
"Kau memang benar. Ternyata kau cerdas juga?" Sang Raja bangun dari pangkuan Eliana.
Sementara gadis itu terkejut, karena baru kali ini Sang Raja terang-terangan, menunjukkan pujiannya untuk Eliana.
"Jadi ... selama ini Yang Mulia menganggap hamba bodoh?" tanya Eliana dengan wajah cemberut.
"Iya, kenapa? Kamu marah?" goda Sang Raja sambil berpura-pura sinis pada Eliana.
Gadis itu menunduk dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, Yang Mulia," jawabnya yang tak berani membantah Sang Raja.
Dia memang menggemaskan, batin Sang Raja menertawakan Eliana.
"Jadi memang benar. Aku, Antony, dan sebagian kecil anggota parlemen berpikir demikian. Namun, para anggota parlemen yang lainnya, beralasan jika kebanyakan tuna karya berasal dari golongan orang-orang berkebutuhan khusus dan para lansia. Sehingga mereka tidak bisa mencari uang sendiri," ujar Raja Gerald menyambung diskusi yang sebelumnya.
__ADS_1
Eliana manggut-manggut, lalu setelah terpikirkan sesuatu, ia pun mengungkapkan pada Raja Gerald. "Yang Mulia Raja, sebelumnya mohon maaf bila hamba salah. Ada baiknya pihak kerajaan mendata seluruh tuna karya yang ada. Lalu kita bisa pecah menjadi beberapa golongan. Misal golongan muda dan sehat, lalu yang kedua golongan berkebutuhan khusus dan yang terakhir golongan lansia."
Raja memperhatikan perkataan gadis di hadapannya dengan seksama.
Lalu Eliana pun melanjutkan ucapannya. "Setelah itu, untuk golongan muda dan sehat, kerajaan bisa memfasilitasi mereka dengan meminjamkan modal. Mengapa hanya dipinjamkan? Agar mereka serius pada usahanya, karena merasa terbebani ketika harus mengembalikan modal. Modal itu bisa digunakan untuk membuka usaha sendiri, ataupun digunakan untuk mengikuti pelatihan, agar mereka bisa mendapat pekerjaan yang layak sesuai dengan keahlian," jelas Eliana.
Raja Gerald terus mendengarkan penjelasan Eliana sambil mengangguk-angguk. "Benar juga! Teruskan!"
"Bagus! Itu brillian! Tapi bagaimana dengan orang berkebutuhan yang tidak bisa melakukan apa-apa dalam hidupnya. Atau maksudnya, orang berkebutuhan khusus yang bahkan tidak bisa bangun?" tanya Sang Raja lagi.
"Kalau untuk itu, Yang Mulia bisa memberinya bantuan langsung tunai untuk kebutuhannya sehari-hari." Eliana menjawab tanpa ragu, lalu melanjutkan lagi penjelasannya. "Semenatara untuk lansia juga sama, Yang Mulia tinggal memberikan bantuan langsung tunai pada mereka," imbuhnya.
Sang Raja menatap Eliana dengan lekat, ia kagum pada pemikiran gadis polos di hadapannya yang menurutnya cukup bijaksana.
__ADS_1
Raja Gerald pun membelai surai kecoklatan milik Eliana yang menutup sebagian wajahnya.
"Lalu, ada lagi? Aku akan dengarkan!" pinta Gerald.
"Tidak Yang Mulia," jawab Eliana yang malu-malu karena ditatap seperti itu. "Kalau Yang Mulia tidak suka, Yang Mulia boleh tidak mengikutinya," ujar Eliana takut ia disangka menggurui oleh Sang Raja.
Raja Gerald kembali mendekatkan wajahnya ke arah Eliana, dan satu tangan di atas dada gadis itu.
"Kamu cerdas ternyata. Kalau seperti ini, bagaimana bisa aku tidak menginginkanmu?
*
Jangan lupa, follow ig author: kak.ofa
__ADS_1