Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Lahan Konservasi dan Tambang Emas


__ADS_3

"Selamat datang di Raisilian, Yang Mulia Ratu. Hamba mohon maaf atas insiden dua hari yang lalu." Raja Gerald menyalami seorang wanita yang turun dari mobil.


"Itu bukan kesalahan anda, Yang Mulia Raja Raisilian VII. Justru, sebagai ratu di Yorksland, saya yang memohon maaf atas kekacauan yang diakibatkan warga negara kami. Atas nama kerajaan, saya mohon maaf dan terima kasih sudah mau mengembalikan jasad para warga kerajaan kami." Wanita berpenampilan seksi dan terlihat atletis itu membungkuk dalam-dalam pada raja Gerald.


"Itu semua bukan apa-apa, Yang Mulia Ratu."


Setelah bersalaman, keduanya berjalan bersama dengan diiringi oleh para pengawal. Mereka berdua berada di lahan konservasi yang baru saja diketahui sebagai tempat tambang emas di Raisilian.


"Ngomong-ngomong, ada apa Yang Mulia Ratu justru ingin datang ke mari. Padahal, saya bisa menyambut Yang Mulia Ratu lebih baik jika di istana.


"Ah, tidak apa-apa. Tak perlu menyambutku. Aku hanya ingin melihat potensi tambang di lahan ini."


Raja Gerald mengangguk-angguk.


"Tapi ... bukankah ini satu-satunya tambang logam terbesar yang dimiliki Raisilian? Lalu ... bukit ini juga merupakan bukit konservasi yang hutannya menjadi paru-paru untuk kerajaan Raisilian?" tanya Ratu Maria lagi.

__ADS_1


"Benar sekali, Yang Mulia Ratu."


"Kalau begitu mana yang akan anda pilih?" tanya ratu Maria lagi.


"Emmm ... maksudnya?"


"Maksud saya, apakah anda akan menjadi tempat ini sebagai tambang emas? Atau tetap dibiarkan menjadi hutan konservasi seperti ini?" Ratu Maria membuat pilihan yang sulit untuk raja Gerald.


"Itu ... mungkin saya perlu mendiskusikannya dengan petinggi kerajaan lainnya."


"Begitu ...." Ratu Maria mengangguk-angguk.


"Oh, pangeran Arshlan? Dia sedang terlihat sedikit kacau. Sang pangeran sedang berusaha menghibur putri Estelle yang masih trauma akibat insiden penculikan dan penyekapan sang putri pada malam itu," jelas raja Gerald.


Ratu Maria pun mengubah ekspresinya sehingga tampak khawatir. "Tapi ... apa putri Estelle akan baik-baik saja?"

__ADS_1


"Semoga saja begitu, Yang Mulia. Karena dokter ahli juga sudah menanganinya. Lagipula tidak ada hal fatal yang menyakitinya, dia hanya merasa trauma," jelas sang raja lagi.


"Baik, aku bisa mengerti. Semoga sang putri bisa segera baik-baik saja."


"Tapi ... mereka tau, kan, jika aku hendak berkunjung ke mari?"


"Sepertinya tau, Yang Mulia Ratu."


Ratu Maria lantas menyebik. "Arshlan, benar-benar."


"Raja Gerald, berbicara soal lahan tambang emas ini, apa ada petinggi lain yang sudah tahu?"


"Belum, Yang Mulia Ratu Maria. Hanya anggota inti kerajaan dan beberapa ahli yang memeriksa. Tapi sifatnya semua masih rahasia."


Ratu Maria pun mengangguk.

__ADS_1


"Memangnya kenapa, Yang Mulia Ratu?"


"Tidak. Berkaca dari kerajaanku, tidak semuanya setia pada kita. Lalu, kudengar Noirland akan memberikan wilayahnya untuk dipimpin oleh Raisilian sebagai hak warisan untuk putri mahkota yang hilang, Ratu Eliana. Di tanah yang akan diwariskan itu, sumber daya alam logam mulia sangat melimpah dan memang sudah digunakan untuk pertambangan. Jadi ... sayang jika hutan ini digunakan sebagai lahan tambang. Belum lagi menyiapkan area pembuangan tambang yang menguras tenaga, biaya, waktu dan pikiran. Tapi itu hanya saranku. Lalu jangan sampai anggota kerajaan lainnya tahu, agar keberadaan tambang itu, tetap menjadi rahasia."


__ADS_2