
“Jadi kalian berpacaran? Ini berita yang bagus untuk ibunda, anak-anakku.”
Sang putri melongo mendengar ucapan ibunya, sementara itu pangeran Arshlan tersenyum penuh kemenangan. Pangeran Arshlan seakan tau, jika putri Estelle tak mungkin merusak kebahagiaan sang ibunda.
“Benar sekali ibunda ratu. Putri Estelle meminta perlindungan dariku,” jawab pangeran Arshlan dengan sangat meyakinkan.
Sejak kapan aku berkata demikian? Batin sang putri meronta-ronta, karena sungguh-sungguh merasa kesal.
“Kalian sungguh manis sekali,” puji ratu Allura. “Ya, begitulah! Aku sendiri kurang mengerti isi dari perjanjian mereka berdua, tapi … yang jelas, putri Estelle harus menikah dengan raja Morreno. Bahkan ketika raja Jeremy sudah meninggal, dia mengatakan kalau perjanjian itu masih berlaku.”
“Kurang ajar!” Sang pangeran benar-benar terlihat marah dia mengepalkan tangannya hingga muncul urat-uratnya yang kehijauan.
“Ah, maafkan hamba ibunda ratu! Hamba tidak bermaksud menunjukkan amarah di hadapan anda.” Sang pangeran melonggarkan kembali otot-ototnya yang sempat mengeras.
“Tak apa, ananda. Bahkan aku sangat berterima kasih, karena ternyata ada pria yang tulus mencintai anakku hingga sedemikian rupa. Apalagi jika pria itu setampan dan sehebat dirimu, ananda!” Ratu Allura terlihat sedang tersenyum bahagia.
“Ibunda ratu terlalu memuji,” timpal sang pangeran sambil menunduk namun ekor matanya melirik pada putri Estelle yang mulutnya terlihat bergerak-gerak seakan merapalkan sumpah serapah pada pangeran Arshlan.
__ADS_1
“Hamba hanya khawatir, apalagi waktu itu raja Morreno sempat berusaha menculik putri Estelle.” Sang pangeran tiba-tiba mengatakan hal tersebut yang membuat putri Estelle terkejut, karena ibuda ratu Allura sama sekali belum mengetahui hal itu. Dikarenakan saat hal itu terjadi, sang ratu sedang dalam keadaan kurang sehat sehingga putri Estelle enggan bercerita.
“Apa itu benar?” Ratu Allura langsung histeris.
Putri Estelle mengangguk lemah. Ia tak berani berbohong di hadapan ibundanya.
“Yang aku dengar perjanjian mereka bertiga juga melibatkan menteri Garfield dari Raisilian, namun untuk penyebab dari perjodohan sendiri aku kurang tahu,” timpal sang ratu.
“Ananda Arshlan, boleh aku minta tolong sesuatu padamu,” pinta ratu Allura kemudian.
“Silakan, Ibunda. Hamba akan berusaha memenuhi keinginan dari wanita yang telah melahirkan orang yang hamba cintai,” jawab pangeran Arshlan penuh kegombalan.
“Aku titip anakku, Putri Estelle. Tolong jaga dia dari raja Morreno. Jika suatu saat nanti kalian menikah, aku telah merestui kalian sejak sekarang. Tolong, jangan sampai putri Estelle dinikahi oleh raja Morreno.” Ratu Allura menggenggam tangan pangeran Arshlan.
“Aku akan mengusahakan semuanya, Ibunda ratu.”
Sang putri terharu akan permintaan ibundanya, dirinya langsung memeluk sang ratu dari belakang dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
“Aku sangat menyayangimu, putriku. Berbahagialah dengan laki-laki pilihanmu.” Ratu Allura menempelkan kepalanya pada putri Estelle yang memeluknya dari belakang.
Aku senang mendengar perkataan ibunda. Tapi ibunda salah, bukan pangeran Arshlan pria yang kucintai. Entah siapa, sampai saat ini hatiku masih kosong. Putri Estelle ingin sekali memberi tahu kebenarannya pada sang ibunda. Namun, demi kebahagiaannya, putri Estelle rela mengikuti kebohongan pangeran Arshlan.
“Bisa kalian jelaskan bagaimana raja Morreno menculik putriku?”
Pangeran Arshlan mengangguk dan memulai ceritanya yang dimulai dari melihat bayangan orang berkelebatan. Lalu dia mengejarnya dan menangkap orang tersebut seraya melumpuhkan syaraf-syarafnya. Sesekali putri Estelle juga menimpali untuk melengkapi cerita.
“Jadi seperti itu, Ibunda.”
Sang ratu mengangguk-angguk.
“Tolong jaga putriku, ya!” Sebenarnya dalam hati ratu Allura sangat khawatir, namun melihat pangeran Arshlan yang bersungguh-sungguh ingin melindungi putrinya dan dia juga tau betapa kuatnya naga hitam dari timur, maka kekhawatiran sang ratu berkurang.
“Pangeran Arshlan, berjanjilah kau hanya akan menikahi putriku, dan selalu mencintainya!” pinta sang ratu.
“Aku berjanji, ibunda!”
__ADS_1