
"Kalungnya! Kalung yang digunakan kak Gerry dalam foto ini, sangat mirip dengan kalung pemberian Elsa pada bayi Kevin?" Raja Gerald merasa menemukan sesuatu.
"Sudah kuduga! Elsa tidak mungkin memiliki barang semewah ini jika bukan pemberian dari kakak," ujarnya lagi.
Lalu ia pun menurunkan kembali foto Raja Raisilian VI itu dari genggamannya dan menyimpannya di tempat semula.
"Tapi itu ... bukan yang aku cari. Aku ingin memastikan, apakah Elsa memang benar memiliki hubungan darah dengan Louis? Dan bagaimana cara kakak bisa berkenalan dan jatuh cinta pada gadis ini?" ucap Sang Raja sambil memperhatikan sudut lain dalam ruangan ini.
Sebuah box bayi, yang tiba-tiba terlintas dalam benaknya saat melihat box berwarna biru telur bebek tersebut adalah senyum bayi Kevin yang sedang bersenda gurau di dalamnya.
"Kak, seandainya kau masih hidup .... Anakmu membutuhkan dirimu," lirih Raja Gerald.
Tuk tuk tuk
Suara sepatu pentopel menghapus kesunyian. Raja Gerald melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga, ia hendak memeriksa bagian lantai dua. Barangkali ia menemukan sesuatu di atas sana.
Para pengawal bersiaga di lantai bawah. Hanya dua orang saja yang mengikuti Raja ke area atas mansion.
__ADS_1
Raja pergi hanya dengan sepuluh orang pengawal, sebelas bila dihitung dengan supir pribadi Sang Raja.
Empat orang menunggu di area depan gerbang mansion, dan enam orang lagi masuk ikut mengawal Yang Mulia Raja.
Dari enam itu, hanya empat yang diminta untuk tetap tinggal di lantai bawah, sementara dua pengawal lainnya diminta untuk ikut ke lantai atas bersama Sang Raja.
Tidak ada yang istimewa di lantai dua. Karena sama sekali tidak ada ruangan, yang ada hanya sebuah kursi malas yang tertutup oleh kain di samping jendela.
Raja Gerald menghampiri kursi dengan penutup kain yang penuh debu itu. Padahal baru beberapa bulan mansion ini ditinggalkan semenjak kematian Elsa.
Sang Raja melongok ke luar jendela. Lalu ia melihat bagian belakang mansion yang sepertinya merupakan bekas peternakan.
"Sepertinya kita harus memeriksa bagian belakang mansion ini!" titah Raja Gerald.
Sang pengawal hanya bisa menurut dan tinggal mengikuti Rajanya.
Dengan langkah yang cepat, Gerald menuruni tangga. Ia segera ke dapur dan menemukan pintu untuk menuju ke belakang rumah.
__ADS_1
Namun, ia menghentikan langkah terlebih dahulu, dan memperhatikan meja dapur yang ada di hadapannya. Beberapa barang maupun sisa bahan makanan masih tersusun dengan rapi di atas meja itu.
Gerald mengambil dan memeriksa satu per satu bahan makanan ataupun bumbu dapur yang tersisa.
Tidak ada yang aneh.
Bubuk rempah-rempah, gula, garam, beberapa sayuran kering. Dan ... jamur?
Raja Gerald menyimpan kembali semua benda yang telah disentuhnya dan terburu-buru mencuci tangan dengan air dari keran.
"Mari kita segera menuju ke belakang mansion ini! Siapkan penerangan!"
Para pengawal langsung bersiap dengan flash yang menyorot dari ponsel mereka masing-masing.
Salah satu pengawal membuka pintu mansion, lalu pengawal keluar terlebih dahulu untuk memastikan keamanan.
"Siapa yang pernah beternak di belakang mansion ini?"
__ADS_1