Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Malam Panjang Pesta Pernikahan


__ADS_3

“Jadi, ibu-ibu, bapak. Saya di sini ingin mengucapkan terima kasih mewakili keluarga kerjaan atas kedatangan kalian semua,” ucap sang putri basa-basi.


“Saya ingin memberi tahu, bahwa Ratu Eliana bukan berasal dari kalangan rakyat biasa. Dia juga merupakan seorang pewaris tahta, dari kerajaan Noirland.” Putri Eliana memberikan pengumuman mewakili sang raja.


Pernyataan tersebut di-iya-kan oleh ibu suri Noirland. "Setelah selesai upacara di Raisilian, maka akan ada upacara untuk pencatatan resmi anggota kerajaan bagi Ratu Eliana." Ibu suri Noirland menambahkan.


Semua tamu menganga, terutama saudara tiri Eliana. "Ke-kenapa bisa begitu?" tanya mereka berdua. "Ini sangat tidak mungkin," sangkal mereka.


Begitu sulit bagi kedua saudara tiri Eliana menerima kenyataan jika saudara yang mereka remehkan selama ini ternyata memiliki kasta yang sangat jauh lebih tinggi dari mereka.


"Anak-anak b*doh! Masih tidak mengerti juga, perbedaan jauh antara kita dengan Ratu Eliana?" Adriana memarahi anak-anaknya yang masih saja mencela pada Eliana.


"Kita beruntung, Ratu Eliana tidak menuntut kita sama sekali. Seandainya dia adalah orang pendendam, maka kita semua pasti akan berada di penjara bawah tanah istana Raisilian!" kecam Adrian lagi pada Roseanne dan Vivian.


Kedua gadis itu saling menunduk, mereka merenungkan perkataan ibunya yang ada benarnya.


"Sebenarnya, dengan dia masih mau memanggil kita sebagai saudaranya saja, sudah merupakan kehormatan untuk kita." Adriana mengakhiri omelannya pada kedua gadis itu.


Sementara keluarga tiri Ratu Eliana sedang merenungi perbuatannya, di sudut lain seorang pria paruh baya dengan seragam kebesaran kerajaan sedang berpura-pura menikmati pesta dansa malam ini.

__ADS_1


Di kepalanya sedang tersusun sebuah rencana bagaimana cara menggulingkan Raja muda yang menurutnya sama sekali tak mumpuni. Rasa gengsi yang tinggi menyelimuti hatinya, jika kemampuan dirinya sampai dilampaui oleh anak yang lebih muda darinya.


"Raja Gerald, lihatlah! Kau sudah ikut campur masalahku! Aku akan menghancurkanmu, Arshville sedang berada kembali memihak padaku. Mereka yang akan datang berbondong-bondong untuk menyambut keruntuhanmu!" Pria itu berkata dengan menegaskan pada dirinya sendiri.


"Menteri Garfield, ada panggilan untuk anda," panggil seseorang pada pria tersebut.


Menteri Garfield langsung menyambar ponselnya dan menjauh dari keramaian. Dia bercakap-cakap dalam telepon sambil sesekali menerbitkan senyum liciknya.


Wine bergantian tertuang pada gelas-gelas tinggi nan berkaki. Suara-suara nyaring sengaja dibuat dengan membenturkan gelas kaca itu satu sama lain secara ringan seraya menyebut kata "Cheeers!"


Tawa-tawa ringan mengiringi mereka para tamu undangan. Raja dan Ratu dari negara lain, para pangeran dan putri juga para bangsawan menjadi tamu undangan pada pernikahan yang dirancang dengan sangat mewah kali ini.


Dan satu orang lagi yang tak kalah bahagia di hari ini, Ibu suri Paula. Mungkin beliau menjadi orang yang paling lelah dan repot mengalahkan pengatur acara itu sendiri.


"Yang Mulia mau ke mana lagi?" tanya sang dayang yang melihat ibu suri telah berdiri lagi dari kursinya, padahal ia baru saja mendudukkan dirinya.


"Rambut Eliana, anak rambutnya ada yang mencuat dari sanggul." Ibu suri menunjuk pada penampilan.


"Biar kami yang membetulkan, Yang Mulia. Yang Mulia duduk saja."

__ADS_1


"Itu, pedangnya gerald terlalu ke belakang!"


"Biar kami yang akan membetulkannya."


"Itu ...."


"Itu lihat ...."


"Itu ...."


"Yang Mulia lebih baik duduk saja, biar kami yang membetulkannya."


*


Pengumuman:


Aku punya novel baru dengan "Cinta Pria Miskin" baca dan tap love ya man teman.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2