
Dipenjarakannya Emilda membuat Raja Noirland murka. Dia mengira jika penyebab tertangkapnya Emilda adalah dikarenakan Putri Estelle.
"Raisilian sepertinya membuka jalan peperangan untuk kerajaan kita." Raja Noirland benar-benar murka. Rencananya untuk mendapatkan hasil penelitian para ilmuwan di Raisilian menjadi gagal. Dia ingin menemukan sumber tambang emas yang keberadaannya nya ada di dalam peta dan disembunyikan oleh Louis.
"Yang Mulia, jangan seperti ini, apa yang dilakukan oleh Raisiliant hanyalah untuk melindungi kerajaannya. karena apa yang dilakukan oleh Putri Emilda memang salah, sepatutnya jika putri Emilda mendapatkan hukuman," ujar Ratu Noirland.
"Kau bisa berkata seperti itu karena itu bukan Putri Estelle. Seandainya itu anakmu, kau pasti akan menangis dan memohon kepadaku agar aku untuk melepaskan anakmu yang cengeng dan tidak bisa apa-apa itu! " hardik sang raja.
"Bukan seperti itu maksud hamba, hamba hanya menyarankan agar yang mulia tidak memicu peperangan dengan kerajaan lain, apalagi lagi itu adalah kerajaan Raisilian. Rakyat kita sudah terlalu banyak yang menjadi korban peperangan." Sang ratu memohon pada suaminya.
"Kau berani mendikte ku hah? Bahkan untuk bernafas saja kau perlu izin dari ku di istana ini. rakyat itu sudah sepatutnya mengabdikan diri dan menyerahkan jiwa raganya untuk kepentingan kerajaan. Tidak terkecuali kamu Ratu bodoh! Jika aku ingin kamu untuk turun dalam peperangan maka kau harus siap mengantarkan nyawamu ke sana!" Ayah dari Putri Estelle itu sama sekali tidak mau mendengar saran dari istri pertamanya.
"Maaf bila saran dari hamba menyinggung Yang mulia." Sang ratu hanya bisa menunduk takut.
Tanpa mendengar lagi apa yang dikatakan oleh ratunya, sang raja langsung pergi meninggalkan sang ratu. Ratu Noirland itu hanya bisa menggelengkan kepalanya menghadapi sifat keras kepala dari suaminya.
__ADS_1
"Sebaiknya kau perintahkan anakmu untuk segera pulang. Aku muak padanya! Dia pergi tapi hanya memberikan kekalahan untuk kerajaan kita," ucap yang mulia Raja lagi sambil berbalik sebelum ia benar-benar meninggalkan kan tempat sang ratu.
Sang ratu mengangguk pelan. "Segera dilaksanakan, Yang Mulia."
Setelah yang mulia pergi, sang Ratu membuat sebuah keputusan. " Apa sebaiknya aku jemput saja putriku di Raisiliam? " tanya sang ratu pada dirinya sendiri.
*
" Apa? ibu benar-benar akan kemari? " Putri Estelle yang sedang berada dikamar Eliana berjingkrak-jingkrak sambil menggambar bayi Kevi.
"Aku senang sekali. Aku sedang bersama bayi Kevin dan ibunya, mereka teman baruku," ujar Putri Estelle sambil mengarahkan ponselnya pada Eliana yang sedang menggendong bayi Kevin.
Eliana melambaikan tangannya ke arah kamera. "Salam dariku, Yang Mulia Ratu," sapa Eliana.
"Dia adalah calon istri Gerald, Bu. Uuups! Maksudku Raja Gerald." Putri Estelle menutup mulutnya sambil tertawa.
__ADS_1
"Wah, selamat ya, semoga pernikahan kalian lancar."
"Terima kasih, doanya, Yang Mulia Ratu," jawab Eliana.
"Aku tutup dulu, ya, Bu! Hati-hati di jalan nanti, aku merindukanmu!" Putri Estelle kembali menyimpan ponselnya.
"Kudengar Yang Mulia Ratu Allura akan kemari?"
Tanpa mengetuk pintu dan tanpa memberi salam, Raja Gerald masuk ke kamar Eliana sudah seperti kamarnya sendiri.
"Ah, Yang Mulia, iya, benar," jawab Putri Estelle pada Raja Gerald.
Raja Gerald mengangkat sebelah alisnya. Sebenarnya ia agak risih mendapat panggilan Yang Mulia dari temannya sendiri. Sesama Putri dan Pangeran, pasti pernah mengecap pendidikan khusus keluarga istana.
"Kebetulan sekali, karena sebenarnya aku yang tadinya ingin menyusul beliau ke Noirland!"
__ADS_1
"Menyusul ibuku? Untuk apa?"