Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Datang Ke Noirland


__ADS_3

Memenjarakan seorang wanita ular yang menjadi buronan Raisilian, bukanlah hal yang sulit bagi Pangeran Arshlan. Karena di Yorksland sendiri, orang-orang licik dengan ilmu yang tinggi seperti macam putri Emilda sudah banyak dan bertebaran di sana. Bahkan pangeran Arshlan harus pergi ke Raisilian demi menghindari pertempuran keluarga.


Setelah Raisilian memberikan dukungan, kini giliran Noirland. Pangeran Arshlan meminta dukungan dari kerajaan yang letak wilayahnya menjadi penghubung antara Raisilian dan Yorksland.


Mobil sang pangeran dengan roda yang digembesi oleh putri Estelle sudah diperbaiki. Kini pangeran Arshlan sedang meluncur menuju ke Noirland.


Wajahnya cukup rupawan, membawa mobil dengan sangat cepat namun terlihat elegan, dan satu lagi, dia memiliki keahlian untuk menggunakan pistol sambil mengemudi.


Atas dasar kemampuan bela dirinya yang tinggi itulah, dirinya dijuluki sebagai 'Naga Hitam dari Timur'.


Sang pangeran kini berada di istana Noirland. Kedatangannya disambut baik oleh para petinggi istana di sana.


"Wahai Yang Mulia Raja Jeremy, sungguh sebuah kemulyaan bagiku bisa menemui dirimu secara langsung begini." Pangeran Arshlan memberi hormat dan juga basa-basi ketika ia bertemu dengan raja dari Noirland tersebut.


Raja Jeremy terlihat begitu murka. Dia memasang wajah bengisnya begitu melihat pangeran Arshlan, bagaimana pun juga berita tentang tertangkapnya putri Emilida telah terdengar oleh sang raja. Dan mereka semua tahu jika orang yang menangkapnya bukanlah orang sembarangan, melain 'Sang Naga Hitam', pangeran Arshlan.

__ADS_1


"Berani-beraninya kau datang ke mari!" hardik sang raja.


"Hamba hanya menawari kerja sama, Yang Mulia." Pangeran membungkukkan badannya kala menjawab pertanyaan.


Raja Jeremy berdecih seraya membuang muka. "Kau mau mempermainkanku? Aku tau, dirimulah yang menangkap putri Emilda!" ujarnya.


"Menangkap putri Emilda adalah sebuah keharusan, dia adalah tersangka, penjahat! Apa aku harus membiarkannya berkeliaran?" Jawaban sang pangeran sangat kurang ajar memang. Namun dirinya sengaja berkata demikian untuk menguji kesabaran si Raja dari Noirland tersebut.


"Kurang ajar!" Raja Jeremy semakin geram.


"Mau apa kau?" sinis raja Jeremy yang tak digubris oleh pangeran Arshlan.


Sang pangeran terus menuju ke depan mendekati raja Jeremy yang duduk di singgasana. "Esok adalah eksekusi mati, putri Emilda...," bisik sang pangeran.


Raja Jeremy membelalakkan matanya tak percaya. "Raisilian memang kurang ajar!"

__ADS_1


"Bukankah kerajaan Noirland yang lebih kurang ajar lagi. Kalian diam-diam berkhianat pada Raisilian, mencuri hasil jerih payah mereka dan kalian juga telah banyak membunuh orang-orang Raisilian yang tak berdosa melalui tangan putri mahkotamu itu!"


Raja Jeremy menjadi pias. Perkataan pangeran Arshlan memang benar namun ia tak mau dan tak boleh kalah.


"Ahahaha! Ahahaha!" Suara tawa raja Jeremy menggelegar.


"Baiklah, baiklah! Sepertinya memang benar, aku tidak boleh bermain-main dengan naga hitam dari timur. Apa ada yang kau inginkan dari kerajaan Noirland sebagai jaminan agar kau tidak membunuh putriku?" tawar raja Jeremy dengan licik.


Pangeran Arshlan mengangkat alisnya. "Aku hanya ingin Noirland memberi dukungan padaku, ketika paman-pamanku mengajukan banding dalam sidang kita nanti," ucap sang pangeran.


"Ah jadi ceritanya, Yorksland juga sedang dikudeta?" ledek sang raja.


"Bukan urusanmu! Kau pegang kata-katamu atau tidak untuk mendukungku?" Pangeran Arshlan mendekatkan wajahnya pada sang raja.


"Baik, baik," jawab raja Jeremy gugup karena aura dari pangeran Arshlan yang sangat menekan.

__ADS_1


__ADS_2