
Di rumah yang besar nan sepi itu, seseorang sedang menertawakan rencananya.
"Hahahahaha!" Gelegar tawanya yang diakhiri dengan sebuah sobekan kertas.
"Apa maksudnya? Dia mengkhianatiku?" ujarnya sambil berteriak pada benda mati di sekelilingnya.
Suasana yang cenderung gelap, beruntung sekali karena tak perlu melihat wajah orang tersebut sedang marah.
Dia mengambil gagal telepon, lalu menekan-nekan tombolnya dan menunggu telpon itu diangkat.
"S*alaaaan ...!" teriaknya sambil membanting telepon.
Berluang kali dia membanting gagang telepon, berulang kali pulang menekan-nekan nomor di sana dan berulang-ulang kali pula dia mengumpat karena lagi-lagi tak ada jawaban.
"Perdana menteri Arshville? Kenapa kau pergi sebelum rencana kita berhasil? Apa kau ketakutan?" Dia bertanya pada udara, seakan itu adalah perdana menteri Arshville yang sedang ia cari-cari dan menjadi sumber kemarahannya malam ini.
Surat yang ada di tangannya ia remas hingga menunjukkan urat-urat di punggung tangannya. "Dia benar-benar pecundang! Pengecut!"
__ADS_1
Dia pun melempar gumpalan surat yang sudah diremas tersebut hingga menggelinding ke sudut ruangan.
Menter Garfield, saya mohon maaf.
Rakyat Arshville melakukan kudeta dan rumah saya telah dihancurkan dalam sehari. Saya dan keluarga sudah tidak memiliki tempat tinggal. Maka dari itu, kami pergi meninggalkan Raisilian.
Saya juga telah melepas jabatan saya sebagai perdana menteri. Saya mohon maaf, karena saya tidak bisa mendukung anda, Tuan Menteri Garfield.
Arshville sudah tidak berada di tangan saya.
Kabar kemunduran Perdana Menteri Arshville dalam memberinya dukungan, adalah kabar terburuk yang hampir membuatnya gila. Tanpa Arshville, menteri Garfield tak memiliki lagi dukungan terbesarnya.
*
Sang menteri keuangan itu tertidur setelah larut malam, hampir dini hari.
Setelah datang dari pesta di istana kerajaan, dirinya mendapatkan sepucuk surat yang membuatnya terlihat sangat mengenaskan. Dia tak bisa tidur semalaman dan mabuk di rumahnya. Hingga tak sadarkan diri di sudut ruangan miliknya.
__ADS_1
Para dayang membangunkan tuannya yang terlihat mengenaskan tersebut. Lalu mengangkatnya ke kamar tidur. Menteri Garfield masih belum sadarkan diri, hingga hari telah menuju siang.
"Aku harus menemui sang raja!" ujarnya yang tiba-tiba mengejutkan para dayang yang menungguinya.
Menteri Garfield bangun dan langsung terburu-buru mengganti bajunya. Mandipun tak ia lakukan karena sepertinya yang ingin dilaksanakannya adalah sesuatu yang sangat penting.
"Sayang, tolong sarapan dulu." Istri menteri Garfield yang baru datang saat pagi, memanggilnya. Istrinya itu tak tahu bagaimana kondisi suaminya semalam.
Sang menteri tak menjawab siapapun yang bertanya maupun menyapa pada dirinya. Dia fokus pada jalanannya dan langsung menuju ke istana Raisilian untuk menemui sang raja yang masih menjadi pengantin baru.
Tidak ada cuti sepertinya bagi pasangan pengantin baru itu. Karena masalah-masalah dan tugas selalu muncul setiap hari.
"Tidak ada perdana menteri Arshville yang mendukungku pun tak apa! Aku bisa berdiri sendiri. Berjalan di atas kekuasaanku sendiri, lihatlah!" teriaknya sambil mengendarai mobil dengan kecepatan setannya.
"Singa memang selalu berjalan sendiri! Sedangkan para domba yang selalu bergerombol! Seperti kau dan orang-orangmu Raja Gerald!" umpat sang menteri yang seperti orang sedang kerasukan itu.
Mobilnya benar-benar membelah jalanan. Membuat para pengguna lainnya menepi dan ketakutan. Mobil itu terlalu mencolok untuk melintasi jalan raya tanpa iring-iringan. Siapapun tahu, jika itu adalah mobil menteri Garfield.
__ADS_1
*
Jangan lupa untuk baca cerita baru dari saya dengan judul "Cinta Pria Miskin". Dijamin seru!