Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Wanita Pengkhianat


__ADS_3

"Apa sentuhanku yang seperti ini membuatmu nyaman?" tanya Raja Gerald dengan bibir yang sengaja ditempelkannya pada telinga Eliana.


"Eemh," jawab Eliana hanya dengan lenguhan panjang.


Dalam sekali tarikan, dibawanya tengkuk Eliana mendekat ke arahnya. Hingga kedua bibir mereka bertemu dan bertaut satu sama lain.


Mencecap rasa yang ada di dalamnya, Raja Gerald membelai lembut leher Eliana menggunakan tangannya.


Hingga pada akhirnya kecupan itu berubah menjadi lebih berani, semakin intens dan semakin dalam.


Tangan sang Raja pun turun ke area dada Eliana, lalu bergerilya di dalamnya. Beruntungnya sang Raja, karena gaun yang digunakan Eliana memiliki resleting di depannya. Hingga dalam sekali tarik ia turunkan gaun itu untuk memperlihatkan sesuatu milik Eliana yang menjadi dambaan Raja Gerald.


Satu kecup di area itu, tak bisa memuaskan sang Raja. Ia tambah lagi, lagi, dan lagi.


Tok tok tok


"Maaf, Yang Mulia. Antony dan Tuan Dave sudah ada di sini," ujar suara yang terdengar dari luar.


"Ah, sial!" umpat sang Raja yang merasa kesal karena ia harus menyudahi permainannya.


Sang Raja pun berdiri, namun Eliana menatap mata pria itu dengan tatapan yang mendamba. Memohon agar prianya tidak pergi.

__ADS_1


Tok tok tok


"Yang Mulia, anda ada di dalam?" tanya sang pengawal yang berada di luar.


"Minta mereka menunggu!" titah sang Raja dengan suara keras.


"Maaf, sudah membuatmu menunggu!"


Raja Gerald pun menyelesaikan apa yang sempat tertunda. Ia keluarkan seluruh hasrat yang telah tertanam dalam hati-hatinya. Gelora nafsu yang sudah naik hingga ubun-ubun mau tidak mau harus dituntaskan.


Eliana menikmati setiap yang dilakukan sang Raja pada tubuhnya. Dorongan dari teh yang ia minum, membuat Eliana memberi respon di luar dugaan sang Raja. Namun itu membuat Yang Mulia Raja senang dan semakin melancarkan aksinya.


Membenamkan seluruh keperkasaannya pada wanita yang ia cintai, seakan memasrahkan seluruh hidup padanya.


Eliana berulangkali mengerang, mengeluarkan suara yang membuat sang Raja semakin bernafsu dibuatnya.


Dan pada akhirnya, hingga permainan ini usai. Eliana pun tertidur dengan senyum terbit di wajahnya.


Sang Raja segera membersihkan diri, tanpa ia sadari satu jam lebih permainan mereka berlangsung.


Raja Gerald membiarkan Eliana tertidur, sementara dirinya segera bersiap untuk menemui Antony dan Tuan Dave.

__ADS_1


Usai mandi, Raja menyelimuti tubuh polos Eli dan membiarkannya tetap tertidur.


Untungnya, laboratorium bawah tanah tadi belum ditutup, sehingga Raja Gerald tak perlu memasukkan ulang kode pintu yang dibuka oleh Eliana tadi. Karena sebenarnya, sang Raja pun belum diberi tahu oleh Eliana, apa dan bagaimana kata kunci yang menjadi kode pintu tersebut.


Sang Raja pun keluar dari kamar tersebut setelah berpakaian lengkap kembali.


"Pengawal, biarkan Eliana tertidur. Aku akan menemui Antony dan Tuan Dave, ada di mana mereka?" tanya sang Raja begitu ia keluar kamar.


"Tuan Dave dan Tuan Antony, sempat ke laboratorium, namun mereka keluar lagi. Sepertinya sekarang mereka ada di belakang mansion ini," jawab pengawal.


Belum sang Raja melangkah ke belakang. Ternyata Tuan Dave sudah terlebih dahulu muncul dari arah dapur.


"Yang Mulia, maaf saya lancang karena tiba-tiba bertanya begitu kita bertemu. Jadi, saya penasaran dengan foto ini, apa benar wanita dalam foto ini adalah ponakan tuan Louis? Kalau iya, apa hubungannya wanita pengkhianat ini dengan kakak anda, Raja Gerald?"


*


Sorry ya, nggak ada hot-hot nya sama sekali. Karena adegan uwunya cuma pemanis ya, gengs! Biar nggak terlalu pait karena isinya misteri melulu. Hihihi.


Karena novel ini ikut kontes di Noveltoon, jadi aku nggak bisa mengisi adegan dewasa di dalamnya. Takut didiskualifikasi aku tuh.


Jadi do'ain aku, ya! Semoga aku beruntung dengan kontes ini. Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2