
"Jadi sebenarnya, tujuan aku memanggilmu ke mari adalah, karena ingin memintamu untuk menjadi perwakilan Raisilian membebaskan warganya yang ada di Noirland. Karena sang ratu sedang hamil muda dan dilarang bepergian, sementara aku harus mengurus beberapa tugas menteri yang kosong dan mencari pengganti mereka. Bagaimana menurutmu?" Sang Raja meminta pendapat dari Antony.
"Iya, kalau begitu sepertinya saya tidak keberatan untuk pergi ke sana," jawab Antony.
"Syukurlah kalau kamu sepakat untuk pergi ke Noirland." Sang raja mulai bisa tenang karena Antony bersedia berangkat ke Noirland.
"Lalu, yang akan membantu pekerjaan Yang Mulia, siapa?" tanya Antony ragu.
"Itu masalah nanti, aku bisa mengatasi semuanya sendiri jika hanya untuk beberapa hari saja." Sang raja meyakinkan Antony. "Apalagi ibu suri juga masih belum sadarkan diri, mana bisa aku tinggal pergi," ujar sang raja lagi.
Antony mengangguk-angguk paham.
"Baiklah kalau begitu, kapan saya berangkat?" tanya sang penasihat itu.
"Nanti sore," timpal sang raja. "Oh, ya jangan lupa bawa batu giok ratu yang dipegang oleh ratu Eliana," ujar sang raja.
"Batu giok?"
"Ya, untuk mendapat wewenang dari Noirland kau harus membawanya!" seru sang raja. "Biar nanti aku yang akan memintanya pada sang ratu untukmu," lanjut raja Gerald lagi.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia Raja," timpal Antony.
Sekarang mereka berdua keluar dari ruangan tersebut.
"Yang Mulia, Arshville memutuskan untuk melakukan pemilihan perdana menteri dengan pemungutan suara rakyat. Namun, untuk para calon perdana menteri, mereka meminta pihak kerajaan maupun parlemen untuk mengusung seperti biasanya," ujar Antony memberikan informasi terbaru pada sang raja.
"Baik! Panggil seluruh anggota parlemen untuk rapat tertutup siang ini juga." Sang raja memberi perintah. "Lalu, kau sudah dapat berita mengenai keluarga menteri Garfield?"
"Untuk anak-anak para menteri, hamba mendapat kabarnya. Tapi ... untuk istri dari mendiang sang menteri sendiri, masih menghilang tanpa jejak," jawab Antony.
"Jadi dia menelantarkan anak-anaknya?" tanya sang raja tak percaya.
"Bisa dibilang seperti itu, Yang Mulia."
"Lalu, tetaplah mencari keberadaan ibu mereka. Cari pada semua kemungkinan. Lalu telusuri pula di semua titik yang memungkinkan dia bisa keluar dari Raisilian," lanjut raja Gerald.
"Baik, Yang Mulia."
Raja Gerald dan Antony telah di depan mobil. Lalu Antony pun membuka pintu mobil untuk sang raja. "Silakan, Yang Mulia."
__ADS_1
"Terima kasih."
Setelah mereka berdua naik, lalu mobil pun melaju ke area tujuan mereka. Yaitu kawasan hutan lindung yang baru saja dilakukan pengamanan.
Sang raja memutuskan untuk melakukan pembersihan hutan dari para pemburu tak bertanggung jawab dan juga perangkap-perangkap yang telah mereka pasang dan membahayakan kehidupan hewan-hewan liar.
Hutan itu berada di tengah-tengah gunung area bagian barat Raisilian yang berbatasan dengan Noirland secara langsung.
Rencananya Yang Mulia Raja akan meresmikan hutan tersebut menjadi area hutan yang dilindungi oleh kerajaan hari ini.
"Yang Mulia Raja," panggil Antony seraya berbalik badan menghadap sang raja yang duduk di belakangnya.
"Hmm?" jawab sang raja.
"Apa Yang Mulia Ratu sudah bangun ketika anda berangkat, Yang Mulia?" tanya Antony.
Sang raja menggeleng. "Belum, dia masih istirahat karena semalam tidur terlalu larut. Memang kenapa?" tanya sang raja yang tiba-tiba merasa tak enak.
Antony menunjukkan layar tablet yang berisi sebuah pesan.
__ADS_1
Sang raja membacanya dan ... dia meneguk ludahnya berkali-kali.
"Masih ada waktu untuk menuju ke sana, kan? Kita kembali dulu ke istana."