Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Menengok Ratu Allura


__ADS_3

"Apa Ratu Allura ada di dalam?" tanya ibu suri Paula pada sang penjaga.


"Ada, Yang Mulia," jawab penjaga pintu kamar Ratu Allura. "Apa Yang Mulia hendak masuk?"


"Iya."


"Baiklah, Yang Mulia."


Tok tok tok


Sang penjaga mengetuk pintu untuk ibu suri dan juga Eliana yang hendak berkunjung.


"Ibu suri Paula dan Nona Eliana hendak mengunjungi Yang Mulia Ratu," ujar sang penjaga pada dayang yang menjawab ketukannya.


"Silakan masuk, Yang Mulia," ucap penjaga pintu seraya mendorong pintu kamar tersebut agar terbuka.


Ibu suri Paula dan Eliana pun masuk ke dalam kamar tersebut.


"Paula?" sapa Ratu Allura yang sedang memakan buah-buahan dengan disuapi oleh putri Estelle.

__ADS_1


"Kau sudah sembuh?" tanya ibu suri balik.


"Seperti yang kau lihat," jawab Ratu Allura singkat lalu ia bergantian melihat pada Eliana yang datang bersama ibu suri Paula.


Eliana dan ibu suri duduk di sebuah sofa panjang yang ada di kamar itu dengan berdampingan.


"Hormat hamba untuk Yang Mulia Ratu," ucap Eliana pada Ratu Allura.


"Hormat diterima," jawab Ratu Allura. "Bagaimana pengalamanmu pergi ke Noirland? Apakah menyenangkan?" tanya sang Ratu.


"Sungguh menyenangkan, Yang Mulia Ratu. Sayangnya hamba tak bisa banyak berkeliling dan harus langsung kembali ke Raisilian setelah proses pelaksanaan kremasi selesai," timpal Eliana pada Ratu Allura.


"Ah, iya, begitulah. Jika Yang Mulia Raja mengajakku lagi, ya aku pasti akan ke sana," ujar Eliana menjawab sang putri.


"Kau pasti akan ke sana lagi," tukas sang putri dengan senyum penuh arti. Kemudian putri Estelle pun berdiri menghampiri Eliana yang sedang duduk di sofa berdampingan dengan ibu suri Paula.


"Aku akan pulang, Eliana." Putri Estelle terlihat mengucapkan kalimat pamitnya itu pada Eliana.


"Ya, aku sudah mendengarnya dari Yang Mulia ibu suri, Putri." Eliana berdiri ketika putri Estelle menghampirinya.

__ADS_1


Sang putri menunduk, lalu memeluk Eliana.


"Ada apa, Tuan Putri?" Eliana membalas pelukan sang putri. "Kita pasti akan bertemu lagi, kenapa kau menangis seperti ini?" hibur Eliana.


"Eliana, kuharap kau benar-benar saudara sepupuku," ujar sang putri mengagetkan Eliana.


Dari mana tuan putri tahu perihal ini? Apa ibu suri dari Noirland yang menceritakannya?


"Aku dan ibuku sama-sama menantikan hasil tes DNA mu dan nenek," imbuh putri Estelle seraya melepas pelukannya pada Eliana.


"Dari mana tuan putri tau tentang tes DNA itu?" tanya Eliana yang mengernyit karena heran.


"Nenekku, dia langsung menelpon pada kami begitu kalian pulang." Putri Estelle duduk kembali di tepi ranjang Ratu Allura. Begitu pula Eliana yang kembali duduk di sofa.


"Pantas saja, pertama kali aku melihatmu, aku merasa begitu familiar. Tapi ... aku tidak ingat jika wajahmu sangat mirip dengan mendiang kakak ipar yang ada pada foto. Aku sendiri belum sempat bertemu dengannya," tambah Ratu Allura.


"Tunggu!" Ibu suri Paula menginterupsi. "Maksudnya apa ini? Tes DNA apa?" Ibu suri yang belum mengetahui apa-apa mengenai hal ini pun bertanya-tanya.


"Ketika berkunjung ke Noirland, nenek merasa jika Eliana ini mirip sekali dengan putri Alana, putri sulung nenek, kakak dari ayahku. Maka dari itu, nenek berinisiatif untuk melakukan tes DNA,"

__ADS_1


__ADS_2