
"Sekarang, apa yang akan kakak lakukan?" tanya putri Estelle pada kakak tirinya itu. Dia masih belum membersihkan diri setelah terbangun dari tidurnya di atas sofa.
Sementara itu putri Emilda sudah siap dengan masker silikon yang membuat wajahnya nampak berbeda, rambut palsu yang pendek, dan seperangkat atribut dayang khas kerajaan Raisilian.
"Kau cukup antarkan kotak itu untuk Paula!" instruksi Putri Emilda sambil menunjuk kotak berwarna hijau pupus di atas meja riasnya.
"Untuk ibu suri? Kapan? Sekarang?" tanya Putri Estelle, pasalnya ia belum siap untuk keluar kamar karena ia masih terlihat muka bantal dan belum bersiap sama sekali.
Mendengar jawaban adik tiri yang super payah itu, Putri Emilda memutar bola matanya jengah. "Besok!" serunya dengan sinis.
"Iiish!" balas Putri Estelle.
"Ya, sekarang lah! Makanya, kau harus segera bersiap. Aku sekarang harus pergi ke tempat wanita itu!" jawab Putri Emilda.
"Yang harus kulakukan, hanya memberikan kotak itu?" tanya Putri Estelle yang semakin tak mengerti dengan rencana saudaranya.
"Iya, berikan kotak ini pada Paula." Putri Emilda mengangkat kotak tersebut.
__ADS_1
"Apa isi di dalamnya?" Putri Estelle mencoba mendekati kotak dalam tangan Putri Emilda itu.
"Hanya sepasang baju untuk acara minum teh," jawab Putri Emilda dengan santai.
Putri Estelle mengerutkan dahinya. "Kenapa harus baju untuk minum teh? Lalu, kenapa harus sepasang? Ibu suri, kan, sudah kehilangan Yang Mulia Raja Gabriel sebagai pasangannya?"
"Yang satu itu untuk Gerald, tapi kau jangan berikan itu langsung padanya! Karena kuyakin jika Gerald tak akan menggunakan baju pemberianmu. Jadi, jika kau berikan baju itu untuk Paula, maka Paula yang akan memberikannya pada Gerald!"
Putri Estelle merasa risih mendengar Putri Emilda memanggil Raja dan Ibu Suri dari Raisilian hanya dengan nama tanpa embel-embel gelar kebangsawanan mereka.
Hanya saja, percuma mengingatkan Putri Emilda, karena gadis itu hanya akan memutarbalikkan fakta jika di depan ayahanda mereka.
*
"Ah, merepotkan sekali! Kenapa aku harus mengikuti rencana Putri Emilda?" gumam Putri Estelle sambil berjalan di lorong istana kerajaan Raisilian.
Sang Putri tiba di lorong tempat kamar anggota utama kerajaan Raisilian. Ia melirik pada kamar yang ada di samping kamar Raja Gerald.
__ADS_1
Apa benar di kamar ini ditempati oleh seorang wanita? Lalu ... wanita itu adalah calon istri Raja Gerald? Apa benar begitu?
Sejenak, Putri Estelle termenung tanp menghiraukan adanya pengawal di depan kamar tersebut. Sampai ia sadar, jika dirinya harus memberikan kotak ini untuk Ibu Suri Paula.
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Ibu Suri Paula yang ia cari keluar dari kamarnya dan berpapasan dengannya.
"Putri Estelle?" sapanya ramah.
"Yang Mulia Ibu Suri?" balas Putri Estelle.
"Ada apa kau kemari, apa kau mencari Gerald? Maaf, jika sepanjang kau di sini, Gerald sama sekali tidak mengajakmu berbincang. Karena statusnya sebagai seorang Raja, kini dirinya sangat sibuk."
"Ah, tidak! Saya bukan mencari Yang Mulia Raja Gerald. Saya justru ingin bertemu anda, Yang Mulia Ibu Suri. Apa anda ada waktu?" tanya sang Putri.
"Ya, ada. Apa kita akan berbincang cukup lama? Kau mau berbincang di taman P&G?"
"Ah, tidak perlu, saya hanya ingin memberi hadiah pada Ibu Suri dan Raja Gerald, sebagai tanda terima kasih sudah menampung saya selama keadaan di kerajaan Noirland belum membaik."
__ADS_1
*