannya sekarang," ucap Putri Estelle sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya ibu suri dengan sumringah menerima bingkisan dari para dayang.
"Hadiah, untuk Yang Mulia Raja dan Ibu suri, bukalah!"