Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pemeriksaan Bayi Kevin


__ADS_3

"Bayi Kevin demam karena terlalu banyak menangis saja, mungkin dia bosan. Udara segar bisa merubah suasana hatinya, seorang bayi juga memiliki perasaan dan bisa diajak komunikasi, jadi ... jika bayi merasa tenang dan bahagia, maka pertumbuhan dan kesehatannya akan sangat baik." Sang dokter menjelaskan.


Eliana memperhatikan penjelasan dari sang dokter.


"Saran saya, lebih baik bawa bayi Kevin jalan-jalan dan juga ajak dia bermain," lanjut sang dokter.


"Baik, Dok! Akan saya komunikasikan lagi pada Yang Mulia," jawab Eliana. Jelas saja, dalam hatinya tak bisa langsung melakukan hal yang disarankan oleh sang dokter, karena keterbatasan ruang gerak Eliana yang dibuat oleh sang Raja.


"Oh, ya! Saya pikir, air susu dari nyonya Eliana berkurang juga, sehingga hal itu membuat bayi Kevin menangis karena merasa kurang puas mendapat ASI."


Penjelasan sang dokter membuat Eliana menganga. "ASI-ku berkurang, dok?"


"Iya, Nyonya. ASI yang berasal dari induksi laktasi memang rentan untuk seret. Karenanya harus sering distimulasi dan juga sang ibu sangat tidak dianjurkan untuk stres. Anda harus merasa enjoy dan bahagia sepanjang waktu, ya, Nyonya, agar ASI yang dikeluarkan lebih banyak." Sang dokter memanggil Eliana dengan sebutan nyonya, karena menyangka bahwa Eliana adalah wanita yang sudah menikah.

__ADS_1


Eliana terdiam. Ia memang sedang stres akhir-akhir ini, terutama saat Yang Mulia mencurigai dirinya mencuri kalung milik Yang Mulia. Ia tidak menyangka jika hal tersebut akan berdampak pada ASI yang ia hasilkan untuk bayi Kevin.


Maafkan Mama ya, Kevin .... Karena kesalahan Mama ASI untukmu jadi berkurang. Mama akan berusaha untuk bahagia lagi, demi bisa menyusui kamu.


"Saran lagi dari saya, Nyonya. Jika suami anda datang nanti, biarkan suami anda melakukan pemijatan relaksasi untuk anda. Hal itu baik untuk menghilangkan stres dan berdampak pada kelancaran ASI," terang sang dokter lagi.


"Ba-baik, Dok," jawab Eliana.


"Ini obat penurun panas untuk bayi Kevin. Saya tulis dosisnya di sini, ya. Sekali lagi saya tekankan, Nyonya Eli, jangan stres, ya!" tegas sang Raja seraya tersenyum.


Sang dokter pun pamit dan meninggalkan kamar Eliana.


Sesuai dengan perintah yang dokter itu dapat sebelumnya. Jika ia sudah memeriksa bayi Kevin, maka ia harus datang ke tempat Yang Mulia raja untuk melaporkan hasil pemeriksaannya.

__ADS_1


Kini, sang dokter wanita itu sedang berdiri sambil menunduk di hadapan Yang Mulia dan bersiap untuk memberi laporan pada sang Raja.


"Jadi bagaimana kondisi Kevin, dokter?" tanya sang Raja.


"Bayi Kevin hanya terlalu banyak menangis, itu yang membuatnya demam. Bayi menangis itu biasanya karena ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, Yang Mulia. Sepertinya, Nyonya Eliana jarang membawa anaknya jalan-jalan ke luar istana. Hal tersebut membuat bayi Kevin merasa bosan sehingga ia banyak menangis," jelas sang dokter pada Yang Mulia Raja.


Dokter anak ini sama sekali tidak tau asal usul bayi Kevin, sehingga ia mengira jika bayi Kevin adalah anak dari Eliana. Dan ia juga berpikir jika Eliana sudah memiliki suami.


"Baiklah kalau begitu," timpal sang Raja.


"Dan juga ada satu lagi, Yang Mulia." Sang dokter hampir lupa perihal kurangnya ASI milik Eliana.


"Bayi Kevin kurang mendapat ASI dari ibunya. Itu yang membuat sang bayi menangis, karena ia kurang puas. Sebisa mungkin nyonya Eli harus selalu bahagia dan tidak merasa stres. Pijat laktasi dari suami nyonya Eliana, akan membantunya untuk melancarkan ASI itu lagi," terang sang dokter.

__ADS_1


Raja Gerald terdiam mendengar penjelasan sang dokter. Apa ia harus memijat Eliana lagi?


Aku takut keterusan.


__ADS_2