Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kelahiran Sang Putri


__ADS_3

Terisi dengan suara hewan-hewan malam, ketiganya hening berdiri di balkon istana.


Seorang dayang berlarian mendekati mereka, seraya mengangkat sedikit gaun untuk memudahkan pergerakan kakinya.


"Yang Mulia, seorang putri telah lahir," ujar sang dayang memberi tahu pada Yang Mulia.


Senyum terbit pada wajah Yang Mulia raja Gerald, begitu pula dengan Antony dan pangeran Arshlan yang sedang berkunjung.


Gembira dan gugup menjadi satu mengiringi langkahnya. Terburu-buru, sang raja merasa tak sabar untuk menemui anak dan istrinya.


Sampai di dalam kamar, ternyata sudah ada dayang Odeth yang sedang menggendong Kevin. Bayi berusia satu tahun itu tertawa melihat raja Gerald yang baru saja tiba.


"Ke marilah!" Raja Gerald mengambil alih Kevin dari pangkuan dayang Odeth.


Tawa Kevin berderai ketika ayah angkatnya itu memeluk dan menggendong dirinya. Sudah lama, Kevin tidak bermain dengan ayah angkatnya itu.

__ADS_1


Mereka berdua mendekat ke arah sang ratu yang sedang terkulai di atas ranjang. "Sayang ...," rintih sang ratu pada mereka berdua.


Raja Gerald duduk di samping ranjang ratu Eliana sambil membawa Kevin. Kemudian Kevin turun dari gendongan sang raja dan menghampiri ratu Eliana. Dia naik ke atas ranjangnya dan mengusap pipi ibunya tersebut.


"Sayang ...," ucap sang ratu yang merasa terharu atas perlakuan Kevin padanya.


"Ini dia sang putri," ujar seorang perawat yang telah memandikan bayi kerajaan tersebut.


Bayi tersebut segera ditidurkan dalam pelukan sang ratu. Ratu Eliana menyambutnya dengan pelukan hangat, penuh haru dan kebahagiaan.


Kevin ikut meringkuk di samping adik perempuannya itu.


"Lebih baik, Yang Mulia Ratu segera mencoba menyusui sang putri," ujar sang perawat memberi saran.


"Yang Mulia Ratu pasti tidak kesulitan karena sudah pernah mencoba menyusui bayi Kevin," sahut dayang Odeth yang berdiri di sudut ruangan sedari tadi.

__ADS_1


Perawat membantu sang ratu untuk menemukan posisi yang tepat baginya menyusui sang bayi.


"Ini seperti nostalgia," gumam sang ratu saat melihat putrinya mencari-cari tempatnya untuk mendapat makanan.


"Hmmm?" Yang Mulia Raja merasa tak mengerti.


"Ya, momen ini seperti saat pertama kali aku bertemu dengan Kevin dulu. Aku memang sering bermain dengan anak kecil, tapi ... mengasuh hingga mengurusi segala keperluan bayi adalah yang pertama bagiku," kenang ratu Eliana pada momen pertama begitu dirinya datang ke istana dan langsung diminta mengurusi segala keperluan Kevin yang pada saat itu usianya masih termasuk kategori bayi baru lahir.


Raja Gerald mengusap surai istrinya, hatinya begitu terasa lega melihat pemandangan di hadapannya kini. Setelah beberapa waktu yang lalu dirinya dilanda kekhawatiran, sekarang sudah masa-masa menegangkan itu.


Para dayang sempat meminta sang raja untuk menemani sang ratu yang sedang menahan rasa sakit akibat intensnya kontraksi. Namun sang raja tak sanggup dan pada akhirnya sang ratu memintanya untuk menunggu di luar saja.


"Eli ...," panggil raja Gerald dengan suara setengah parau.


"Emmm?" Ratu Eliana masih menyusui bayinya dan juga senantiasa memeluk Kevin.

__ADS_1


"Maaf, aku ... aku tidak sanggup menemanimu tadi." Raja Gerald menatap istrinya dengan begitu dalam.


Ratu Eliana diam tak membalasnya. Dia hanya membalas tatapan sang raja cukup lama. Baru kemudian ia pun berkata, "Aku mencintaimu."


__ADS_2