Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Hasil Penelitian Dave


__ADS_3

"Yang Mulia, maaf saya lancang karena tiba-tiba bertanya begitu kita bertemu. Jadi, saya penasaran dengan foto ini, apa benar wanita dalam foto ini adalah ponakan tuan Louis? Kalau iya, apa hubungannya wanita pengkhianat ini dengan kakak anda, Raja Gerald?" Tuan Dave yang baru saja bertemu dengan Yang Mulia Raja langsung memberikan pertanyaan.


"Ini ... kakakku dengan istrinya, Elsa. Ya, dia ponakan paman Louis," jawab Sang Raja yang juga dibuat tak mengerti setengah tersinggung karena wanita yang menjadi kakak iparnya disebut sebagai wanita pengkhianat. "Maksud tuan Dave, pengkhianat bagaimana?"


Tuan Dave menghela napas panjang sebelum ia mengembuskannya kembali dan bercerita.


"Jadi, dulu tuan Louis pernah memperkenalkan pada hamba, keponakan yang bernama Manda. Dia gadis yang cerdas dan tertarik pada ilmu tumbuh-tumbuhan. Tuan Louis selalu berkata, jika dirinya bekerja bertiga di sebuah laboratorium rahasia, bersama ponakannya dan seorang ilmuwan dari Noirland." Tuan Dave menjelaskan.


"Namun, ilmuwan dari Noirland itu berkhianat, sehingga Louis menyegel laboratoriumnya. Dalam ceritanya, Louis juga berkata jika di dalam laboratorium yang ia segel, juga tersimpan beberapa hasil penelitian hamba. Sepertinya, laboratorium yang tersegel itu adalah laboratorium bawah tanah belakang mansion ini."


Raja Gerald memanggut-manggut dan masih setia mendengarkan.


"Hamba juga kurang mendengar detail cerita ini, yang jelas ponakan tuan Louis membelot dan memihak Noirland. Entah apa sebabnya," jelas Tuan Dave lagi.


"Begitukah? Kapan kau bertemu dengan kakak iparku?" tanya Sang Raja.


"Pada waktu itu, ketika Raja Gerry dan tuan Louis masih hidup. Namun, Raja Gabriel baru saja meninggal dunia," jawab Tuan Dave sambil mengingat-ingat.

__ADS_1


"Dan kau, mengenal kakak iparku ini dengan nama Manda?" tanya Raja Gerald lagi.


"Ya, Betul, Yang Mulia. Apa mungkin hamba salah mengingatnya? Apa kakak ipar Yang Mulia namanya bukan Manda? Bukan ponakan tuan Louis?" Tuan Dave bertanya balik, ia meragukan akan ingatannya.


"Anda tidak salah, Tuan. Hanya saja nama kakak iparku, bukan Manda, melainkan Elsa. Dia memang ponakan paman Louis," jelas Yang Mulia Raja.


"Ah, mungkin Manda dan Elsa bersaudara, sehingga mereka mirip," ucap Tuan Dave.


"Iya, mungkin." Sang Raja tersenyum. Ia sendiri masih belum sepenuhnya paham, akan bagaimana asal-usul kakak iparnya yang tiba-tiba menjadi simpang siur begini.


"Sebaiknya kita sekarang menuju ke laboratorium saja, ada di mana Antony?" tanya Sang Raja.


"Tuan Antony ada di belakang mansion, Yang Mulia. Mari kita ke sana," ajak Tuan Dave.


Mereka berdua pun berjalan ke belakang mansion dan bertemu Antony yang sudah berada di area gubuk tua itu.


"Ayo kita masuk!" ajak Yang Mulia Raja.

__ADS_1


"Mari, Yang Mulia," jawab Tuan Dave dan Antony.


Mereka bertiga pun segera berjalan bersama menuju ke ruang bawah tanah.


"Tuan Dave?" panggil Yang Mulia Raja ketika mereka berada di depan gerbang laboratorium.


"Iya, Yang Mulia?"


"Apa hasil penelitian Tuan Dave ada di dalam laboratorium ini?" tanya Yang Mulia.


"Ada, Yang Mulia. Hamba sangat berterima kasih karena Yang Mulia sudah mengajak saya datang kemari." Tuan Dave nampak bahagia.


"Apa hasil penelitian anda yang ada di sini, Tuan Dave?" tanya Antony.


"Ini!" Tuan Dave menunjuk pada miniatur-miniatur kendaraan kelas berat yang ada pada laboratorium. "Saya yang mendesain kendaraan ini. Namun ...," ujar Tuan Dave menggantung.


"Namun apa?"

__ADS_1


__ADS_2