
"Sayatan pedang angin." Jurus andalan pangeran Arshlan untuk melukai musuh tanpa menyentuhnya. Sang pangeran menggunakan jurus dengan level terendah, karena tenaga dalamnya belum pulih seutuhnya.
Ia pun melihat level kekuatan para lawan juga berada jauh di bawahnya. Namun meski begitu, ia harus tetap berhati-hati karena musuh tiba-tiba menjadi begitu banyak semenjak kedatangannya.
"Lambang rumput hijau tua, Yorksland! Apa yang mereka rencanakan?" geram pangeran Arshlan karena melihat lambang negaranya yang berada di armband para pembegal itu.
"Tidak ada waktu lagi! Aku akan habisi kalian semua! Hyaaaaat!"
Sang pangeran melompat dengan kecepatan jaguar dan melukai para musuhnya tanpa mereka sadari.
"Ahhk!"
"Aaw!"
Jerit dan erangan sang musuh yang terkena luka dari sayatan pedang angin pun terdengar dari pihak lawan. Dalam sekejap, ratusan musuh pun tumbang dalam keadaan berdarah-darah dan luka yang cukup dalam pada tubuhnya.
Melihat banyaknya pasukan dari pihaknya terluka, pimpinan mereka pun tercengang.
"Bagaimana? Masih mau maju?" tantang sang pangeran.
Pangeran Arshlan sendiri tahu, jika para prajurit yang menyerang rombongan putri Estelle kali ini adalah para juniornya. Siapa lagi yang mengirim mereka jika bukan pamannya.
Berdasarkan informasi yang ia terima dari mahaguru Respati, paman pangeran Arshlan sedang berusaha menduduki tahta di kerajaan. Namun niatnya masih terhalang karena sebagian besar rakyat menolak memberikan dukungan padanya.
Ratu Maria, ibu dari pangeran Arshlan dikabarkan melanjutkan meditasinya di bawah bimbingan mahaguru Respati.
Tugas sang pangeran sendiri kini adalah membawa calon istri untuk menjadi ratu. Dengan adanya seorang ratu di samping sang pangeran, paman-pamannya tidak akan lagi memiliki alibi untuk merebut tahta darinya.
__ADS_1
Namun untuk penyerangan prajurit Yorksland di area Noirland, masih belum bisa pangeran Arshlan tebak apa motifnya. Apalagi jika mereka sampai tertangkap, maka ini seakan menjadi simbol pernyataan perang dari kerajaan yang menyerang. Apa Yorksland ingin menunjukkan jika mereka mengajak Noirland berperang?
Tendang
Tangkis
Pukul
Sayat
Bertubi-tubi serangan mengenai prajurit Yorksland. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang berniat menyerah.
Sret!
Sang pangeran berhasil menyandera pemimpin mereka yang tidak lain merupakan junior pangeran Arshlan saat di akademi dulu.
Para prajurit itu sebagian besar telah terkapar, sebagian lagi terdiam tak berani bergerak.
"Siapa yang memerintahkan kalian?" tanya sang pangeran dengan keras.
Pimpinan prajurit itu diam tak menjawab.
"Jawab!" sentaknya. "Kutanya baik-baik sekali lagi! Siapa yang memerintahkan kalian?" Pertanyaan dari sang pangeran terdengar sangat mengintimidasi.
"P-pangeran Aro ...," jawab salah seorang dari prajurit tersebut.
Blug
__ADS_1
Pangeran Arshlan melempar sanderanya ke depan hingga tersungkur. Kemudian kaki sang pangeran menginjak punggung pria tersebut.
"Katakan pada pangeran Aro!" seru pangeran Arshlan seraya menarik jambul rambut pimpinan prajurit itu hingga kepalanya melenggak ke belakang.
"Apa dia ingin mengadu domba Yorksland dengan Noirland agar pernikahanku dengan putri Estelle gagal?"
Sang pangeran sudah menerka niat pamannya itu untuk menggagalkan pangeran Arshlan membawa seorang ratu.
"Jika sampai dia membuat ulah lagi, maka ...."
Sring
"Kepalamu taruhannya!"
Darah mengalir di leher pimpinan prajurit tersebut. Pangeran Arshlan sengaja membuat luka sayatan yang tidak terlalu dalam di leher sang prajurit.
"Pulanglah! Lalu kau ingat pada luka ini!"
*
Author note:
Buat kalian yang juga membaca novel Married with my Cousin, saya mohon maaf karena pengaturan waktu di novel itu error. Jadi tiba-tiba up tanpa urutan bab yang sesuai. Lebih baik diabaikan saja jika ada pemberitahuan dari novel tersebut.
Kemudian, untuk Cinta Pria Miskin. Masih dalam review editor mangatoon secara eksklusif, jadi saya masih melakukan editing sesuai arahan editor. Cerita itu akan saya up ulang, jika sudah diberi izin dari editor mangatoon.
Terima kasih atas dukungannya, semoga saya selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam membuat cerita.
__ADS_1