Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pulang atau Pergi Lagi?


__ADS_3

Kekalahan pada perdebatan ketika rapat gabungan berlangsung, memukul mundur menteri Garfield dan seluruh menteri yang menjadi antek-anteknya.


Data aset kerajaan yang dibawa oleh meteri sumber daya menjadi senjata yang dengan telak mengalahkan mereka.


Raja Gerald kini bisa pulang kembali ke istana Raisilian dengan lebih tenang. Tentu saja setelah ia berterimakasih pada menteri sumber daya, Regal.


"Antony ada kabar apa dari istana?" tanya Raja Gerald begitu ia keluar dari ruang rapat.


"Ratu Allura mengalami kekambuhan asma, Yang Mulia. Beliau shock mendengar berita kematian anak tirinya, Putri Emilda." Antony mengabarkan pada Rajanya.


"Hmmm, sudah ditangani dokter?"


"Sudah, Yang Mulia," jawab Antony.


"Lalu berita yang kedua adalah berita dari kerajaan tetangga," ujar Antony lagi.


"Apa?" Raja Gerald menoleh sekejap pada penasihatnya.


"Kematian Raja Noirland karena diracuni oleh selirnya sendiri," jawab Antony kali ini.


Raja Gerald menghentikan langkahnya karena jawaban itu. Ia kembali menoleh pada Antony sambil menunjukkan ekspresi tidak percaya. "Kau tidak bercanda, kan, Antony? Apa itu benar?"


"Itu benar adanya, Yang Mulia. Bahkan kondisi Ratu Allura semakin parah setelah mendengar berita tersebut. Beliau ingin pulang ke Noirland namun kondisi asmanya sangat tidak memungkinkan untuk beliau melakukan perjalanan udara menuju Noirland. Pada akhirnya, ibu suri Paula menahannya dan mungkin besok beliau akan mengikuti upacara kremasi secara virtual," jawab Antony yang cukup panjang kali ini.


"Kita juga belum mengucapkan rasa berduka cita. Baiklah, sebaiknya kita langsung terbang saja ke Noirland sekarang juga!" titah Raja Gerald.

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia."


"Kita ke bandara!"


"Siap, Yang Mulia."


Posisi mereka berdua sudah dekat dengan mobil. Antony segera membukakan pintu belakang untuk Yang Mulia Raja Gerald.


"Silakan, Yang Mulia," ujar Antony.


Raja Gerald langsung masuk pada mobil tersebut. Disusul dengan Antony yang masuk ke jok depan mobil samping pengemudi.


Mobil pun melaju menuju ke bandara tempat pesawat milik Raisilan, karena Raja Gerald memutuskan untuk langsung ke Noirland.


"Ibu suri Paula belum ke mana-mana atau membuat keputusa apapun. Beliau mengandalkan Yang Mulia untuk mewakili dirinya," jawab Antony.


"Hmmm, ya sudah! Toh kita juga akan ke Noirland sekarang," ucap Yang Mulia Raja lagi.


Mobil mereka terus melaju membawa ke bandara. Raja Gerald berniat untuk langsung menuju ke Noirland tanpa singgah sementara ke istana.


"Tapi, tumben ibu tidak langsung menghubungi ketika dia mendengar berita duka dari Noirland, ya?" tanya Sang Raja.


Antony yang duduk di jok depan mendengarnya, dan langsung menjawab.


"Mungkin itu karena Yang Mulia ibu suri sedang sangat sibuk," jawab Antony.

__ADS_1


"Sangat sibuk? Kenapa?" tanya Raja Gerald merasa heran.


"Karena mengurusi bayi Kevin, Yang Mulia," jawab Antony lagi.


"Memangnya ada dengan bayi Kevin?" Raja Gerald semakin heran dan juga khawatir. "Tidak terjadi sesuatu yang bahaya padanya, kan?"


"Tidak, Yang Mulia. Hanya saja ...."


"Hanya saja kenapa?" tanya Raja Gerald lagi.


"Hanya saja ... bayi Kevin menolak minum susu dari nona Eli," jawab Antony agak terbata.


"Apa ada yang salah?"


"Saya belum mendapat informasinya lagi. Tapi berdasarkan laporan, dokter laktasi yang waktu itu dipanggil kembali. Karena nona Eli merasa ada yang salah dengan ASI-nya. Sepertinya hanya keluar sedikit," jawab Antony melengkapi jawaban sebelumnya.


"ASI-nya sedikit?"


"Iya, Yang Mulia."


"Kalau begitu ke istana saja dahulu, baru ke Noirland."


"Baik, Yang Mulia."


*

__ADS_1


__ADS_2