
"Sebenarnya, ayahmu ketika dinobatkan sebagai Raja Raisilian V, bukanlah orang yang lurus. Ayahmu ingin mengeksploitasi tambang emas tanpa peduli lingkungan. Hingga akhirnya ...." Ibu suri Paula menghentikan ceritanya.
"Kau pasti bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya," tambah sang ibu suri.
Raja Gerald menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mengerti, ibunda," jawabnya. "Apakah Louis menentang ayahanda?" tanya sang Raja Selanjutnya.
"Ya, Louis adalah salah seorang ilmuwan yang jujur. Dia begitu penyayang pada alam semesta, bahkan ibu sering dibuatnya kagum karena banyak penelitian milik Louis yang memperhatikan keamanan dan kesehatan lingkungan," jelas sang ibu suri.
Lalu ibu suri masih melanjutkan bicaranya. "Sementara hal itu bertolak belakang dengan keinginan ayahandamu. Kau tau sendiri, kan? Bagaimana kerasnya Yang Mulia Raja ketika keinginannya tak dipenuhi?"
"Ayah meruntuhkan laboratorium utama milik Louis?" tanya sang Raja.
Ibu suri menggelengkan kepalanya. "Bukan Yang Mulia Raja Gabriel yang meruntuhkan, bukan ayahmu!"
"Lalu?"
__ADS_1
"Louis meruntuhkan sendiri laboratoriumnya! Dia yang menghancurkan tempat penelitian itu."
"Paman Louis hancurkan laboratoriumnya sendiri?" Raja Gerald mengerutkan dahinya. merasa tak percaya dengan fakta yang ia dengar.
"Ya, itu yang membuat ayahanda mu murka dan meminta Louis menggantinya," jawab sang ibu suri kemudian.
"Sebentar, jadi itu bukan karena longsor waktu itu?" tanya Raja Gerald memastikan.
Ibu suri mengangguk.
"Lalu, para anggota kerajaan menyebarkan berita jika di sana terkena longsoran?"
"Aku sekarang mulai paham, kenapa ayahanda tiba-tiba membenci paman Louis dan menarik dana penelitian yang ia ubah menjadi hutang." Sang Raja mengangguk-angguk.
"Selain itu, kau tahu maksud dari Louis membuat wasiat agar anaknya yang menjadi penebus hutangnya?" Sang ibu suri mengangkat alis seraya memiringkan sedikit kepalanya.
__ADS_1
"Ah, iya! Kenapa seorang ayah setega itu pada anaknya. Aku bahkan tak percaya, orang berpendidikan seperti paman Louis menggadaikan anaknya pada kerajaan untuk menjadi penebus hutang." Raja Gerald merasa heran.
Pasalnya, surat wasiat itu diberikan oleh istri baru Louis, yakni Adriana, ibu tiri Eliana. Pemberian surat wasiat itu pun bukan ketika meninggalnya Louis, melainkan beberapa tahun kemudian, setelah kerajaan menagih hutang Louis.
"Sebenarnya, isi surat wasiat Louis tidak seperti itu, karena surat wasiat tersebut ditulis bersama ibu, sesaat setelah Ayahandamu meninggal. Isi dari surat wasiat yang kami tulis, adalah dengan menukar hasil penelitian yang dirusak olehnya, dengan laboratorium baru, di mana di laboratorium itu, terdapat banyak hasil penelitian. Jadi sebenarnya, bukan Eliana yang menjadi jaminan," terang sang ibu suri selanjutnya.
"Lalu kenapa diubah?" tanya Raja Gerald.
Ibu suri menggeleng. "Waktu itu, Gerry yang sedang melanjutkan tahta kepemimpinan. Louis berkata, jika Elsa bukan wanita baik untuk Gerry. Tapi ...." Ibu suri menggeleng lagi.
"Tapi?"
"Ibu tidak tau, atas dasar apa Louis berkata demikian. Setelah itu, Louis menjelaskan jika anaknya yang akan menjadi jaminan pelunas hutangnya." Ibu suri menghela napasnya sejenak lalu melanjutkan bicaranya.
"Sebenarnya ibu tidak ingin berburuk sangka pada Louis, tapi kepadamu ibu akan mengungkapkan. Agar bisa kau nilai sendiri, apakah dugaan ibu salah atau benar?"
__ADS_1
"Apa dugaan ibu?"
"Ibu menduga, Louis ingin menyingkirkan Elsa dari Gerry, agar anaknya menjadi Ratu. Ibu pikir Louis pasti termakan omongan para anggota parlemen yang tidak ingin Elsa menjadi pasangan Gerry," ungkap ibu suri. "Tapi hanya dugaan," lanjutnya.