Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Berangkat Pesta


__ADS_3

Ibu suri Paula, dulunya merupakan seorang Ratu Raisilian yang terkenal sangat baik hati. Dia adalah seseorang yang sangat menghargai pemberian orang lain. Sesederhana apapun pemberian rakyatnya, Ratu akan selalu menunjukkan rasa senangnya atas pemberian itu.


Hal tersebut dimanfaatkan oleh Putri Emilda untuk keberhasilan rencananya. Dan terbukti, jika Yang Mulia ibu suri langsung mengadakan pesta minum teh hanya untuk menunjukkan pada Putri Estelle, jika dirinya senang sekali mendapat pemberian baju dari sang Putri.


Lain dari Ibu suri yang langsung bisa bersiap dalam waktu singkat, Raja Gerald sama sekali tidak senang dengan usul ibundanya tersebut. Apalagi permintaan untuk menggunakan baju pemberi dari Putri Noirland yang tidak sesuai dengan seleranya tersebut.


"Yang Mulia, Ibu suri telah menunggu anda di taman lilac P&G. Beliau meminta anda untuk segera bergabung." Seorang dayang menghampirinya yang sedang duduk di tepi ranjang. Dayang tersebut membawa sebuah kotak yang berwarna hijau.


"Ibu suri juga meminta agar Yang Mulia Raja mengenakan baju ini," ujarnya sambil berbungkuk dan meletakkan baju tersebut di samping Raja Gerald.


"Apa Yang Mulia butuh bantuan hamba untuk memakainya?" tawar sang dayang.


"Tidak perlu! Aku bisa sendiri! Pergilah!" titah sang Raja.


"Baiklah, Yang Mulia, hamba undur diri," pamit dayang tersebut sambil berjalan mundur meninggalkan kamar Raja Gerald.


Sang Raja segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Semenjak keberadaan Eliana di istana, Raja Gerald meminta agar para dayang berhenti melayaninya. Ya, walaupun saat ini Eliana sendiri tak pernah melayaninya lagi karena sibuk mengurus bayi Kevin, namun Raja Gerald merasa itu tak menjadi masalah.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Sang Raja keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggang. Dia paling malas menggunakan handuk kimono atau bathrobe seperti yang para bangsawan sering lakukan bila sehabis mandi.


Aroma citrus yang segar menguar dari tubuh Raja Gerald sehabis mandi. Dia mengeringkan rambutnya sekilas hanya dengan handuknya.


Ditatapnya kotak berwarna hijau yang ada di atas ranjangnya, lalu ia keluarkan sebuah setelan berwarna hijau itu dari dalamnya. Sebuah baju pesta minum teh, dengan design khas dari Noirland. Design yang paling tidak ia sukai, karena orang Noirland memiliki kebiasaan menambahkan detail yang mencolok pada setiap rancangan pakaiannya.


Setelah rambutnya benar-benar kering, Sang Raja segera bersiap mengenakan baju tersebut.


Jika Ibu Suri Paula akan tersenyum bahagia saat bercermin melihat pantulan dirinya dalam balutan gaun hijau, maka Raja Gerald terlihat sangat kesal saat ia bercermin karena seakan-akan ia tak menemukan dirinya dalam pantulan cermin tersebut.


Raja Gerald lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi, mengambil sebuah benda berharga yang tadi ia tinggalkan di pinggir bathrobe. Kalung platina dengan bandul setengah lingkaran milik mendiang kakaknya.


Ia pun keluar lagi dari kamar mandi setelah membawa kalung tersebut dalam genggamannya.


Sang Raja memasukkan kalung tersebut pada saku kanannya seperti biasa. Kemudian ia pun segera bersiap untuk keluar dan menuju ke taman Lilac.


Cklek

__ADS_1


Yang Mulia membuka pintu dan Antony ternyata sudah menunggunya di luar kamar. Sang penasihat itu membungkuk memberi hormat pada Rajanya.


"Silakan, Yang Mulia," ujar Antony sambil menahan senyumnya. Ia sangat jarang melihat sang Raja menggunakan baju dengan penuh detail yang ramai macam ini.


"Kau menertawakanku, Antony?" tanyanya.


"Tidak, Yang Mulia," jawab Antony berbohong.


"Jika kau menertawakanku, maka ini adalah hari terakhirmu menjadi penasihat Raja!" Sang Raja mengancam.


"Sama sekali tidak, Yang Mulia."


Lalu mereka berdua pun berjalan menuju ke taman Lilac P&G diikuti para pengawal Raja seperti biasa.


*


Bersambung ...

__ADS_1


Ada yang masih ingat nggak ya? Apa itu taman lilac P&G?


Lalu ... kira-kira bakal ada kejadian apa selama pesta minum teh berlangsung? Gak mungkin dong Putri Imelda cuma memberi baju tanpa maksud dan tujuan.


__ADS_2