
Tak perlu menunggu lama, akhirnya paman Joseph pun datang kembali pada ruangan Yang Mulia Raja dengan beberapa berkas dokumen di tangannya.
"Ini adalah berkas milik Manda, Yang Mulia," ujar paman Joseph menyodorkan berkas tersebut.
Raja Gerald langsung menerimanya dan kemudian memeriksa berkas itu.
Sang Raja membaca berkas tersebut, di sampingnya ada Ratu Eliana yang juga ikut mengintip tulisan pada berkas itu.
Sebagian data dari berkas itu isinya sudah diketahui oleh Eliana. Termasuk nama orang tua Manda yang asli dan juga saudara-saudaranya, karena mereka juga termasuk keluarga Ratu Eliana yang ia kenal.
Kemudian setelah informasi pribadi, sang raja juga menemukan informasi akademik yang pernah ditempuh oleh Manda. Bagaimana riwayat pendidikan Manda selama hidup dan apa saja prestasinya. Hal yang biasa ditulis saat melamar kerja.
Lalu Yang Mulia Raja mendapati foto keluarga yang di sana terdapat Manda remaja di dalamnya. Foto keluarga itu terdiri dari Manda sendiri, ibu dan ayahnya, lalu kedua saudaranya. Manda adalah salah satu dari tiga bersaudara anak dari paman Luffy dan bibi Jannet. Ratu Eliana mengenali mereka semua dalam foto.
Tapi ... Yang Mulia Raja mengerutkan dahinya saat melihat foto itu. "Tunggu ... dari mana kalian mendapatkan foto yang seperti ini? Apa syarat pendaftaran menjadi tim peneliti rahasia adalah harus menyertakan foto keluarga?" tanya Raja Gerald karena hal itu adalah hal yang aneh.
__ADS_1
Joseph mengangguk paham arah pertanyaan sang raja. "Seingat saya foto itu bukanlah dari persyaratan pendaftaran, Yang Mulia. Melainkan dari tumpukan berkas milik Manda yang ada pada bangkunya di laboratorium utama. Karena Manda telah tiada, ada baiknya jika saya simpan foto tersebut, daripada beresiko untuk membongkarkan identitas Manda," ujar Joseph kemudian.
"Aku jadi rindu pada paman Luffy dan bibi Jannet," ujar Ratu Eliana saat menatap kembali foto itu.
"Kemarin, tim dari istana kukerahkan untuk mencari keluarga Manda. Tapi ternyata, mereka tidak ada. Bekas rumahnya sudah ditempati orang lain sejak tahun lalu. Tim kita mencari ke sana ke mari, sama sekali tak ada," jelas sang raja.
"Apa mungkin mereka keluar dari kerajaan ini?" tanya paman Joseph.
"Entahlah!" jawab sang raja. "Joseph, bisakah aku menyimpan potret keluarga Manda. Barangkali suatu aku bertemu salah satu di antara," lanjutnya.
Setelah perbincangan selesai paman Joseph pun pamit undur diri. Sementara itu, Yang Mulia raja dan ratu Eliana sedang larut dalam pikiran masing-masing.
"Yang Mulia, Ratu Allura datang berkunjung," ujar sang penjaga pintu.
"Buka pintu untuk beliau!" jawab Raja Gerald.
__ADS_1
Kemudian Ratu Allura pun masuk dan menghampiri mereka berdua. "Hormat kami Yang Mulia Ratu." Serempak raja Gerald dan ratu Eliana memberi hormat.
"Terima kasih, Yang Mulia raja dan ratu dari Raisilian. Salam hormat dari untuk kalian berdua," balas ratu Allura.
"Silakan duduk," ucap Eliana.
"Terima kasih." Ratu Allura pun langsung mengambil posisi duduk. "Jadi ... bagaimana pembicaraan dengan kepala laboratorium tadi?" tanya sang ratu.
"Kami mendapatkan ini, Yang Mulia." Raja Gerald menyodorkan satu per satu.
Tidak ada yang aneh atau sesuatu yang bisa menjadi petunjuk apakah ada kaitannya kasus ini dengan Noirland ataupun menteri Garfield.
Lalu sampailah pada bagian paling belakang map berkas dokumen milik Manda, yakni, sebuah foto keluarga.
"Ini ... ini ...?"
__ADS_1