
"Eeeeumh!" Sebuah suara meronta terdengar dari dalam bungkusan plastik.
"Sudah sadar rupanya?" Pangeran Arshlan yang membawa bingkisan tersebut terkejut karena mendengar suara dari dalamnya.
"Aku harus berjalan berkilo-kilo meter untuk kembali, kalau gadis cengeng itu tidak menggembesi ban mobilku, aku pasti sudah sampai!" gerutu pangeran Arshlan sepanjang jalan.
Pangeran Arshlan, merupakan putra semata wayang dari Raja Michael dan Ratu Maria. Pangeran Arshlan berasal dari Yorksland. Dia adalah pewaris tahta tunggal yang akan menjadi Raja selanjutnya setelah kedua orang tuanya meninggal.
Meskipun berasal dari kalangan istana, Pangeran Arshlan banyak belajar bela diri dari para Ksatria. Bahkan di usia dua belas tahun, dia sudah dinobatkan sebagai salah satu pemimpin barisan Ksatria Yorksland karena kemampuannya.
Selain kemampuan bela diri, Pangeran Arshlan juga dibekali pembelajaran mengenai politik, tata negara, perekonomian kerajaan, dan berbagai cara penanganan dari permasalahan yang sering terjadi di masyarakat.
Pangeran Arshlan merupakan sosok ideal seorang Raja yang akan menjadi penerus Raja Michael. Perangainya ramah dan terlalu santai, membuat ia mudah berbaur dengan rakyat biasa. Hal tersebut yang membuat sang pangeran dicintai rakyatnya.
Namun, beberapa saudara yang iri pada keluarga mereka menginginkan tahta pangeran Arshlan.
"Hup! Hup! Hup!" Bukanlah hal yang susah bagi seorang Ksatria sekelas Pangeran Arshlan melompati gedung-gedung tinggi.
Sifatnya yang menyukai kebebasan membuat Pangeran Arshlan akrab dengan Pangeran dari Raisilian, yakni Pangeran Gerald yang kini menjadi Raja.
__ADS_1
Meski Raja Gerald tak seahli Pangeran Arshlan dalam bela diri, namun mereka berteman sangat dekat. Sampai mereka harus berpisah ketika kabar kematian ayahanda Raja Gerald terdengar, dan selang berapa tahun setelah kematian Raja Gabriel disusul oleh kematian Raja Gerry yang pada akhirnya mengharuskan Raja Gerald menjadi seorang Raja.
"Huuuft! Istana Raisilian!" Senyum pangeran Arshlan begitu melihat benteng megah dengan panjang ribuan meter di depannya.
"Sepertinya sekarang aku harus masuk dengan cara formal!"
*
"Waah, aku tidak menyangka ada bayi selucu ini di istana," puji Putri Estelle saat melihat bayi Kevin sedang bersama Eliana dan ibu suri Paula.
"Tuan Putri, kau baru saja mengalami musibah. Apa kau tidak ingin beristirahat?" tanya ibu suri pada Putri Estelle.
"Ah, itu ... aku ingin beristirahat. Tapi ... sepertinya pikiranku butuh pengalihan," jawab sang Putri dengan wajah sedih.
"Apa kau sedang bersedih, Tuan Putri?" tanya Eliana.
Ibu suri tersenyum mendengar Eliana bertanya pada Putri Estelle.
"Putri Estelle sedang dihadapkan pada beberapa masalah di kerajaannya, Eliana," jawab sang ibu suri mewakili Putri Estelle.
__ADS_1
"Ibu suri, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu," ujar sang Putri sambil berjalan beriringan dengan mereka berdua.
"Apa itu sifatnya pribadi, Putri?" tanya Eliana.
"Ah, tidak! Kau boleh mendengarnya juga di sini, Nona Eli," timpal Putri Estelle sembari tersenyum ramah.
"Kalau begitu apa yang ingin kau tanyakan?" tanya ibu suri Paula.
"Dari mana Yang Mulia Raja tahu jika pencuri kalung dan pembunuh dayang Emma adalah kakakku. Bukannya Ibu Suri belum sempat menceritakan semuanya pada Raja Gerald?" tanya putri Estelle. "Lalu bukankah semua perbuatan tidak terekam cctv, jadi dari mana Yang Mulia Raja tahu?"
"Mari kita cari tempat agar bebas bercerita."
*
Bersambung ....
Ini cerita masih on going ya, jadi wajar kalau tiap episode-nya sengaja digantung. Kalau nggak digantung berarti ceritanya udah tamat dong.
Kalau nggak mau baca cerita yang menggantung, mending baca cerita yang udah tamat aja deh. Biar nggak nunggu-nunggu, ok!
__ADS_1
Tebarkan cinta dalam setiap komentar ya.
Buat komentar yang mengandung hate speech, akan diblokir.😉