
Sementara itu di kamar Yang Mulia Raja, setelah kepergian dokter Arabelle dan konselor Ammy, dayang Odeth masuk ke dalam kamar untuk memberi bantuan yang diperlukan oleh Eliana.
"Bagaimana, Nona? Apakah konsultasi laktasinya lancar?" tanya Odeth.
"Bibi, kukira siapa yang masuk. Lancar, kok, Bi." Eliana menjawab sambil memberi pijatan pada pa yu da ranya.
"Syukurlah kalau begitu. Memang bibi dikira siapa? Dikira Yang Mulia Raja? Hihihi." Bibi Odeth tersenyum cekikikan saat menggoda Eliana.
"Iiih, apaan sih, Bi?" Gurauan Odeth itu meninggalkan rona merah di pipi Eliana.
"Ada yang perlu dibantu, Nona?" tawar bibi Odeth. "Barangkali Nona butuh dipijit oksinto ... oksinto ... itu," ujarnya lagi.
"Ok-si-to-sin, Bibi ...! Ok-si-to-sin!" tegas Eliana membenarkan perkataan dayang Odeth. "Hihihi," tawanya mengikik.
"Iya, maklum ... bibi kan sudah lama di istana, kerjanya juga hanya melayani Yang Mulia Raja dari kecil sampai sekarang, kalau ada istilah yang aneh itu, bibi suka susah mengingatnya." Dayang Odeth menjawab.
"Iya, Bi! Tolong pijit aku, ya. Biar aku yang memijit bagian depan," pinta Eliana.
"Baiklah," ujar dayang Odeth.
Eliana pun dipijat lagi oleh bibi Odeth saat itu. "Bi, sadar tidak, kalau aku menjadi lebih gendut?" tanya Eli.
__ADS_1
"Iya, ya? Ini ukuran br a juga menjadi lebih besar. Apa ini ada pengaruhnya dari program ASI itu, Nona?" tanya Odeth.
"Iya, kata dokter tadi tubuhku sedang mempersiapkan untuk memproduksi ASI. Jadi tubuhku sekarang sedang seperti orang hamil," jelas Eli. "Apa orang hamil selalu seperti ini, bibi?" tanya Eliana pada Odeth.
"Emmmh ...." Dayang Odeth terlihat seperti sedang berpikir, karena sesungguhnya dayang Odeth sendiri belum pernah hamil dan dia belum menikah. "Bibi juga kurang tau, tapi mungkin seperti itu. Karena orang hamil, kan, tubuhnya selalu menjadi lebih besar," ujar Dayang tersebut.
Eliana tersenyum-senyum. "Kok aku seneng banget ya, Bi!"
"Seneng kenapa?"
"Entahlah, mungkin karena tubuhku sedang seperti orang hamil, aku juga jadi membayangkan bagaimana jika aku benar-benar hamil dan punya anak nanti," kata Eliana.
"Nona memikirkan hamil anak siapa? Anak Yang Mulia Raja Gerald?" Bibi Odeth menggoda Eliana lagi.
Pipi Eliana menjadi semerah kepiting rebus. "A-apa sih, Bibi ...," gugup Eliana.
Cklek
Pintu kamar tiba-tiba dibuka tanpa ketukan. Siapa lagi yang datang jika bukan sang pemilik kamar.
"Apa konsultasinya sudah selesai?" Suara bas yang seksi dan selalu terdengar mendominasi di hati Eliana itu pun mendekat.
__ADS_1
Eliana spontan menutup dadanya begitu menyadari kedatangan Yang Mulia Raja Gerald.
"Su-sudah Yang Mulia," jawab gadis itu.
Gerald mengamati apa yang sedang dilakukan oleh Eliana dan dayangnya. Lalu ia memberikan perintah, "Pergilah!" titah Raja Gerald pada Odeth sang dayang.
Wanita perawan tua itu pun mengakhiri pijatannya. "Selamat bersenang-senang dengan suami anda, ya, Nona ...," bisik Odeth di telinga Eliana.
Mendengar godaan seperti itu dari sang dayang, Eliana merasa malu bukan main. Dag dig dug dalam jantungnya terasa begitu keras berdentam-dentam dalam rongga dadanya. Bagaimana kalau Yang Mulia Raja Gerald mendengarnya. Aduuuh, bibi Odeth ini suka sembarangan saja kalau bicara.
Eliana pun melirik pada bibi Odeth yang sudah berada di ambang pintu. Pengawal menutup pintu tersebut dan menyisakan kesunyian yang tercipta di antara dua anak manusia yang berbeda kasta ini.
*
Sesuai janji ... di episode kali ini aku akan jelaskan asal kata 'Raisilian'.
Raisilian itu, berasal dari kata Resilient atau Resilience, yang artinya adalah ulet. Seseorang yang ulet akan mendapat keberhasilannya dalam berkarya.
Aku mendengar kata Resilience sendiri dari iklan susu anak N*tricl*b. Di iklan itu ada slogan, "Raise them ready" dan "Siapkan buah hatimu menjadi generasi Resilience".
Nah, kebetulan kan, karna latar belakang kerajaan yang aku buat ini penuh dengan ilmuwan. Kalau kalian ingat, di episode-episode sebelumnya aku jelaskan bahwa kerajaan yang dipimpin Gerald ini tidak memiliki sumber daya alam yang terlalu banyak, tapi di sini sumber daya manusianya sangat berkualitas dan penuh dengan ilmuwan, jadi mereka ciptakan teknologi mutakhir untuk mengeruk sumber daya di kerajaan lain seperti kerajaan Noirland.
__ADS_1
Jadi kata "Generasi Resilience" cocok untuk menggambarkan kondisi masyarakat di kerajaan ini. Maka dari itu aku namakan kerajaan ini adalah kerajaan "Raisilian" .
Hihi, nantikan episode selanjutnya ya ....