Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pembebasan


__ADS_3

Peresmian hutan berjalan lancar. Karena Yang Mulia Raja sudah ditemani sang Ratu maka Antony memutuskan pergi ke Noirland lebih awal. Dia tak menemani Yang Mulia Raja saat peresmian, juga tak menemani Yang Mulia Raja saat pertemuan bersama seluruh anggota parlemen. Sehingga Yang Mulia Ratu Eliana memberikan batu giok ratu sebelum mereka berpisah.


Namun kabar baiknya, Antony dengan mudah menemukan keberadaan keluarga Elsa atau Manda di penjara Noirland.


Malam ini juga, Antony kembali ke Raisilian dengan beberapa warga sipilnya yang sempat dijadikan tawanan di Noirland tanpa sepengetahuan pemimpin Raisilian.


"Anda sekalian dipersilakan untuk beristirahat. Namun khusus untuk tuan Luffy dan Nyonya Jannet, nanti harap datang ke istana untuk menemui Yang Mulia raja dan ratu." Antony memberi arahan setelah mereka tiba di Raisilian.


“Baik, Tuan Antony.” Mereka sekeluarga segera menuju ke paviliun istana untuk beristirahat. Karena Yang Mulia Ratu ingin bertemu dengan mereka langsung seusai mereka beristirahat.


Antusiasme Yang Mulia Ratu ternyata tak mampu menunggu. Baru saja penasihant Antony meninggalkan keluarga Luffy di paviliun, Ratu Eliana sudah terburu-buru menanyakannya pada Antony.


“Tuan Antony, bagaimana keadaan paman Luffy dan bibi Jannet?” tanya ratu Eliana antusias.


“Mereka baik-baik saja, Yang Mulia Ratu,” jawab Antony.


“Bisakah kau pertemukan aku dengan mereka sekarang?” pinta sang ratu.

__ADS_1


“Tidak bisa, Yang Mulia Ratu. Biarkan mereka beristirahat dan membersihkan diri terlebih dahulu. Saya sudah meminta mereka untuk menemui Yang Mulia jika mereka telah cukup istirahat dan membersihkan diri.” Antony menjelaskan lebih lanjut.


Ratu Eliana sedikit murung.


"Lagipula, Yang Mulia Ratu juga telah melakukan banyak hal hari ini. Ada baiknya, Yang Mulia juga beristirahat," saran dari Antony.


"Yang Mulia Ratu," panggil seseorang mendekat pada mereka berdua.


"Maafkan aku, Sevda. Aku pergi tanpa memberitahu padamu." Ratu Eliana nampak bersalah saat melihat asistennya kelelahan mencari dirinya.


"Tak apa, Yang Mulia. Ayo kita kembali," ajak Sevda.


"Mari, tuan Antony," pamit Sevda pada seniornya.


Antony hanya membungkukkan kepalanya membalas salam hormat dari Sevda.


*

__ADS_1


Karena sangat lelah, keluarga dari Manda memutuskan untuk pergi menemui Raja dan Ratu mereka esok pagi.


Kedua adik Manda kini sudah remaja. Keberadaan mereka di bawah penjara Noirland membuat mereka tampak kurus dan tak terurus.


"Kita beruntung, karena bisa terbebas dari jeruji besi Noirland yang sangat terkutuk itu, Bu," ucap tuan Luffy pada istrinya.


"Ya, setelah kematian raja Jeremy, rasanya segala sesuatu semakin membaik saja," timpal nyonya Jannet.


"Benar, Bu. Mulai dari meninggalnya selir sofi yang sering menindas para tahanan, ditemukannya keturunan putri Alana yang hilang, dan sekarang kita dibebaskan."


"Yang paling membuat aku sedih selama di penjara adalah nasib anak-anak. Mereka terkurung tanpa bisa menjalani kehidupan normal mereka sebagaimana harusnya." Nyonya Jannet mengusap surai anak mereka yang sedang tertidur pulas.


"Setelah ini, apakah kita akan bertemu dengan Manda?" tanya tuan Luffy berharap.


"Semoga saja, aku sendiri tidak tau bagaimana kabar Manda," ujar nyonya Jannet bersedih.


"Semoga Manda baik-baik saja."

__ADS_1


"Iya, semoga Manda baik-baik saja."


Nyonya Jannet dan Tuan Luffy sama-sama berharap untuk bertemu putri sulungnya. Mereka berdua tak tahu bagaimana keadaan Manda yang sesungguhnya. Selama di penjara Noirland, mereka tak pernah mendengar kabar dari anaknya itu.


__ADS_2