Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Penangkapan Putri Emilda


__ADS_3

“Sebentar! Kau berbohong pada Raja Jeremy? Raisilian memang tidak pernah ada rencana untuk menghukum mati putri Emilida. Apa kau menggertak mereka hanya karena ingin menikah si putri cengeng itu?” Mata Raja Gerald memicing pada kawannya.


"Aku?" tunjuk sang pangeran pada dirinya sendiri.


"Tidak! Aku hanya ingin menggertak raja Noirland itu, agar dia mau mendukung pada Yorksland nanti."


Raja Gerald melirik pada pangeran Arshlan sambil tersenyum curiga. Dia terlihat tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pangeran Arshlan. "Hmmmm ...?"


Sang pangeran membalas tatapan curiga dari kawannya. "Ada apa dengan ekspresimu? Aku tidak berbohong!"


"Hmmmm ...?"


"Kau, kan, tau aku tidak ingin menikah. Mana mungkin aku mengajukan perjanjian dengan sebuah pernikahan," elak pangeran Arshlan.


"Hmmmm ...?" Raja Gerald tetap tersenyum-senyum seakan menaruh curiga untuk menggoda pangeran Arshlan.


"Sekali lagi kau memasang ekspresi seperti itu, kulempar kau dengan sepatu." Sang pangeran terlihat kesal sambil menaikkan sebelah kaki dan hendak melepas sepatunya.


"Eiiits, oke! Oke! Ampun, ampun!" Raja Gerald terkekeh, dirinya menghadang wajahnya menggunakan kedua tangannya. Jaga-jaga, barangkali pangeran Yorksland di hadapannya benar-benar melempar sepatu ke arahnya.


Pangeran Arshlan yang terlihat kesal pun membuang muka.


"Yang Mulia, hamba menghadap." Antony tiba-tiba menginterupsi dan menengahi perdebatan antara pangeran Arshlan dan Raja Gerald.

__ADS_1


"Ya, ada apa, Antony?" tanya Sang Raja.


"Mengenai putri Emilda, dia telah kabur dari penjara gua reruntuhan," jawab Antony dengan hati-hati. Dia takut berita yang ia bawa, membuat sang raja merasa gusar.


"Kurang ajar!" Pangeran Arshlan yang merespon kekesalannya mendahului raja Gerald.


"Siapa lagi yang membantunya? Aku yakin penjara di gua reruntuhan sudah dirancang sedemikian rupa untuk bisa mengunci kemampuan-kemampuan putri Emilda sebagai ninja," pikir Raja Gerald yang lebih mampu berpikir dengan tenang.


"Ada seorang pemburu yang terlihat di cctv, namun untuk bantuan dari pihak dalam, hal itu belum bisa dideteksi." Antony menjabarkan lebih lanjut.


Pangeran Arshlan bangkit dari duduknya. "Ini urusanku, Gerald. Aku juga punya hal yang ingin kuperhitungkan dengan raja Noirland itu!"


Dalam sekejap pangeran Arshlan sudah tak terlihat dalam pandangan mereka berdua. Raja Gerald hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


*


"Ya, ini aku sendiri."


"Hmmm, sudah kuduga. Seorang naga hitam pasti tidak segan melakukannya."


Setelah berkata demikian, tiba-tiba Antony kembali masuk dan mengganggu waktu Raja Gerald ketika sedang memeriksa beberapa laporan bisnis kerajaan.


"Ada apa, Antony?" tanya sang raja yang langsung peka.

__ADS_1


"Yang Mulia, jalanan di tebing cadas yang menuju ke arah gua reruntuhan terjadi kebakaran." Antony memberikan kabar terbaru pada Raja Gerald.


"Apa ada korban?"


"Sebuah mobil dengan dua orang pengendara yang tewas di tempat."


"Penyebab kebakarannya?"


"Diduga karena kebocoran tanki bahan bakar karena kecelakaan mobil tersebut dengan salah satu pohon yang tumbang di sana."


"Ya sudah! Bersihkan saja tempatnya!"


"Oh ya, Yang Mulia. Sebenarnya, korban yang meninggal dalam kebakaran itu Putri Emilda. Dia berhasil kabur dari penjara di gua reruntuhan," lanjut Antony.


"Hmmm, aku sudah tahu! Persiapkan saja penguburannya!"


Antony pun mundur dan keluar dari ruangan Raja.


"Aku yang sekarang berhutang pada Arshlan," gumam sang Raja sambil mengetik sesuatu dalam ponselnya.


*


Guys ini alurnya mundur dulu ya, karena aku mau nyeritain tetang bagaimana putri Estelle bertemu sama pangeran Arshlan. Jadi nggak ujug2 nikah aja mereka teh, gitu. hihi

__ADS_1


__ADS_2