Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Hampir Saja


__ADS_3

Konten Dewasa (21+)


Tidak eksplisit. Jangan meminta lebih.


*


"Apa tangan baj*ngan itu menyentuh yang ini?"


Sang putri mengangguk dengan tetesan air mata.


Darah sang pangeran pun mendidih, menyesal ia belum menyiksa prajurit itu sebelum membunuhnya.


Pangeran pun akhirnya menci*mi pipi putri Estelle. "Kau mau aku menghilangkan jejaknya?"


Putri Estelle tak menjawab. Namun ia hanya mengangguk dengan pasrah.


Pangeran Arshlan pun kembali mencium bibir putri Estelle. Memberikan cec*pan-cec*pan erot*s yang dapat memanaskan suasana di ruangan itu.


Gerakan-gerakan sensual tangan sang pangeran, mulai menari-nari di atas tubuh sang putri. Perlahan gaun itu terbuka dan tanpa disadari pemiliknya, akhirnya terlepas jua.

__ADS_1


Sang kumbang mulai menghisap madu milik bunga di hadapannya. Gundukkan yang tampak manis itu masih terbungkus rapi, hingga kumbang berhasil menerobos ke dalamnya.


Menjejakkan tangannya, memilin pucuk strawberry hingga membuat si empunya mengerang tak karuan.


Hormon testosteron milik sang pangeran berhasil menunjukkan insting laki-laki yang ingin ia lakukan. Hingga pada akhirnya, mulut sang kumbang berhasil mendarat di atas pucuk strawberry yang sangat menggairahkan.


Ini adalah yang pertama kali bagi keduanya, namun ini sangat memabukkan.


Sang putri yang sempat ketakutan oleh prajurit buruk rupa karena hendak menyentuh bagian ini, namun kali ini ia tak mengerti, mengapa saat ini ia benar-benar pasrah ketika itu adalah pangeran Arshlan yang menikmati.


Bahkan tidak hanya dengan tangan, namun juga dengan mulutnya sang pangeran mencicipi bagian yang selama ini ia jaga.


Alirah darah yang berdesir mengalir lebih cepat. Keduanya terbakar oleh gelora asmara. Berulang kali sang putri mendesah, menunjukkan jika ia menikmati setiap sentuhan pangeran Arshlan.


Hisapan itu pun berpindah. Merambat pada pinggang ramping sang putri yang sudah tak tertutup oleh gaun. Kumbang dengan tanpa ragu membelai bagian itu dan menghadiahi puluhan kecupan. Hingga meninggalkan jejak kepemilikan di bagian sana.


"Tidak boleh ada yang menyentuh ini. Bagian ini sudah kuberi tanda," gumam sang pangeran sambil terus menghadiahi puluhan jejak di perut rata sang putri.


Hingga sang kumbang, melihat pada bagian inti yang masih tertutup rapat. Belum ia dekatkan, namun sudah tercium bau khas feminin dari milik wanitanya. Membuat sekali lagi darahnya mendidih pada suhu tertinggi.

__ADS_1


Sang pangeran pun mulai mengarahkan tangannya, bergerak perlahan dan mencoba melepas penutup terakhir di tubuh sang putri.


"Aku akan membersihkan bagian yang ini?" ucap sang pangeran dengan suara parau sambil menahan gelora dalam dadanya.


Putri Estelle menatap mata pangeran Arshlan yang berada di antaran kedua kakinya. Ia hanya mengangguk, dan terserah pada sang pangeran ingin melakukan apa.


Namun ....


Tok tok tok


Mereka berdua teralihkan dan menghentikan kegiatannya. Sang pangeran urung melucuti pakaian terakhir milik putri Estelle.


Tok tok tok


Ketukan pintu itu terdengar lagi.


"Apa pangeran Arshlan di dalam?" Suara dari luar terdengar memanggil.


"Ada apa?" Sang pangeran menyahut.

__ADS_1


"Pangeran Aro merusak lahan konservasi karena ia berusaha menemukan tambang emas itu. Raja Gerald memintamu untuk menghadapinya, karena pasukan Raisilian tidak mampu menghentikannya."


Sang pangeran mengembuskan napasnya dengan kasar dan merasa frustasi.


__ADS_2