
"Yang Mulia, ada sesuatu yang hamba ingin bicarakan pada anda, Yang Mulia." Antony datang menghampiri sang raja ketika ratu Eliana telah berangkat untuk diperiksa dokter kandungan.
"Apa? Katakan saja di sini," jawab raja Gerald.
Antony pun lebih mendekat pada raja Gerald dan mulai membisikkan sesuatu. "Pangeran Arsland menjenguk Yang Mulia ibu suri. Beliau mengalirkan tenaga dalam untuk Ibu suri Paula ...," bisik Antony.
"Apa ada perubahan yang lebih baik?" Raja Gerald mendadak khawatir.
Antony juga menatap Yang Mulia Raja dengan tatapan yang aneh. "Lu ... luka lebam di punggung dan dada ibu suri, perlahan menghilang. Tapi ...." Antony menjeda kata-katanya.
"Tapi, dia bilang luka ibu suri sudah terlalu parah," lanjut Antony.
Raja Gerald mengangguk-angguk paham.
"Sekarang, pangeran Arshlan hanya meminta agar pengobatan dari Apharmacosia dilanjutkan saja, tapi dia akan memberi asupan tenaga dalam setiap beberapa waktu sekali untuk mendukung obat yang masuk dalam tubuhnya. Jadi begitu, Yang Mulia." Antony menjelaskan lebih lanjut pada Yang Mulia Raja Gerald.
Sang raja pun menjawab, "Baiklah, mari kita coba!" Raja Gerald menyetujui rencana dari pangeran Arshlan yang dikatakan oleh Antony.
"Sekarang di mana sang pangeran?"
"Masih di kamar Yang Mulia ibu suri. Beliau sedang mengobrol dengan para ahli pengobatan tenaga dalam dari Apharmacosia."
__ADS_1
"Aku tidak menyangka dia juga memiliki keahlian dalam pengobatan tenaga dalam. Ayo kita temui pangeran Arshlan!" ajak sang raja yang langsung berlalu.
"Baik, Yang Mulia."
*
Tiang menjadi sandaran Raja Gerald yang sedang menunggu di balkon kamarnya. Cahaya rembulan masuk untuk menambah temaram penantian sang raja.
Dia mengeratkan kedua siku pada tubuhnya agar lebih rapat dalam memeluk dirinya sendiri, menghangatkan badan dari serangan angin di malam hari Raisilian yang cukup dingin.
Pohon-pohon pinus yang tertanam di seberang sana, seakan menertawakan rasa gugup sang raja saat ini.
Sang raja tak mengindahkan ucapan Antony.
"Jangan gugup, Yang Mulia. Ratu Eliana pasti baik-baik saja."
Antony berusaha menenangkan sang raja.
"Hey, Gerald! Oh maaf, maksudku, Yang Mulia Gerald," ujar pangeran Arshlan yang datang mendekat.
Niatnya, tadi raja Gerald dan Antony ingin menemui pangeran Arshlan. Namun, dayang mengabarkan jika Ratu Eliana sebentar lagi akan melahirkan. Sang raja pun urung menemui sahabatnya itu.
__ADS_1
"Pangeran Arshlan, maaf aku ... belum sempat menemuimu." Sang raja membalas sapaan sang pangeran dengan wajah yang dibanjiri keringat dingin.
Antony mendekati sang raja, memberikan lembaran tisu untuk yang kesekian kalinya.
"Tak apa, aku bisa mengerti. Kebetulan sekali aku datang ke mari, niatnya hanya untuk menjenguk Yang Mulia Ratu. Namun ternyata, sepertinya aku berkesempatan untuk menengok Gerald junior juga," kelakar sang pangeran sambil menyalakan rokok elektrik miliknya.
Sang raja hanya terkekeh sesaat.
"Kudengar, kau membantu pengobatan untuk ibunda."
Pangeran Arshlan menatap pada raja Gerald, lalu ia mengangguk dengan samar. "Maaf, aku belum minta izin sebelumnya padamu."
Sang raja mengangguk-angguk. "Tak apa! Aku selalu percaya pada kemampuan pangeran dari Yorksland."
"Kau terlalu melebihkan, Gerald."
Terisi dengan suara hewan-hewan malam, ketiganya hening berdiri di balkon istana.
Seorang dayang berlarian mendekati mereka, seraya mengangkat sedikit gaun untuk memudahkan pergerakan kakinya.
"Yang Mulia ...."
__ADS_1