Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pindah Kamar


__ADS_3

"Kalau begitu bagaimana kriteria yang baik untuk memilih seorang Ratu?" tanya Raja Raisilian itu.


"Tidak ada kriteria khusus untuk memilih seorang Ratu. Tapi ... yang paling penting dalam diri seorang Ratu adalah dirinya yang dicintai rakyatnya. Ratu yang menjadi tempat berpulangnya Sang Raja, Ratu yang selalu ada di balik keputusan yang diambil oleh seorang Raja, dan yang paling penting adalah, Ratu yang selalu memikirkan kepentingan rakyatnya," terang Antony pada Raja Gerald.


Penjelasan Antony ini bukan tanpa dasar, melainkan karena semua yang ia sebutkan ada pada seorang wanita terakhir yang menjabat sebagai Ratu, yakni Yang Mulia Ratu Raisilian V, Ratu Paula.


Sebelumnya, Raja Gerry diangkat menjadi seorang pemimpin saat ia belum memiliki seorang istri.


Sementara Yang Mulia Ratu Paula memutuskan mundur dari tahtanya. Meski menurut aturannya, Sang Ratu tetap akan menjadi Ratu, dan roda kepemimpinan akan diturunkan saat Sang Raja dan Sang Ratu keduanya telah tiada. Namun berbeda halnya, bila Sang Ratu tersebut mengundurkan diri dan memilih menurunkan tahta lebih awal.


Raja Gerald tidak memberi respon apa-apa. Ia mungkin sedang berpikir atau hanya sekedar melamun saja.


Namun tiba-tiba, Yang Mulia Raja itu langsung berdiri.


"Anda mau pergi kemana, Yang Mulia?" tanya Antony sambil sedikit mengejar Rajanya.


"Segera pindahkan Eli sekarang juga!" titahnya sambil berkacak pinggang membelakangi Antony.


"Kalau begitu, bagaimana dengan bayi Kevin?" Antony ingin menyadarkan Sang Raja, bahwa jika Eliana ia pindahkan maka bayi Kevin akan kesulitan untuk dekat dengan ibu susunya.

__ADS_1


"Pindahkan! Dan beri keamanan yang sangat ketat di kamar mereka!" ucapannya seakan tak bisa diganggu gugat.


"Tuan Putri Estelle masih ada di sini, bagaimana jika dia tahu?" tanya Antony dengan suara beratnya.


"Alihkan perhatiannya, jangan sampai dia tahu!" Ada saja alasan dan cara yang dibuat oleh Raja Gerald.


"Baiklah kalau begitu. Segera dilaksanakan, Yang Mulia." Antony sudah kehabisan kata-katanya.


Apa Yang Mulia sudah tidak peduli lagi dengan bayi Kevin? Antony menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku akan pergi ke Mansion Timur!" Raja Gerald keluar dari ruangannya. "Siapkan beberapa pengawal!" titahnya lagi.


"Baik, Yang Mulia." Antony pun membungkuk dan segera melakukan beberapa hal to do list yang dibebankan oleh Raja padanya.


Sementara itu, dayang Odeth sedang merapikan kasur Yang Mulia Raja.


Tok tok tok


Suara pintu kamar yang diketuk.

__ADS_1


"Silakan masuk!" teriak Eliana.


Cklek


Pintu kamar pun terbuka.


"Tuan Antony? Ada apa?" Eliana merasa terkejut akan kedatangan penasihat kerajaan yang tiba-tiba.


"Saya hanya ingin menyampaikan amanat Yang Mulia Raja," ucap Antony dengan formal.


"Apa?" tanya Eliana yang merasa heran.


"Nona diminta untuk pindah kamar. Para dayang sudah menyiapkan kamar untuk Nona," jawab Antony.


"Emmh, kemana?"


"Ke kamar baru anda. Para dayang akan membantu anda, Nona," timpal Antony lagi.


"Lalu bagaimana dengan bayi Kevin?" tanya Eliana seakan ragu jika ia harus meninggalkan kamar Sang Raja.

__ADS_1


"Bayi Kevin juga akan pindah kamar bersama anda, Nona."


Jawaban Antony membuat gadis itu bernapas lega. Aku hanya takut bila dipisahkan dari bayi Kevin. Itu saja, bukan yang lain!


__ADS_2