Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Wanita di Mansion Timur


__ADS_3

"Bibi Odeth, sebaiknya kau jangan bicara sembarangan. Bahaya bila Yang Mulia mendengarnya." Meski di bibirnya mengelak, namun dalam hati Eliana merasa senang mendengar mantan dayang sang Raja itu berkata demikian.


Dengan apel pipi yang memerah, Eliana berkata, "Aku ... mana mungkin aku menikah dengan Yang Mulia."


Sementara itu Odeth menggelengkan kepalanya. "Nona Eli ... dirimu memang terlalu polos. Seharusnya, sebagai perempuan Nona tidak boleh mengizinkan seorang pria menyentuh anda, sekalipun itu seorang Raja."


Eliana menghela napasnya, apa yang dikatakan bibi Odeth memang ada benarnya. "Bibi ...," keluh Eliana pada wanita paruh baya itu. "Apa perempuan sepertiku punya pilihan lain?"


Gadis itu menatap sang dayang dengan wajah yang begitu menyedihkan. Pupil matanya bergoyang-goyang, korneanya mulai berair yang terbendung oleh pelupuk matanya. "Aku ... aku ... hanyalah menjadi pelunas hutang ayahku. Ibu tiriku menjualku pada tuan Antony." Eliana mencurahkan kondisinya pada Odeth.


Wanita paruh baya itu tak bisa berkata-kata, ia pun tahu bagaimana Eliana bisa di tempat ini. Semuanya dikarenakan Eliana yang menjadi pelunas hutang ayahnya pada kerajaan Raisilian.


"Iya ... saya paham Nona. Sebagai orang kecil, kita memang tak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi harga diri kita," ujar Odeth yang ikut berkaca-kaca.

__ADS_1


"Tapi ... seharusnya aku merasa sedikit beruntung, Bibi. Karena Yang Mulia tak menyakitiku. Yang Mulia melakukan semuanya demi bayi Kevin ini."


Eliana dan Odeth menatap pada bayi mungil yang sedang tertidur pulas kembali dalam pangkuan Eliana.


"Bibi Odeth?"


"Iya."


"Apa Bibi tahu, siapa sebenarnya bayi Kevin ini? Mengapa Yang Mulia sangat mengistimewakannya?" tanya Eliana.


"Aku ... tidak berani menanyakannya," ujar Eliana.


"Sebenarnya, berita yang kami dapatkan sebagai seorang dayang pun masih simpang siur. Tidak ada satu pun dari kalangan pegawai istana yang mengetahui kebenarannya," jawab Odeth. "Hanya saja ...." Odeth menggantung perkataannya.

__ADS_1


"Hanya saja, Bibi?" tanya Eliana.


"Hanya saja, kami sempat mendengar jika Raja Gerald pernah menyembunyikan seorang wanita di sebuah mansion yang terletak di timur kerajaan Raisilian." Odeth menautkan kedua alisnya, tandanya ia sangat serius dengan perkataan.


"Raja Gerald memiliki simpanan wanita?" Eliana terkejut atas berita yang didengarnya.


"Tapi ... Nona Eli jangan terburu-buru berpikir demikian. Ini hanya berita simpang siur di antara pegawai istana kerajaan." Odeth mewanti-wanti.


"Begitu ya?" Eliana manggut-manggut. "Tapi ... meski itu berita simpang siur, tentunya ada sumber utama yang menyebabkan timbulnya berita itu. Jadi ... apa yang menyebabkan para karyawan berpikir demikian?"


"Itu ... dikarenakan adanya dua orang pengawal dan seorang dayang yang tiba-tiba dikirim ke sana." Odeth memulai kembali ceritanya. "Selain itu, Yang Mulia Raja juga sering berkunjung mansion itu meski sedang tidak ada tugas kerajaan."


"Hanya itu?" tanya Eli.

__ADS_1


"Tidak!" tegas Odeth. "Masih ada lagi, Nona!" Odeth menghela napas sejenak sebelum bercerita kembali. "Jadi ... saat itu, Yang Mulia Raja Gerald baru saja diangkat menjadi Raja Raisilian VII. Dikirimnya dua orang pengawal dan seorang dayang itu, adalah ketika dua bulan pasca pelantikannya. Entah berapa lama ... saya pun sudah agak lupa, yang jelas beberapa bulan setelah itu, Raja Gerald membawa bayi ini dan setelah bayi ini ada di istana, Yang Mulia Raja Gerald tidak pernah lagi berkunjung ke mansion tersebut," Odeth menjelaskan panjang lebar.


__ADS_2