Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kepulangan Putri Estelle


__ADS_3

"Tapi ... Yang Mulia, kejadian saku celana berlubang dan hilangnya liontin milik Yang Mulia Raja itu ... adalah ... memang, disengaja!" Putri Estelle menutup matanya, ia siap bila akan dimaki oleh ibu suri Paula akan kejahatannya.


Namun ternyata ....


*


Beberapa hari kemudian, meski Sang Raja belum menemukan kalung platina yang hilang, namun kini ia merasa lebih tenang. Karena hubungannya dengan Eliana semakin membaik. Apalagi, telah diyakini jika Eliana tidak bersalah, melainkan dayang Emma yang telah mencuri kalung platina milik Yang Mulia Raja.


Hari ini, kerajaan Raisilian akan bersiap-siap. Karena putri Estelle akan dipulangkan kembali ke Noirland atas permintaan ayahnya. Selain itu, akan ada saudara dari putri Estelle yang datang untuk menjemputnya.


Hal itu yang membuat ibu suri Paula dan yang lainnya mempersiapkan diri untuk penyambutan.


"Ibu suri ...," panggil putri Estelle lirih.


Ibu suri menengok ke arahnya.


"Terima kasih atas kebaikannya, dan ... maafkan hamba," ujar Sang Putri.


"Hmmm," jawab ibu suri Paula seraya mengangguk namun tanpa berkata-kata lagi.


"Maafkan, hamba telat membuat Yang Mulia ibu suri dan Yang Mulia Raja kecewa. Hamba telah menempatkan kalian dalam kerugian."


Pada detik berikutnya, terdengar suara baling-baling helikopter mendarat tepat di atas helipad istana. Seorang wanita seumuran dengan putri Estelle melompat dari helikopter tersebut meskipun helikopter itu belum sepenuhnya berhenti.


"Putri Emilda," sambut ibu suri dari altar kerajaan.

__ADS_1


Sang Putri bergaya kasual itu tersenyum dengan begitu cantik dan menghampiri ibu suri.


"Terima kasih sudah mau menampung adik saya di Raisilian," ujarnya.


"Sama-sama."


"Maaf merepotkan."


"Tidak sama sekali."


Raja Gerald ada di sana, dia sama sekali tak melakukan apa-apa. Hanya diam dan memperhatikan.


"Baginda Raja Gerald. Salam hormat saya bertemu dengan anda baginda Raja," ujar Putri Emilda pada Sang Raja.


Raja Gerald hanya mengangkat alisnya. Seperti biasa, ia paling malas untuk berbasa-basi dengan seorang gadis, kecuali jika itu Eliana.


"Saya sebagai perwakilan dari Noirland, mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya karena kejadian hadiah kerajaan yang rusak," ujar putri Emilda mengawali basa-basinya.


"Tak perlu dipikirkan. Putri Estelle hanya tidak sengaja," jawab ibu suri.


"Dia memang seorang putri yang ceroboh. Ayahanda sungguh malu atas kejadian itu, sampai beliau tidak punya muka untuk bertemu lagi dengan Raja Raisilian," timpalnya putri Emilda lagi.


Sementara itu, putri Estelle yang memang selalu kalah pada saudaranya hanya menunduk. Ia tak berani menimpali, meski kejadian sebenarnya tak seperti itu.


"Ayahanda memintaku untuk membawanya pulang agar dia tidak melakukan hal lain yang lebih memalukan." Putri Emilda berkata dengan lebih sinis.

__ADS_1


"Barang-barang tuan putri telah siap." Pengawal menghampiri mereka.


"Ayo adikku, kita pulang!" ajak Putri Emilda pada adiknya dengan angkuh.


"Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ibu Suri, hamba mohon pamit. Terima kasih atas kebaikannya selama ini?" pamit putri Estelle yang tak mendapat balasan dari ibu suri dan Raja Gerald.


Dengan sigap, putri Emilda langsung melompat pada helikopter. Sementara putri Estelle, seperti biasa, ia memerlukan bantuan dari pengawal untuk ke atas helikopter.


Begitu pintu helikopter tertutup, semua pengawal menjauh. Dan baling-baling pun mulai berputar mengangkat tubuh helikopter ke udara.


Putri Emilda bisa tersenyum puas setelah berhasil melakukan sandiwara di depan orang-orang Raisilian.


"Semuanya orang-orang bodoh!" umpat Putri Emilda sambil melirik ke bawah.


Lalu ia pun menyadari adanya perubahan di kursi bagian depan pilot.


"Sejak kapan ada co-pilot di sana?" Putri Emilda merasa aneh dengan orang yang duduk di bangku co-pilot. Lebih aneh lagi, co-pilot itu menggunakan gaun kuning ala seorang dayang.


"Apa ada yang aneh tuan putri?" Senyum dayang tersebut begitu menoleh ke belakang, tempat putri Emilda.


"Ka-kamu?"


*


Polling di instagram menyatakan bahwa kalian menjadi kasihan pada putri Estelle setelah membaca bab 113.

__ADS_1


Buat yang belum ikut polling, tulis perasaan kalian buat putri Estelle, di kolom komentar, ya! Apa kalian merasa kasihan? Atau malah semakin kesal?


Follow ig author @kak.ofa untuk mendapat info ataupun spoiler seputar cerita ini.


__ADS_2