Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Dayang


__ADS_3

Sementara itu dari luar kamar Eliana seorang dayang dengan terburu-buru kembali meninggalkan kamar Eliana. Langkahnya dipercepat, sambil menjinjing gaunnya hingga selutut, dan menoleh kanan-kiri juga belakang untuk memastikan tak ada orang yang membuntutinya.


Drap drap drap


Langkahnya sungguh tegas dan sangat cepat. "Lima menit lagi, para penjaga kamar itu akan sadar dari efek obatnya. Semoga Gerald tidak menyadari hal ini lebih cepat," ungkap dayang tersebut.


Dia berhenti di depan kamar tamu, kamar yang dihuni oleh putri dari Noirland tersebut.


*


Setelah kedua pengawalnya ditangkap, Putri Estelle tidak memiliki pengawal lagi dari Noirland yang membuntutinya. Ia pun tak berani meminta pengawal pengganti pada ayahnya, karena itu hanya akan memperburuk situasi dan reputasinya. Ia akan dicap sebagai Tuan Putri yang gagal dalam mengemban tugas.


Beruntungnya, tidak ada orang di Raisilian yang tahu jika putri Estelle membawa dua pengawal. Hal itu ia sengaja, agar para pengawal tersebut tidak dikenali identitas. Sehingga ketika para pengawal ditahan, tidak ada seorang pun yang curiga dan bertanya-tanya kemana perginya pengawal Putri Estelle?


Kini putri manja dari kerajaan Noirland itu hanya ditemani oleh seorang dayang. Dayang tersebut merupakan dari Raisilian, sehingga Putri Estelle tidak bisa sembarangan bicara tentang rencananya.


Apa yang harus kulakukan? gumam sang Putri dalam hatinya.


Ini adalah aib baginya, ketika rencana yang ia buat gagal hingga ada dua pengawal yang mengikutinya harus tertangkap.


"Aku pasti akan menjadi bahan ejekan oleh selir itu dan anaknya," gumam Putri Estelle penuh kekesalan.


Sepuluh tahun yang lalu, ia dan ibunya mendengar kabar tak sedap untuk kerajaan Noirland. Dimana saat Sang Raja Noirland itu, membawa pulang seorang wanita, dan juga seorang anak yang umurnya sedikit lebih tua. beberapa bulan darinya.

__ADS_1


Mulai saat itu, Raja Noirland dikenal memiliki dua orang istri yang oleh rakyat disebut sebagai Ratu dan Selir. Ibunya mencoba bersabar, namun tidak dengan sang Putri.


Apalagi ketika semakin dewasa ia mengetahui, bahwa perselingkuhan ayahnya terjadi sejak lama. Bahkan saat ibunya belum mengandung dirinya.


Semakin lama mereka bersama, tak pernah ada keakraban antara Putri Estelle dan saudaranya itu. Bahkan ia sempat tak terima ketika sang anak selir juga diberi gelar seperti dirinya, ada perasaan tak terima dalam hati. Namun, ia harus menyadari bahwa anak sang Raja bukan hanya dirinya.


Terlebih saat ayahnya dengan pedas berkata jika dirinya tak memiliki kompetensi untuk menjadi seorang Ratu pemimpin Noirland, dibanding saudara tirinya.


Cklek cklek


Cklek cklek


Suara seseorang yang membuka knop pintu dengan paksa.


"Siapa?" teriak Putri Estelle.


Cklek cklek


Tak ada jawaban. Yang ada hanya suara pintu yang dibuka dengan paksa.


Apa tidak ada pengawal di luar? Apa jangan-jangan pengawal itu sendiri yang berusaha masuk?


Dalam pikiran Putri Estelle sudah terlintas hal-hal yang buruk. Ia mencoba membawa sebuah guci untuk berjaga-jaga dan terus memperhatikan knop pintu.

__ADS_1


Namun setelah beberapa menit, knop itu berhenti berputar. Hingga ....


Tok Tok Tok


Siapa yang mengetuk pintu itu?


"Siapa?" teriaknya lagi.


"Saya dayang, Tuan Putri. Saya diperintah untuk mengantarkan minuman." Dayang itu menjawab dari luar.


"Saya tidak memesan minum," jawab Sang Putri.


Lagipula dayangku tidak pernah datang tengah malam begini.


Cklek cklek


Kenapa dayang itu memaksa masuk?


*


Creepy banget nggak sih ada dayang kek gini, tadi ke kamar Eli, sekarang ke kamar antagonisnya?


Harapan kalian gimana?

__ADS_1


Itu dayang orang baik yang mau nolongin Eli dan nyelakain si Es teler, atau gimana?


Komen di bawah ya ...!


__ADS_2