Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Putri Estelle Mencari Yang Mulia


__ADS_3

"Mengakulah! Ayo! Mengakulah!" tegas Sang Raja dengan penuh penekanan di setiap katanya.


Eliana agak mundur, ia menyilangkan tangan di kedua dadanya. Gadis itu terlihat ketakutan.


Tsk, apa yang harus kuakui sih? Oooh bayi Kevin, cepatlah kau menangis lagi. Tolonglah mamamu ini ....


Sementara itu, di ruang kerja utama Sang Raja, beliau kedatangan tamu. Namun sayangnya, di sana hanya ada Antony dan juga para pengawal saja.


"Selamat siang, Antony," sapa putri Estelle.


Sang Putri dari Noirland ini, masih menginap di Raisilian dan sama sekali belum pulang ke kerajaannya, dengan alasan situasi di Noirland yang masih belum stabil pasca longsor melanda.


"Selamat Siang juga Tuan Putri Estelle," balas Antony dengan membungkukkan badan secara sopan.


"Apa Yang Mulia Raja ada di tempatnya?" tanya Sang Putri.


"Tidak Tuan Putri, Yang Mulia sedang tidak berada di sini," jawab dari Antony.


Tuan Putri Estelle tampak menimbang-nimbang sesuatu. "Kalau aku menunggu ... apa diperbolehkan?"

__ADS_1


Antony tersenyum dan menjawab, "Saya sarankan Tuan Putri menunggu di ruangan Tuan Putri saja, biar nanti akan saya kabarkan lagi pada Tuan Putri jika Yang Mulia Raja Gerald bisa anda temui."


"Oh begitu? Baiklah. Padahal aku membawa berita penting dari ayahku. Tapi ... ya sudahlah jika Yang Mulia Raja tidak mementingkannya," ujar Sang Putri yang terlihat kecewa.


Antony tersenyum lalu berkata, "Nanti akan saya sampaikan. Apa Nona perlu saya antar untuk kembali?"


"Emmmh, antar aku berjalan-jalan saja!" perintahnya.


"Baiklah! Mari, Yang Mulia." Antony pun berjalan di samping putri Estelle dan meninggalkan ruang kerja Sang Raja.


"Antony!" panggil Tuan Putri.


"Bisakah kita pergi ke kamar Yang Mulia Raja? Aku curiga jika dia sedang berada di kamarnya sendiri," tuduh Tuan Putri, yang mana sebenarnya tuduhannya itu benar. Bila Sang Raja memang sedang ada di kamar, namun bukan kamarnya, melainkan kamar Eliana.


Dengan menyembunyikan raut khawatir, Antony tersenyum lalu menjawab, "Mari, Tuan Putri." Dirinya tak terpikirkan alasan apa untuk menolak ajakan Sang Putri.


Mereka berdua pun berjalan, menyusuri koridor istana kerajaan Raisilian yang megah dan sangat luas ini.


Dan akhirnya mereka tiba di lantai yang mana terdapat kamar Sang Raja, Ibu suri, dan kamar Eliana tentunya.

__ADS_1


"Ini ... kamar Yang Mulia Ibu Suri Paula, bukan?" tanya Putri Estelle sambil menunjuk pintu dari sebuah kamar yang ditunggui oleh dua orang pengawal.


"Betul Tuan Putri."


Lalu mereka pun berjalan menyusuri lorong itu lagi.


"Antony, bisakah kau mengetuk pintu kamar Yang Mulia, untukku?" pinta Putri Estelle saat mereka tiba di depan ruangan Sang Raja.


"Tapi ... Yang Mulia, tidak ada di kamarnya," jawab Antony.


"Ketuk saja! Barangkali Yang Mulia Raja menjawab!" perintahnya.


Melewati kedua pengawal Sang Raja, Antony pun mengetuk pintu kamar terbesar yang ada di Raisilian tersebut.


Sementara itu, Tuan Putri Estelle, melirik lagi pada sebuah kamar yang juga dijaga oleh pengawal. Seingatku, hanya ada dua anggota kerajaan yang tersisa. Raja Gerald dan Ibu Paula. Tapi ... mengapa di sini ada satu kamar lagi yang dijaga?


"Antony! Teruslah mengetuk pintu! Aku akan pergi ke kamar itu!" ujar Sang Putri yang membuat khawatir Antony.


"Di sana tidak ada apa-apa, Putri! Sebaiknya tuan putri kembali!" pinta Antony yang tidak didengar oleh putri Estelle.

__ADS_1


"Aku yakin Yang Mulia Raja ada di kamar ini," yakin Sang Putri.


__ADS_2