Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Memenjarakan Pencuri


__ADS_3

"Hey! Ini yang kau cari?" Pangeran Arshlan melempar sesuatu ke arah Raja Gerald. Dengan sigap sang Raja menangkapnya dan mengamati benda yang diberikan oleh sang pangeran dari Yorksland tersebut.


"Terima kasih," ujar Raja Gerald pada kawannya.


"Wah wah! Buronan Raisilian!" Pangeran Arshlan mendekati Raja Gerald dan langsung menunjukkan tangkapannya.


Bug


Ia lempar bungkusan hitam yang sejak tadi dipanggul oleh pundaknya.


"Eeeeumh!" jerit orang yang berada di dalam karung tersebut.


Dengan sigap pangeran Arshlan membuka ikatan pada bungkusan hitam itu.


Perlahan-lahan, kepala dari sang tawanan mulai terlihat. Wajahnya penuh lebam-lebam, rambut panjangnya berantakan tak karuan. Bibirnya disumpal oleh sesuatu yang kemudian dirapatkan oleh lakban. Tangan dan kakinya ditekut lalu diikat hingga muncul bekas kemerahan pada jejak ikatannya.


Sret sret


Pangeran Arshlan melepas lakban dan membuang sumpalan pada mulut tawanannya.

__ADS_1


"Buah!" Wanita tawanan itu membuang kain sumpalannya. "Dasar brengs*k!" umpatnya begitu mulutnya terbebas dari kain yang menutupnya.


"Baru dibuka sudah mengumpat! Kau mau kututup lagi!" ancam Pangeran Arshlan sambil melotot ke arah wanita tawanan yang tidak lain adalah Putri Emilda itu.


Wanita itu terdiam dengan rahang yang mengeras. Amarah membuncah dalam hatinya, dalam keadaan ternista pun ia tak pernah berpikir akan ditawan oleh musuh bebuyutannya hingga seperti ini.


"Katakan! Apa tujuanmu mencuri kalung ini?" tanya Raja Gerald dengan nada tinggi sambil menunjukkan kalung di tangannya. Ia sudah tak bisa bersabar lagi pada putri Emilda yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.


Mata Putri Emilda menatap nyalang penuh kebencian pada Raja Gerald. Meski kondisinya sudah sangat mengenaskan, namun sedikit pun sang Putri tak ingin menurunkan egonya.


"Kau memang tak pantas jadi Putri Raja. Aku tidak pernah melihat anak dari selir yang seangkuh dan searogan dirimu. Bahkan aku juga tahu jika kau dengan mudahnya memfitnah saudaramu," tukas Raja Gerald.


"Kau ingat Noirland bahkan tidak akan pernah menjadi negara yang makmur tanpa Raisilian!" ungkit Raja Gerald pada masalah kerajaannya.


"Aku tak peduli! Aku hanya ingin hidup bahagia di istana dengan ibu. Cuuuh!" Sang Putri meludah dan hanya mengenai baju Raja Gerald.


"Kurang ajar!" maki Pangeran Arshlan. "Menyesal aku tidak membunuhmu saja!" lanjutnya sambil melayangkan bogem untuk wanita itu.


"Stop!" Raja Gerald mencegah tangan sang pangeran sebelum benar-benar mengenai tawanannya.

__ADS_1


"Hahaha! Kalian beraninya pada perempuan!" Putri Emilda mencoba menghasut.


"Kurang ajar!" Pangeran Arshlan tersulut kembali emosinya. Ia benar-benar merasa kesal pada putri Emilda, sehingga ingin lebih menyinksanya.


"Dia hanya mencoba menghasut. Jangan sampai terpancing!" peringat Raja Gerald.


Pangeran Arshlan lalu mencoba menarik napas untuk menenangkan dirinya.


"Kita bawa dia di penjara khusus di gua reruntuhan di daerah Raisilian bagian selatan!" perintah sang Raja.


Lalu pengawal Raja pun menghubungi kepala keamanan, agar pria tersebut segera datang ke tempat sang Raja.


"Kepala kemanan! Penjarakan dia di gua reruntuhan! Jangan simpan dia di penjara bawah tanah, aku takut dia bisa bebas lagi dengan mudah karena ada pengkhianat di sini!" titah sang Raja.


"Siap, Yang Mulia!"


"Ikat kaki dan tangannya, lalu beri pengaman yang berganda agar dia benar-benar tak bisa lolos!"


*

__ADS_1


__ADS_2