
"Kalau begitu, siapa yang diusung oleh para petinggi kerajaan untuk menjadi perdana menteri Arshville?" tanya sang ratu.
"Kami memutuskan untuk tidak mengusung siapapun," jawab sang raja dengan mantap.
"Tidak mengusung siapapun?" sang ratu mengerutkan alisnya.
"Iya, kami serahkan sepenuhnya pada rakyat Arshville. Biar mereka yang memutuskan siapa yang menjadi kandidat calon perdana menteri wilayah mereka. Kerajaan sudah lama menerapkan sistem pemerintah otonomi untuk wilayah masing-masing, kalau seperti demikian mengapa para petinggi di kerajaan dan pihak parlemen sibuk untuk urusan seperti ini?" gusar sang raja.
Ratu Eliana memahami arah pembicaraan suaminya. Pada masa pemerintahan ayah raja Gerald dulu, wewenang atas suatu wilayah dipegang oleh wilayah itu sendiri sesuai dengan peraturan di Raisilian. Namun pihak parlemen ada yang tidak setuju, terus mengajukan banding agar peraturan tersebut dapat bergeser.
Pada akhirnya lahirlah sebuah keputusan, jika perdana menteri yang akan memimpin sebuah wilayah, maka pemilihan perdana menteri tersebut harus berdasarkan calon yang dipilih oleh pihak parlemen dan pihak petinggi kerajaan.
__ADS_1
Raja Gerry yang mengamati perkembangan politik saat itu, mengendus kecurigaan. Karena hampir semua pemilihan perdana menteri di wilayah yang berpotensi akan dimenangkan oleh perdana menteri yang diusung oleh pihak parlemen.
Usut punya usut, ternyata para menteri ingin melakukan campur tangan dalam pengelolaan administratif pada suatu wilayah. Raja Gerry saat itu pernah membicarakan sekilas pada adiknya, Raja Gerald. Hanya saja saat itu, raja Gerald yang masih berstatus pangeran, masih kurang peduli dengan permasalahan politik di kerajaannya.
Namun kini kecurigaan mendiang raja Gerry terbukti, dengan manipulasi yang dilakukan oleh menteri Garfield pada wilayah Arshville.
"Aku yakin, Arshville bukan satu-satunya wilayah di Raisilian yang berhasil di manipulasi oleh para menteri. Kita harus segera mengubah cara pemilihan perdana menteri dan melakukan penataan ulang susunan anggota parlemen," analisis dari sang raja yang diaminkan oleh ratu Eliana.
"Hamba memang belum belajar banyak mengenai kondisi politik kerajaan kita, namun berdasarkan kejadian yang menimpa Arshville, hamba yakin jika akan ada Arshville-Arshville yang lain yang diperlakukan seperti itu oleh pemimpinnya," ulasnya memberi kesimpulan.
"Itu, ide yang bagus, Yang Mulia suamiku."
__ADS_1
"Apa yang sedang mereka lakukan?" Raja Gerald menunjuk ke arah luar jendela.
Pandangan sang ratu pun mengekor pada telunjuk sang raja. Dia melihat seorang pengawal membawa bayi Kevin di pundaknya. Sementara bayi itu berontak seakan meminta tolong pada para dayang.
"Sepertinya Kevin melakukan sesuatu yang berbahaya sehingga para pengawal dan dayangnya membawanya kembali ke istana." Ratu Eliana pun berinisiatif keluar dari ruang kerja sang raja untuk menghampiri anak susunya itu.
"Maaa ... maaaa ...!" teriak bayi Kevin begitu dia melihat Eliana. Sang ratu pun menghampiri putranya.
"Ada apa ini? Kau pasti membuat kesalahan, kan, Kevin?" tanya sang ratu pada bayi tersebut.
"Pangeran berlari ingin naik pada pagar, Yang Mulia. Itu sebabnya kami membawanya masuk kembali,"jelas salah satu dayang.
__ADS_1
Ratu Eliana mengambil alih putranya, namun saat ia hendak kembali ke tempat suaminya, ia melihat sang raja sedang berjalan keluar yang diikuti oleh Antony di belakangnya. Mereka terlihat agak buru-buru.
"Mau ke mana?"